Memahami Asites Hati: Apa yang Harus Dimakan untuk Asites Hati
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Asites hepatik adalah kondisi serius yang umumnya sulit disembuhkan. Oleh karena itu, pasien harus menganggapnya serius dan memperhatikan aspek diet dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, apa sebenarnya asites hepatik? Makanan apa yang bermanfaat untuk asites hepatik?
Faktor-faktor yang berkontribusi pada pembentukan asites hepatik:
1. Infiltrasi tumor pada peritoneum atau metastasis intra-abdominal dapat memicu asites hepatik. Faktor-faktor ini dapat secara langsung merusak kapiler peritoneum, meningkatkan permeabilitas kapiler, dan memungkinkan cairan dan protein dalam jumlah besar masuk ke rongga abdomen, membentuk asites.Misalnya, tekanan tinggi dalam vena portal menyebabkan kongesti pada pembuluh darah vena, peningkatan tekanan hidrostatik, ketidakseimbangan pertukaran cairan antara ruang intravaskular dan ekstravaskular, gangguan pengembalian cairan jaringan, dan kebocoran ke rongga abdomen yang membentuk asites.Ketika kadar protein plasma turun menjadi 25–30 g/l, tekanan osmotik plasma berkurang, menyebabkan ekstravasasi plasma dan mengakibatkan asites hepatik.
4. Sirosis hati: Terlepas dari penyebab dasarnya, sirosis pada tahap dekompensasi selalu disertai dengan berbagai derajat asites, yang merupakan penyebab umum asites hepatik.
Rekomendasi diet untuk asites hepatik
1. Pastikan asupan vitamin yang cukup:
Fungsi tubuh yang optimal memerlukan unsur mikro yang cukup dan vitamin yang memadai. Hanya melalui konsumsi vitamin yang terjamin dan seimbang, pengobatan asites hepatik dapat mencapai efektivitas maksimal. Oleh karena itu, pasokan vitamin harus komprehensif dan melimpah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.Pasien disarankan mengonsumsi makanan kaya vitamin, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kuning telur, daging tanpa lemak, dan hati hewan.
2. Jaga keseimbangan air dan natrium:
Membatasi asupan air dan natrium sangat penting dalam pengobatan asites. Pada kasus ringan, mengontrol keseimbangan air dan natrium bersama dengan nutrisi yang tepat dapat mengatasi asites dan memulihkan kesehatan.Bagi pasien dengan asites yang parah dan oliguria, diet tanpa garam dianjurkan. Makanan tinggi natrium, seperti keripik soda, roti, dan minuman bersoda, harus dihindari. 3. Suplementasi protein yang cukup: Protein sangat penting karena asupan yang cukup memungkinkan sintesis asam amino normal pada pasien asites. Hal ini melindungi hati dan membantu mencegah fibrosis hati.
4. Kendalikan asupan lemak:
Diet untuk asites hepatik tidak boleh mengandung lemak berlebihan untuk mencegah penyakit hati berlemak. Selain itu, fungsi hati yang terganggu pada pasien asites melemahkan pencernaan dan penyerapan lemak, sehingga memerlukan pembatasan ketat konsumsi lemak.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved