Tiga saran untuk individu berbakat yang merasa tidak dihargai di tempat kerja
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Di masyarakat saat ini, "individu berbakat namun miskin" banyak ditemukan: lulusan baru dengan ambisi yang tidak realistis, pencari kerja yang terjebak antara harapan tinggi dan rendah, pemuda sastra, peneliti teoretis, intelektual di organisasi yang bangga dengan kemampuan mereka, dan mereka yang mengejar idealisme, bekerja keras, namun menghadapi kesialan dan kegagalan...Ada terlalu banyak "orang berbakat yang miskin" untuk dihitung. Mari kita telaah beberapa contoh representatif dan instruktif. Pengantar buku The Letter to Garcia, berjudul "Dunia Penuh dengan Orang Berbakat yang Miskin," mengamati: "Kita sering melihat banyak pemuda yang bangga sering berganti pekerjaan dan bangga menjadi ahli dalam oportunisme.Begitu bos berpaling, mereka mengendurkan usaha; tanpa pengawasan, tidak ada pekerjaan yang selesai. Di tempat kerja, mereka menghindari tanggung jawab dan menciptakan kerajaan kecil mereka sendiri; mereka tidak pernah merenungkan diri, melainkan menggunakan segala macam alasan untuk menyembunyikan ketidakbertanggungjawaban mereka. Kelesuan, pasifitas, skeptisisme, keluhan... penyakit-penyakit pekerjaan ini menyebar seperti wabah di perusahaan, lembaga pemerintah, dan sekolah, dan tidak ada upaya yang dapat menghilangkannya sepenuhnya.Bisakah kita benar-benar maju dengan lancar hanya dengan bakat, tanpa tanggung jawab dan dedikasi profesional? Di dunia nyata, kita melihat individu berbakat kesulitan di mana-mana. "Apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai." Jika kamu memilih untuk tetap berada di posisimu, kamu harus dengan tulus memberikan simpati dan loyalitas kepada atasanmu, dan bangga melakukannya.Jika kamu tidak bisa menahan diri dari menghina, mengkritik, atau meremehkan atasan dan perusahaanmu, tinggalkan profesi ini dan renungkan hati nuranimu dari sudut pandang orang luar. Selama kamu masih menjadi bagian dari suatu organisasi, jangan mencemarkan atau merugikannya—mencemarkan institusi yang kamu layani sama saja dengan mencemarkan dirimu sendiri.Pengantar ini pada dasarnya menggambarkan dua jenis 'orang berbakat yang tidak mencapai potensi penuh': yang pertama adalah mereka yang tidak memiliki rasa tanggung jawab dan dedikasi profesional, yang bangga dengan sering berpindah-pindah pekerjaan dan ahli dalam mengambil jalan pintas. Mengutip istilah dari ekonomi politik: mereka gagal mengelola 'hubungan produksi' mereka dengan baik, kekurangan komitmen profesional yang diperlukan untuk pekerjaan atau upaya kreatif apa pun.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved