Memberi Makan Bayi dengan Cara Ini Dapat Membantu Mencegah Penyakit
Encyclopedic
PRE
NEXT
Memberikan makanan kepada bayi dengan cara ini dapat membantu mencegah penyakit (Jaringan Kesehatan Masyarakat)
I. Konsumsi buah musiman dalam jumlah sedang
Musim gugur adalah musim buah, dengan banyak varietas musiman yang kaya nutrisi dan sangat bermanfaat bagi sistem kekebalan anak. Misalnya, anggur dan jujube segar kaya akan zat besi, membantu suplementasi zat besi; pir dan persik dapat mencegah batuk dan faringitis; jeruk dan mandarin, dengan kandungan vitamin C yang tinggi, membantu mencegah pilek.Meningkatkan konsumsi buah sambil mengurangi camilan rendah nutrisi dan minuman dingin membantu mencegah penyakit musim gugur.
2. Hindari makanan dingin dan beku Saat mengonsumsi buah, hindari mendinginkannya di lemari es atau merendamnya dalam air dingin seperti pada musim panas. Seiring penurunan suhu, sistem pencernaan anak menjadi kurang toleran terhadap makanan dingin, meningkatkan risiko diare akibat dingin.Buah-buahan non-musiman seperti semangka dan melon sebaiknya dikonsumsi dengan moderat. Menghindari makanan yang terlalu dingin dapat mencegah banyak ketidaknyamanan gastrointestinal selama transisi musim gugur-musim dingin. III. Konsumsi Seafood yang Moderat Musim gugur membawa kepiting gemuk dan udang lezat, dengan berbagai seafood menawarkan manfaat nutrisi yang signifikan bagi anak-anak.Banyak orang tua, yang menghargai kandungan nutrisinya, sering menyajikannya atau memberikan porsi yang lebih besar. Namun, karena adanya blooming alga merah dan polusi lainnya yang umum terjadi pada musim panas dan gugur, makanan laut sering mengandung tingkat toksin yang lebih tinggi, sehingga diperlukan pengendalian porsi. Selain itu, setelah mengonsumsi krustasea seperti udang atau kepiting, perlu berhati-hati saat mengonsumsi buah, karena anak-anak mungkin mengalami reaksi seperti diare atau sakit perut.
IV. Tingkatkan Konsumsi Makanan yang Melembapkan Membran Mukosa
Iklim kering musim gugur membuat anak-anak rentan mengalami ketidaknyamanan tenggorokan dan batuk. Bagi yang memiliki saluran pernapasan sensitif, siapkan makanan yang membantu melembapkan membran mukosa. Makanan tersebut meliputi wortel, kacang air, madu, pir salju, dan buah persik kering.Makanan yang kaya akan vitamin A atau karoten – seperti sayuran hijau gelap, labu, wortel, ubi jalar merah, susu, dan yogurt – meningkatkan ketahanan selaput lendir. Hal ini membantu melindungi saluran pernapasan anak-anak dan mengurangi risiko terkena penyakit anak-anak seperti pneumonia, bronkitis, faringitis, batuk rejan, dan campak.Sebaliknya, makanan yang terlalu kering atau pedas sebaiknya dikonsumsi secukupnya pada musim gugur, karena dapat merugikan kesehatan membran mukosa. Contohnya termasuk kacang tanah dan biji melon yang dipanggang kering, keripik, kacang panggang, berbagai camilan bertekstur renyah, makanan goreng, irisan ikan kering, dan camilan pedas.
V. Meningkatkan Konsumsi Makanan Tinggi Protein secara Tepat
Setelah panas musim panas, nafsu makan anak-anak yang berkurang secara bertahap pulih, kemampuan pencernaan membaik, dan tubuh memerlukan penggantian nutrisi yang hilang selama musim panas untuk mempersiapkan diri menghadapi dinginnya musim dingin. Pepatah "menambah berat badan di musim gugur" mencerminkan prinsip ini – mengonsumsi daging setelah musim gugur tiba bertujuan untuk itu.Anda dapat memberikan anak Anda porsi sedang ayam, bebek, ikan, atau udang, tetapi pastikan makanan ini dimasak dengan cara dikukus, direbus, atau disop—hindari tekstur yang terlalu berminyak atau kering.
Resep Contoh
1. Puree Ubi Jalar dan Kurma Merah Kukus
Bahan utama: ubi jalar; 4–5 kurma merah besar
Cara membuat: 1. Cuci bersih ubi jalar dan kurma merah;2. Rebus kurma hingga 80% matang, lalu kukus bersama ubi hingga empuk; 3. Kupas ubi dan buang biji serta kulit kurma; haluskan secara terpisah dan saring; 4. Bentuk pasta ubi menggunakan cetakan makanan. Potong sudut kantong makanan, isi dengan pasta kurma, dan buat desain kartun yang disukai bayi.
Manfaat: Kurma merah kaya akan kalsium dan zat besi, meningkatkan kekebalan bayi. Ubi jalar Cina membersihkan panas dan detoksifikasi, juga mengobati infeksi luar yang menyebabkan demam dan batuk, enteritis, dan disentri.
II. Pear Salju Rebus dengan Kulit Jeruk Tua dan Bawang Putih
Bahan utama: 1 buah pear salju; 5g bawang putih; sepotong kecil kulit jeruk tua; gula batu secukupnya;
Langkah-langkah:1. Cuci bersih pir. Potong sepertiga bagian atas dekat tangkai, sisihkan tutupnya. Gunakan ujung pisau buah untuk menggambar lingkaran di dasar pir, lalu hati-hati keruk inti pir sepanjang garis yang digambar hingga membentuk mangkuk pir. Kupas pir.2. Masukkan bawang fritillary yang dihancurkan, gula batu, dan kulit jeruk mandarin kering yang diparut ke dalam mangkuk pir yang kosong. Pasang kembali bagian atas dan amankan dengan tusuk gigi. Letakkan dalam panci ganda, tambahkan air secukupnya, dan kukus selama 2 jam.
Manfaat: Pir salju membersihkan panas, menghilangkan dahak, dan meredakan batuk; umbi Fritillaria sangat efektif melawan batuk; kulit jeruk mandarin kering memperlancar sirkulasi qi, memperkuat limpa, mengatur bagian tengah tubuh, merangsang nafsu makan, mengeringkan kelembapan, dan mengubah dahak.
PRE
NEXT