Ayah dengan Pendidikan Sekolah Menengah Menanggapi Penyelamatan Anaknya dengan Obat Buatan Sendiri
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Dalam beberapa hari terakhir, laporan berjudul "Pilihan Seorang Ayah: Mengambil Risiko untuk Membuat Obat Sendiri, atau Menonton Anaknya Mati" menjadi viral di internet, memicu reaksi publik yang signifikan. Laporan tersebut menjelaskan bagaimana seorang ayah dengan pendidikan SMA, dalam upaya mengobati putranya yang menderita sindrom Menkes yang langka, belajar sendiri tentang pengeditan gen dan mulai mensintesis senyawa farmasi. Tindakan ayah ini memicu diskusi yang luas.
Pada 29 September, ayah tersebut menanggapi hal ini melalui Weibo, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan dorongan publik sambil meminta bantuan dari ahli dan lembaga pengujian terkait. Screenshot postingan Weibo ayah tersebut
>Ahli: Dapat dimengerti, tetapi tidak sesuai peraturan dan tidak dianjurkan
Meskipun banyak yang mengagumi dan terharu dengan tindakan ayah tersebut, banyak netizen juga mengutarakan kekhawatiran tentang keamanan. Zhang Jichun, mantan Direktur Departemen Farmasi di Peking Union Medical College Hospital, juga mengutarakan kekhawatiran tentang keamanan obat buatan sendiri: "Produksi suntikan intravena tunduk pada peraturan yang sangat ketat. Peningkat kelarutan yang ditambahkan harus memenuhi standar farmasi, dan jumlahnya diatur secara ketat. Tidak ada yang akan mendukung penggunaan obat buatan sendiri."
Direktur Zhang menekankan bahwa meskipun tindakan ayah tersebut dapat dimengerti, tindakan tersebut tidak sesuai dengan peraturan. Dari sudut pandang profesional, perilaku semacam itu tidak didukung baik oleh peraturan farmasi maupun praktik klinis.
Bacaan Tambahan: Mengenai Sindrom Karyotipe Menkes
Sindrom Karyotipe Menkes adalah gangguan genetik yang sangat langka yang disebabkan oleh gangguan transportasi tembaga dari sel mukosa ke aliran darah setelah penyerapan usus. Hal ini menyebabkan penurunan aktivitas enzim yang bergantung pada tembaga (seperti lisinoxal oksidase dan tiroksinase), yang mengakibatkan gangguan perkembangan dan fungsi.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved