Makanan apa yang harus dihindari oleh penderita hipertensi?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Makanan apa yang harus dihindari oleh penderita hipertensi? Dengan meningkatnya insiden hipertensi, pengelolaan diet semakin mendapat perhatian. Jadi, makanan apa yang harus dihindari oleh penderita hipertensi?
Makanan yang Harus Dihindari oleh Penderita Hipertensi
1. Alkohol
Konsumsi alkohol mempercepat detak jantung, menyempitkan pembuluh darah, dan meningkatkan tekanan darah. Alkohol juga mempromosikan penumpukan garam kalsium dan kolesterol pada dinding arteri, mempercepat aterosklerosis. Konsumsi alkohol yang berlebihan dan berkepanjangan dapat memperburuk aterosklerosis dan memperparah hipertensi. Oleh karena itu, penderita hipertensi disarankan untuk menghindari alkohol.
2. Daging Anjing
Meskipun hipertensi memiliki berbagai penyebab, sebagian besar kasus melibatkan kekurangan yin dengan kelebihan yang. Daging anjing, yang menghangatkan ginjal dan meningkatkan energi yang, dapat memperburuk jenis hipertensi ini.Jenis hipertensi lainnya—seperti kekurangan yang ginjal, gangguan yang mengambang, penumpukan dahak-api internal, atau stasis darah yang menghalangi kolateral—juga dapat terpengaruh negatif oleh konsumsi daging anjing. Daging anjing dapat mengganggu yang mengambang, memperburuk dahak-api, atau mempercepat pengeringan darah oleh api, semua hal ini merugikan kondisi tersebut. Oleh karena itu, konsumsi daging anjing tidak dianjurkan.
3. Protein Hewani
Pasien hipertensi disarankan untuk membatasi atau menghindari protein hewani (seperti hati dan telur), karena zat berbahaya yang dihasilkan selama metabolisme protein dapat menyebabkan fluktuasi tekanan darah. Pilih protein dengan nilai biologis tinggi seperti ikan dan susu dalam diet sehari-hari. Beberapa protein (misalnya asam aminoetilsuksinat, tirosin) memiliki efek hipotensif.
4. Makanan pedas
Makanan pedas dan olahan dapat menyebabkan buang air besar yang kering dan sulit, yang dapat menyebabkan sembelit. Mengedan saat buang air besar meningkatkan tekanan perut, menyebabkan lonjakan tekanan darah mendadak yang dapat memicu pendarahan otak. Pasien hipertensi sebaiknya menghindari makanan pedas dan olahan.
5. Makanan berkalori tinggi
Makanan berkalori tinggi (glukosa, sukrosa, cokelat, dll.) dapat menyebabkan obesitas, dan individu obesitas memiliki insiden hipertensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang memiliki berat badan normal. Pasien hipertensi seringkali memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Oleh karena itu, pasien dengan kondisi ini sebaiknya membatasi konsumsi makanan berkalori tinggi dalam diet mereka.
6. Produk daging
Makanan ini tinggi lemak. Meskipun menyediakan protein, mereka mengandung jumlah asam lemak jenuh yang signifikan, yang dapat menyebabkan peningkatan lipid darah dan memicu penyakit jantung koroner.Oleh karena itu, individu dengan hipertensi sebaiknya membatasi asupan garam mereka.
8. Teh Kuat
Pasien dengan hipertensi sebaiknya menghindari teh kuat, terutama teh hitam yang kuat. Teh hitam mengandung kadar theobromine tertinggi, yang dapat menyebabkan kegelisahan, gelisah, insomnia, palpitasi, dan ketidaknyamanan lainnya, sehingga meningkatkan tekanan darah. Minum teh hijau yang ringan, bagaimanapun, bermanfaat untuk mengelola hipertensi.
9. Biskuit bercita rasa kuat
Makanan yang cenderung menyebabkan kembung, seperti ubi jalar dan kacang kering, sebaiknya dikonsumsi secara terbatas oleh penderita hipertensi. Demikian pula, biskuit bercita rasa kuat sebaiknya dibatasi karena kandungan gula dan garamnya yang tinggi.
10. Makanan yang sangat asin
Asupan garam harian sebaiknya dibatasi antara 2-5 gram. Garam dapat menyebabkan kejang pada arteri kecil, meningkatkan tekanan darah, dan mempercepat pengerasan arteriol ginjal. Asupan garam berlebihan juga dapat menyebabkan penumpukan air dan natrium dalam tubuh, yang dapat menyebabkan edema.
11. Makanan tinggi kolesterol
Penderita hipertensi disarankan untuk membatasi konsumsi lemak hewani yang kaya kolesterol dan makanan lain (seperti kuning telur, jeroan, telur ikan, udang, telur kepiting, dan cumi-cumi).
12. Kaldu Ayam
Meskipun kaldu ayam memiliki nilai gizi tinggi, konsumsi yang sering dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu, kaldu ayam tidak boleh digunakan secara sembarangan sebagai suplemen gizi bagi pasien, terutama yang menderita hipertensi. Konsumsi kaldu ayam dapat memperburuk kondisi, sehingga lebih merugikan daripada bermanfaat.
PRE
NEXT