Sepatu berhak tinggi membantu kesuksesan wanita
Encyclopedic
PRE
NEXT
Berlari seratus meter dengan sepatu berhak sembilan sentimeter? Kehebatan atletik semacam itu kemungkinan besar akan membuat Liu Xiang dan rekan-rekannya terkesima. Namun, tren balap dengan sepatu berhak tinggi ini baru-baru ini menyebar dari Rusia dan Belanda hingga ke Chengdu. Mengapa wanita memiliki kecenderungan khusus terhadap sepatu berhak tinggi? Di luar sekadar kesombongan, apakah ada motivasi psikologis lain?Sepatu hak tinggi pertama kali muncul pada masa pemerintahan Louis XIV, awalnya dirancang untuk mencegah pelayan istana muda dan cantik melarikan diri. Hal ini tak terhindarkan mengingatkan pada praktik pembalut kaki di Tiongkok. Baik sepatu hak tinggi maupun kaki yang dibalut, keduanya awalnya merupakan pembatasan yang dikenakan oleh masyarakat yang didominasi laki-laki terhadap kebebasan tubuh wanita. Namun seiring waktu, keduanya berkembang menjadi simbol daya tarik yang diterima secara luas—didukung oleh masyarakat secara umum dan bahkan diadopsi oleh wanita itu sendiri.Psikolog budaya telah mengidentifikasi dorongan mendasar yang sama: baik kaki yang diikat maupun sepatu hak tinggi berasal dari dorongan utopis untuk "meningkatkan status sosial dengan mengubah bentuk fisik." Meskipun praktik mengikat kaki telah menghilang dari sejarah, sepatu hak tinggi semakin mengakar, berkembang menjadi perlengkapan profesional yang tak tergantikan seperti tas kerja.Sebuah studi terbaru yang dipesan oleh Harper's Bazaar meneliti 500 wanita yang menduduki posisi teratas di sektor keuangan, media, dan kesehatan di Inggris. Tujuh puluh persen di antaranya melaporkan bahwa mengenakan sepatu hak tinggi di tempat kerja secara alami membuat mereka merasa lebih berkuasa dan percaya diri dalam kemampuan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa sepatu hak tinggi telah menjadi sumber kepercayaan diri profesional bagi wanita karir, simbol kesuksesan.Meskipun sepatu hak tinggi memiliki makna positif bagi wanita, tidak dapat dipungkiri bahwa Victoria Beckham mengalami bunion akibat mengenakan sepatu hak tinggi berukuran tiga inci selama bertahun-tahun. Penelitian medis telah lama membuktikan bahwa semakin dini seseorang mulai mengenakan sepatu hak tinggi, semakin parah konsekuensi kesehatannya. Oleh karena itu, wanita sebaiknya mengenakan sepatu hak tinggi lebih jarang, karena pembinaan diri dan sikap tenang sebenarnya merupakan alat yang lebih efektif untuk kesuksesan. (Chen Xia, PhD, Departemen Psikologi, Universitas Peking)
PRE
NEXT