Mitos umum tentang menyusui pada ibu hamil yang lebih tua
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Dengan diberlakukannya kebijakan dua anak secara universal, banyak keluarga aktif merencanakan untuk memiliki anak kedua sebelum kebijakan tersebut berakhir. Di antara mereka terdapat banyak ibu berusia 35 tahun ke atas, beberapa di antaranya sudah hamil. Namun, hal ini menimbulkan kekhawatiran tambahan. Banyak ibu yang lebih tua yang hamil anak kedua ragu tentang menyusui, dan berbagai mitos masih beredar di kalangan keluarga tersebut.
Kesalahpahaman 1
Ibu yang lebih tua menghasilkan ASI lebih sedikit
Pada kenyataannya, banyak ibu yang lebih tua tidak perlu terlalu khawatir. Kecuali ada kondisi fisik tertentu seperti konstitusi yang lemah atau masalah kesehatan mendasar, menyusui tetap menjadi pilihan utama.Ibu harus fokus pada perawatan tubuh dan pikiran. Untuk produksi ASI, pengosongan payudara secara teratur dan hisapan bayi merupakan faktor krusial. Kontak kulit ke kulit dini, hisapan dini, dan inisiasi menyusui dini sangat penting.
Setengah jam pertama setelah melahirkan adalah jendela emas untuk inisiasi menyusui dini; penundaan pemberian ASI pertama dapat menyebabkan produksi ASI yang lebih rendah.Kontak kulit ke kulit dan menyusui dini membentuk dasar produksi ASI yang melimpah, bersama dengan kebutuhan esensial tidur yang cukup dan nutrisi seimbang. Selain itu, depresi pasca melahirkan, kelelahan, nafsu makan yang buruk, atau suasana hati yang rendah dapat menyebabkan berkurangnya pasokan ASI. Oleh karena itu, wanita yang baru melahirkan harus fokus pada perawatan kesehatan fisik dan mental, memastikan nutrisi yang cukup, menghindari kelelahan berlebihan, dan menjaga ketenangan pikiran. Bahkan pada usia lanjut, menyusui tetap sepenuhnya mungkin.
Kesalahpahaman 2
ASI yang encer kurang bergizi dan membuat bayi lapar
Salah satu alasan ASI sangat berharga adalah kemampuannya untuk beradaptasi dengan kebutuhan anak yang terus berubah sepanjang perkembangannya.Selama periode newborn, susu kuning dan kental disebut kolostrum. Meskipun diproduksi dalam jumlah kecil, kolostrum sangat kaya nutrisi dan cukup untuk bayi yang sehat. Antara hari ke-5 hingga ke-14 pasca persalinan, kolostrum berubah menjadi susu matang, yang berwarna bening. Kandungan protein berkurang secara bertahap, sementara kadar lemak dan laktosa meningkat. Sekitar dua minggu kemudian, produksi susu meningkat, mengubah penampilan dan komposisinya.Selain itu, setiap sesi menyusui terdiri dari foremilk dan hindmilk. Foremilk kaya akan mineral dan air, sehingga lebih encer dan berwarna abu-abu. Seiring bayi menyusu, hindmilk menjadi semakin kaya akan lemak, protein, dan karbohidrat, sehingga berwarna lebih putih. ASI sebenarnya adalah makanan yang paling mudah dicerna oleh bayi, mengandung sekitar 80% air dan memiliki tekanan osmotik yang sama dengan darah. Hal ini dapat menimbulkan kesan bahwa bayi yang disusui lebih cepat lapar, tetapi hal ini sama sekali tidak berarti ASI kurang bergizi.
Kesalahpahaman 3
Memberikan susu formula kepada bayi sebelum produksi ASI pada persalinan caesar
Beberapa ibu yang melahirkan anak kedua memilih persalinan caesar. Pemberian ASI dini dan pemberian ASI sesuai permintaan tetap mungkin dilakukan bahkan setelah persalinan caesar.Penurunan tingkat keberhasilan menyusui setelah operasi caesar disebabkan oleh nyeri luka pasca persalinan dan pembengkakan perut yang memengaruhi kondisi emosional ibu dan menghambat menyusui yang nyaman. Bayi memiliki refleks menyusu yang alami, dan anggota keluarga harus aktif membantu bayi menempel pada payudara. Hal ini tidak hanya memperkuat ikatan tetapi juga merangsang produksi ASI dan membantu kontraksi rahim.Selama menyusui, ibu harus menjaga kepercayaan diri dan antusiasme dalam menyusui bayi, menghindari kecemasan, iritabilitas, atau terburu-buru beralih ke susu formula. Selain itu, mengonsumsi makanan seperti biji wijen hitam, kacang tanah, kuncup bunga daylily, kacang air, selada, dan tahu, serta kaldu bergizi seperti sup ikan, sup ayam, atau sup kaki babi, juga dapat membantu produksi ASI.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved