Fokus Berlebihan pada Penampilan Dapat Menyebabkan 'Kecanduan Kecantikan'
Encyclopedic
PRE
NEXT
Gangguan Obsesif-Kompulsif
Apakah seseorang menghabiskan lebih dari satu jam setiap pagi di depan cermin, mencoba berbagai pakaian, sebelum akhirnya merasa cukup rapi untuk keluar rumah? Saat ini, kecantikan, bedah kosmetik, dan mode telah mendalam dalam pikiran orang. Di bawah tekanan yang semakin besar, pengejaran kecantikan oleh wanita telah berubah secara bertahap, menyebabkan apa yang disebut "gangguan obsesif-kompulsif kecantikan".
Ketika kecantikan menjadi senjata kompetitif yang tajam dan bedah kosmetik menjadi pernyataan mode, istilah baru muncul: "kecanduan kecantikan." Nyonya Song, yang bekerja di industri kecantikan, merupakan contoh kondisi ini. Sangat sadar akan penampilannya, ia menggambarkan dirinya sebagai penderita "kecanduan kecantikan."
Pada usia 26 tahun, Ms Song bekerja sebagai profesional kantoran yang mengelola pemasaran untuk jaringan salon kecantikan. Perannya menuntut perhatian yang teliti terhadap penampilan, sehingga rutinitas makeup dan perawatan kulit yang rumit setiap hari menjadi hal yang esensial. Sejak tahun lalu, ia juga mengikuti tren bedah kosmetik. Ia menceritakan bahwa ia menjalani rhinoplasty di Wenzhou Oriental Plastic Surgery tahun lalu, dengan hasil yang sangat memuaskan.Namun, tahun ini ia merasa tidak puas dengan bentuk tubuhnya, menganggap lemak berlebih di paha dan lengan sebagai hal yang tidak menarik. "Setiap kali saya melihat cermin, saya melihat lemak di paha dan lengan saya. Saya telah mencoba berbagai metode diet tanpa hasil. Saya menimbang diri setiap hari, dan jika berat badan saya naik bahkan satu kilogram, saya merasa sangat sedih sepanjang hari. Saya benar-benar percaya bahwa saya telah mengembangkan obsesi kecantikan," kata Nona Song.
Kasus seperti Miss Song bukanlah hal yang jarang terjadi. Menurut Direktur Zhao Fengcha dari rumah sakit, hampir setiap wanita muda yang mencari prosedur kosmetik menunjukkan tingkat obsesi kecantikan yang bervariasi, dengan liburan Hari Nasional menjadi pemicu utama kemunculannya. Sejak rumah sakit mengumumkan pada pertengahan September bahwa "tim ahli Sino-Korea akan melakukan konsultasi di Rumah Sakit Dongfang selama liburan Hari Nasional," saluran konsultasi dan janji temu mereka dibanjiri panggilan."Kami menerima lebih dari 50 panggilan harian untuk konsultasi ahli selama liburan Hari Nasional, dengan permintaan yang sangat tinggi untuk janji temu dengan Juara Dunia Liposuction Wang Zhijun, ahli bedah plastik wajah dari Rumah Sakit Rakyat Kesembilan Shanghai Wei Min, dan ahli bedah maksilofasial Korea Park Won-jin. Selain itu, banyak wanita muda yang menanyakan tentang prosedur ganda," jelas Direktur Zhao.
Menurut para ahli, "obsesi kecantikan" adalah ungkapan kiasan untuk pengejaran kecantikan yang intens—fenomena psikologis yang umum di masyarakat modern, bukan gangguan mental yang sesungguhnya."Tidak ada yang salah dengan wanita muda yang mengejar kecantikan, karena bedah kosmetik telah menjadi tren. Kunci utamanya adalah menjaga pendekatan rasional dalam peningkatan estetika. Selain persiapan pra-operasi yang teliti dan pemilihan klinik serta ahli bedah secara ilmiah, mendengarkan saran ahli sangat penting," tegas Direktur Zhao dari Oriental Plastic Surgery.
PRE
NEXT