Apa yang Menyebabkan Fungsi Hati Abnormal? Waspadai 5 Faktor Utama Ini!
Encyclopedic
PRE
NEXT
Selama pemeriksaan medis, seringkali ditemukan hasil tes yang secara eksplisit menunjukkan fungsi hati yang abnormal. Namun, kebanyakan orang tidak menyadari penyebab mendasar dari kelainan tersebut dan sering merasa bingung mengenai perawatan yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor penyebab fungsi hati yang abnormal.
Apa yang menyebabkan fungsi hati yang abnormal?
1. Infeksi
Infeksi merupakan faktor utama yang menyebabkan fungsi hati yang abnormal. Zat-zat seperti parasit, leptospira, bakteri, dan patogen yang masuk ke dalam tubuh dapat merusak hati, sehingga menyebabkan fungsi hati yang abnormal. Di antara penyebab tersebut, hepatitis virus merupakan penyebab virus yang paling umum.
2. Keracunan kimia
Zat seperti karbon tetraklorida yang masuk ke dalam tubuh dapat merusak sistem enzim sel hati, menyebabkan gangguan metabolik dan mengakibatkan degenerasi serta nekrosis sel hati. Selain itu, beberapa obat juga dapat merusak hati, menyebabkan fungsi hati abnormal pada pasien. Contohnya termasuk klorpromazin, obat-obatan berbasis amiodarone tertentu, dan antibiotik.
3. Gangguan Imunitas
Gangguan imunitas merupakan faktor utama dalam kerusakan hati. Misalnya, imunitas humoral dan seluler yang dipicu oleh virus hepatitis B secara langsung merusak hepatosit. Sirosis biliaris primer memicu pembentukan antibodi multipel dalam aliran darah, menyebabkan gangguan imunitas yang pada akhirnya merusak sel-sel hati.
4. Kekurangan Nutrisi
Gizi yang tidak memadai juga dapat merusak sel-sel hati dan memicu fungsi hati yang abnormal. Khususnya ketika kolin dan metionin kekurangan, steatosis hati dapat menyebabkan gangguan fungsi hati.Hal ini terjadi karena lemak hati harus terlebih dahulu diubah menjadi zat seperti lecithin sebelum diedarkan ke seluruh tubuh. Kolin merupakan komponen utama lecithin, sementara metionin berperan dalam sintesis kolin.Obstruksi bilier menyebabkan stasis empedu. Penumpukan empedu yang berkepanjangan dan tidak teratasi dapat merusak hepatosit dan menyebabkan iskemi hati melalui kompresi. Selain itu, gangguan sirkulasi darah dengan mudah menyebabkan kongesti hati dan hipoksia, yang pada akhirnya menyebabkan disfungsi hati seperti gagal jantung kronis.
Catatan Penting
Disfungsi hati yang persisten dan tidak terkontrol dapat memicu penyakit hati serius, termasuk sirosis. Jika mendeteksi fungsi hati yang abnormal, segera cari bantuan medis untuk mengidentifikasi penyebabnya dan menjalani pengobatan yang ditargetkan. Seperti kondisi lain, deteksi dan intervensi dini umumnya menghasilkan hasil yang baik. Penundaan pengobatan berisiko menimbulkan konsekuensi yang tidak dapat diubah.
PRE
NEXT