Apa yang Harus Dimakan untuk Osteoporosis? Tips Diet untuk Suplemen Kalsium dan Kesehatan Tulang
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Apa yang harus dimakan untuk osteoporosis? Orang dewasa dan lansia sering mengalami gejala osteoporosis. Pilihan makanan apa yang bermanfaat? Penting untuk diingat bahwa nutrisi memainkan peran krusial dalam mencegah dan mengobati osteoporosis. Oleh karena itu, mari kita bahas dua strategi diet utama untuk mengelola osteoporosis.
Apa yang harus dimakan untuk osteoporosis
Protein yang cukup. Pilih dari susu, telur, ikan, ayam, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan produk kacang-kacangan;
Kalsium yang cukup. Konsumsi secara teratur makanan kaya kalsium seperti tulang rusuk, tulang renyah, udang kering, rumput laut, ganggang, jamur hitam, jeruk mandarin, dan biji kenari;
Vitamin D dan C yang cukup. Keduanya memainkan peran regulasi penting dalam metabolisme tulang. Tingkatkan konsumsi sayuran segar seperti bayam, kacang polong, ketumbar, dan bok choy, serta buah-buahan yang cukup;
Penelitian ilmiah yang terus berkembang menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan makanan asam mendorong tubuh secara alami menarik kalsium dari tulang untuk menetralkan keasaman darah, menjaga keseimbangan pH.Oleh karena itu, kondisi tubuh yang asam merupakan penyebab utama kehilangan kalsium dan osteoporosis. Jelas bahwa menjaga lingkungan tubuh yang sedikit alkali adalah metode paling efektif untuk mencegah dan mengobati osteoporosis, serta mencegah kehilangan kalsium!
Selanjutnya, kami merekomendasikan makanan berikut untuk mengobati osteoporosis:
Kacang-kacangan dan produk kacang: kedelai, edamame, lentil, kacang polong, tahu, tahu kering, kulit tahu, tahu fermentasi, dll.
Produk susu dan olahannya: susu sapi, susu kambing, keju, yogurt, susu kental manis.
Makanan laut: ikan mas, ikan koi, ikan silver carp, ikan loach, udang, udang kering, udang kecil kering, kepiting, rumput laut, laver, kerang, teripang, siput, dll.
Buah dan buah kering: lemon, loquat, apel, kurma hitam, aprikot kering, kulit jeruk mandarin kering, persik kering, almond, buah hawthorn, kismis, kacang walnut, biji semangka, biji labu, biji wijen, mulberry kering, kacang tanah, biji teratai, dll.
Daging dan unggas: daging kambing, otak babi, ayam, telur, telur bebek, telur puyuh, telur asin, serat daging babi, dll.
Sayuran: seledri, kubis Cina, wortel, daun lobak, ketumbar, kacang polong salju, jamur hitam, jamur, dll.
Tips Diet untuk Suplemen Kalsium dan Kesehatan Tulang
Susu tetap menjadi makanan kaya kalsium yang optimal. Produk kedelai juga mengandung kalsium yang cukup tinggi. Kaldu tulang hewan mengandung kadar kalsium yang tinggi; menambahkan cuka saat memasak dapat meningkatkan ekstraksi kalsium.Oleh karena itu, mengonsumsi susu secukupnya setiap hari bersama sayuran, buah, dan produk kedelai dapat memenuhi kebutuhan tubuh, sehingga suplemen kalsium tambahan tidak diperlukan. Prioritaskan produk susu, tahu, dan udang kering untuk mendapatkan kalsium dan nutrisi yang cukup.
Menjaga kesegaran makanan meminimalkan kehilangan kalsium. Hindari mengaduk susu saat memanaskannya. Saat menumis, gunakan air secukupnya dan jaga waktu memasak singkat; hindari memotong sayuran terlalu halus.Bayam, kacang air, dan bawang prei mengandung kadar asam oksalat yang tinggi. Rendam sebentar dalam air panas terlebih dahulu untuk melarutkan asam oksalat, mencegah ikatan dengan makanan kaya kalsium dan membentuk kalsium oksalat yang tidak larut. Laktosa membantu mempertahankan kalsium dalam makanan. Biji-bijian utuh seperti sorgum, gandum hitam, oat, dan jagung mengandung lebih banyak kalsium daripada beras atau tepung terigu. Masukkan biji-bijian utuh ini ke dalam diet Anda secara teratur.
Para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi suplemen seng sebelum suplemen kalsium. Hal ini karena suplemen seng terlebih dahulu meningkatkan penyerapan, penumpukan, dan pemanfaatan kalsium, sehingga mencapai hasil dua kali lipat dengan setengah usaha dalam suplemen kalsium.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved