Penggunaan Komputer yang Berlebihan Dapat Menyebabkan "Kelelahan Psikologis"
Encyclopedic
PRE
NEXT
Penggunaan komputer yang berlebihan meningkatkan kerentanan terhadap kecemasan dan depresi
Data statistik terbaru menunjukkan bahwa di antara lebih dari 200 juta pengguna internet di dunia, sekitar 11,4 juta menderita gangguan psikologis terkait internet, yang mewakili sekitar 6% dari populasi online. Usia onset gangguan psikologis terkait internet berkisar antara 15 hingga 45 tahun, dengan 98,5% kasus terjadi pada pria dan 1,5% pada wanita.
Konsep "kematian psikologis (penuaan dini)" yang disebutkan di sini tumpang tindih dengan lingkup "gangguan psikologis terkait internet". Penelitian menunjukkan bahwa individu yang menggunakan komputer dalam jangka waktu lama lebih rentan terhadap gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, dan gangguan obsesif-kompulsif dibandingkan populasi umum."Penggunaan komputer yang berlebihan memang meningkatkan kerentanan terhadap berbagai gangguan emosional," kata para ahli. Kematian psikologis (penuaan dini) ini sangat terkait dengan kecanduan internet, dengan mekanisme dasar yang sama.
Kekosongan Mahasiswa dan Ketergantungan Internet Membentuk Siklus Berbahaya
Xiaohua telah berada di universitas selama lebih dari setengah tahun. Jika kurangnya fokus akademisnya pada semester lalu dapat dikaitkan dengan keterlibatannya dalam keunikan kehidupan kampus, pada semester ini, ketika segalanya mulai rutin, perilakunya justru semakin parah. Ia duduk di depan komputer, tahu betul tidak ada yang harus dilakukan, namun tetap login ke QQ dan mengobrol tanpa tujuan dengan orang asing.
Perasaan ini mengerikan. Dengan tugas akademik menumpuk, tugas-tugas selalu diselesaikan secara terburu-buru dengan mencontek orang lain. Belajar seolah menjadi produk sampingan, sementara hiburan menjadi fokus utama. Bukan karena saya tidak punya tujuan—saya punya beberapa—tapi sepertinya saya telah kehilangan motivasi. Saya telah mengingatkan diri sendiri berkali-kali, membuat rencana berulang kali, dan memulai dari awal berulang kali... namun tetap saja merasa lesu.
Rekomendasi Editor: Mahasiswa Harus Menolak Kekosongan; Pikiran Mahasiswa Juga 'Kurang Gizi'
Pekerja Kantor Harus Menghindari Kecanduan Internet
Akibat penggunaan komputer yang terus-menerus, banyak pekerja kantor menunjukkan gejala kecanduan internet, mengalami kesulitan perilaku saat terpisah dari komputer mereka dan kembali ke kehidupan normal.
Kecanduan internet merujuk pada fenomena di mana penggunaan internet yang berlebihan menyebabkan kerusakan sosial dan psikologis yang signifikan. Mereka yang terpengaruh sering menghabiskan waktu dan energi berlebihan untuk chatting atau berselancar online tanpa alasan yang jelas, merugikan kesehatan fisik mereka. Hal ini manifes sebagai gangguan perilaku, gangguan psikologis, gangguan kepribadian, dan disfungsi parsial sistem saraf simpatik.Manifestasi tipikal meliputi: suasana hati yang depresif, kehilangan kesenangan atau minat, gangguan tidur, ritme sirkadian yang terganggu, penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan, kelelahan, perlambatan psikomotor atau kegelisahan, penurunan harga diri dan kemampuan, perlambatan berpikir, pikiran atau perilaku bunuh diri, penurunan keterlibatan sosial, dan peningkatan merokok, konsumsi alkohol, atau penyalahgunaan zat.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kecanduan internet terkait dengan masalah psikologis lain seperti depresi, gangguan kontrol impuls, dan harga diri rendah, atau dengan faktor pribadi seperti hubungan sosial yang buruk, kurangnya teman, ketidakpuasan dengan penampilan, dan disabilitas. Individu yang rentan terhadap kecanduan sering menunjukkan ciri kepribadian tertentu sebelum mengembangkan kecanduan internet, seperti kecanggungan berlebihan, introversi, dan penarikan diri sosial.
Para ahli mencatat bahwa paparan layar yang berkepanjangan menyebabkan ketegangan mata dan kepala; individu mengalami tingkat energi yang rendah, rasa "kelelahan mental", kesulitan berkonsentrasi, dan penurunan memori dan pemahaman. Menghabiskan sebagian besar waktu terjaga di depan mesin dengan interaksi manusia yang minimal menyebabkan kurangnya antusiasme terhadap kehidupan, kemampuan beradaptasi yang lemah terhadap lingkungan baru atau menerima pengalaman baru, serta penurunan kreativitas dan ambisi.Gaya hidup menjadi sederhana dan acak-acakan, membuat sulit untuk menumbuhkan minat yang tulus. Individu mungkin menjadi hiper sensitif dan curiga, menjadi egois dan mudah cemburu. Mereka mungkin bertengkar karena hal-hal sepele atau menyimpan dendam yang berkepanjangan terhadap orang atau situasi yang mereka benci. Mereka mungkin menjadi kaku dalam pandangan mereka, tanpa keinginan untuk mengubah keadaan mereka, tidak merasakan kegembiraan, dan emosi mereka tidak pernah mencapai puncak.
Keinginan yang wajar adalah 'penambah vitalitas' kehidupan
Penggunaan komputer yang sering dan berkepanjangan memang memerlukan pencegahan terhadap penurunan psikologis dini. Yang terpenting, seseorang harus menjaga keinginan yang wajar dan menumbuhkan mindset yang bahagia. Sebuah dongeng menggambarkan prinsip ini dengan baik: Setelah memancing ikan selama beberapa waktu, seorang nelayan beristirahat. Seorang pejalan kaki bertanya, "Mengapa tidak terus memancing?" Nelayan itu menjawab, "Saya sudah cukup menangkap ikan untuk menghidupi diri."Orang yang lewat membalas, "Jika kamu terus memancing, kamu bisa menabung untuk membeli perahu baru, mempekerjakan awak, mendirikan perusahaan, membeli villa, dan kemudian berbaring nyaman di tepi laut menikmati matahari." Nelayan itu menjawab, "Tapi aku sudah berbaring nyaman di tepi laut menikmati matahari!" Jadi, apakah hidup bahagia sepenuhnya tergantung pada dirimu.
Kedua, jalin kontak erat dengan keluarga dan teman, memperdalam ikatan melalui interaksi langsung.Anggota keluarga adalah orang-orang paling aman dan nyaman untuk berinteraksi. "Kunjungi rumah sering-sering" bukan hanya lirik lagu; menjaga kesehatan mental harus dimulai dengan membangun hubungan keluarga yang harmonis. Selain itu, pada akhir pekan, liburan, dan hari ulang tahun, daripada hanya mengirim pesan teks atau menelepon teman, mengapa tidak mencoba metode paling "primitif": undang beberapa teman untuk menghirup udara segar di pedesaan, atau duduk dan ngobrol di kafe atau bar.Banyak orang mengutip kelelahan kerja sebagai alasan untuk tinggal di rumah selama liburan, namun hal ini seringkali menghasilkan relaksasi yang lebih sedikit daripada keluar rumah.
Selain itu, partisipasi aktif dalam olahraga fisik secara signifikan meredakan tekanan psikologis dan kelelahan. Olahraga meningkatkan fungsi sistem saraf pusat, memperbaiki eksitabilitas, keseimbangan, dan fleksibilitas proses saraf korteks serebral.
PRE
NEXT