Ringkasan lengkap tentang tradisi sebelum Tahun Baru
Encyclopedic
PRE
NEXT
Seiring kedatangan bulan ke-12 kalender lunar, suasana perayaan mulai terasa. Namun, apakah Anda familiar dengan tradisi sebelum Tahun Baru? Setelah "Little New Year" pada hari ke-23 bulan ke-12 kalender lunar, orang-orang mulai sibuk dengan persiapan. Lalu, apa saja tradisi sebelum Tahun Baru ini? Di bawah ini kami berikan penjelasan detail.
Tradisi Sebelum Tahun Baru
Di banyak wilayah China, perayaan Tahun Baru dimulai dari "Little New Year" pada hari ke-23 bulan ke-12 kalender lunar. Apa saja tradisi sebelum Tahun Baru?Hal ini tercermin dalam Lagu Bulan Ke-12 Lunar. Baitnya berbunyi: "Pada hari ke-23, melon manis lengket; pada hari ke-24, membersihkan rumah; pada hari ke-25, menggiling tahu; pada hari ke-26, membeli daging (daging babi rebus); pada hari ke-27, menyembelih ayam (ayam dapur); pada hari ke-28, menguleni adonan; pada hari ke-29, mengukus roti; pada hari ke-30, begadang semalaman; pada Hari Tahun Baru, menari twist."
Hal ini menunjukkan bahwa mulai dari hari setelah Tahun Baru Kecil hingga malam Tahun Baru Imlek, setiap hari memiliki makna tersendiri: membersihkan rumah, menyiapkan dupa, menulis kaligrafi Tahun Baru, dan menyimpan persediaan Tahun Baru. Setiap hari dipenuhi dengan aktivitas hingga malam Tahun Baru Imlek.
Hari ke-23: permen gula lengket
"Pada hari ke-23, permen gula lengket, karena Dewa Dapur naik ke surga."Festival Dewa Dapur pada hari ke-23 adalah tradisi rakyat kuno. Juga dikenal sebagai "Mengirim Dewa Dapur," tradisi ini berasal dari keyakinan bahwa Dewa Dapur naik ke surga pada hari ini untuk melaporkan perbuatan keluarga kepada Kaisar Giok. Ia kembali pada malam Tahun Baru untuk melaksanakan perintah ilahi—memberikan pahala, menghukum kejahatan, memberikan berkah, atau mendatangkan malapetaka.Oleh karena itu, setiap rumah tangga membersihkan rumah secara menyeluruh dan mempersembahkan kue gula kepada Dewa Dapur, berharap ia akan berbicara dengan baik.
Rumah-rumah modern di kota tidak lagi memiliki perapian, jadi kita menyiapkan kue dan pastri tambahan sebagai gantinya, melambangkan kehidupan yang manis di tahun yang akan datang. Bakpao dan roti panggang api juga merupakan makanan tradisional untuk kesempatan ini.
Hari Ke-24: Membersihkan Rumah
Setelah hari ke-23, hanya tersisa enam atau tujuh hari hingga Festival Musim Semi. Secara tradisional, hari ke-24 bulan ke-12 kalender lunar ditetapkan sebagai "Hari Membersihkan Rumah," ketika setiap rumah tangga membersihkan bagian dalam rumah secara menyeluruh, yang biasa disebut membersihkan debu.Selama ritual ini, ibu rumah tangga akan terlebih dahulu menutupi tempat tidur dan perabotan dengan kain, mengikat kepala dengan sapu tangan, dan menyapu dinding dari atas ke bawah dengan sapu. Tindakan ini melambangkan mengusir yang lama untuk menyambut yang baru, mengusir kesialan.
Pada hari ini, setiap rumah tangga harus melakukan pembersihan musim semi yang menyeluruh: mencuci peralatan, melepas dan mencuci seprai dan tirai, memastikan semuanya bersih untuk Tahun Baru.
Hari Ke-25: Menggiling Tahu
"Pada hari ke-25 bulan ke-12 kalender lunar, gilinglah penggilingan untuk membuat tahu." Pada masa kelangkaan, tahu putih yang lembut merupakan makanan mewah yang hanya kalah dari daging, dan menjadi hidangan utama dalam pesta malam Tahun Baru.Pada hari ke-25 bulan ke-12 kalender lunar, sebuah pepatah pedesaan menyatakan: "Seseorang mungkin bisa menangkap pembantaian babi, tapi tidak bisa menangkap penggilingan tahu," artinya tahu harus disiapkan lebih awal.
Setiap rumah tangga akan membuat atau membeli tahu, karena "tahu" (doufu) terdengar seperti "keberuntungan" (doufu). Hari itu juga melibatkan "menyambut Kaisar Giok," sebuah tradisi lama yang percaya bahwa Kaisar Giok turun untuk memeriksa perbuatan manusia, menuntut kehati-hatian dalam perilaku dan ucapan untuk mendapatkan berkah di tahun yang akan datang.
Hari Ke-26: Membeli Daging
Seperti pepatah, "Pada hari ke-26 bulan ke-12 kalender lunar, babi disembelih dan daging Tahun Baru dibeli," menandakan fokus hari ini pada persiapan persediaan daging untuk perayaan. Menyembelih babi secara alami merujuk pada menyembelih ternak sendiri; membeli daging berarti rumah tangga yang tidak memiliki babi membeli daging untuk Tahun Baru di pasar.Penerapan "memotong daging Tahun Baru" dalam syair perayaan berasal dari masyarakat agraris di mana perkembangan ekonomi terbatas, artinya daging sering hanya dikonsumsi selama periode Tahun Baru, sehingga istilah "daging Tahun Baru" digunakan.
Hari ini terutama didedikasikan untuk menyiapkan daging untuk perayaan Tahun Baru. Mengonsumsi "daging Tahun Baru" secara tradisional melibatkan daging babi rebus, karena daging itu sendiri melambangkan kemakmuran, dan daging babi rebus secara khusus melambangkan tahun yang cerah dan sejahtera di depan.
PRE
NEXT