Kesalahpahaman Umum tentang Memberikan Jus Buah kepada Bayi
Encyclopedic
PRE
NEXT
Pada usia enam bulan, bayi seharusnya mulai diberi makanan pendamping. Banyak orang tua menambahkan jus buah ke dalam diet bayi untuk meningkatkan penyerapan vitamin. Anak-anak umumnya menyukai jus—manis, lezat, dan tampaknya sehat. Namun, orang tua harus menyadari bahwa persiapan jus memerlukan perhatian. Apa saja kesalahpahaman umum tentang memberikan jus kepada bayi?
Menganggap jus sebagai air.
Beberapa bayi tidak menyukai air putih. Ibu baru, yang percaya bahwa jus cukup bergizi dan manis untuk menarik perhatian anak mereka, mungkin mendorong mereka untuk minum jus sebagai pengganti air. Praktik ini sebenarnya berbahaya, berpotensi menyebabkan sindrom jus. Konsumsi jus yang berlebihan dalam jangka panjang, yang rendah natrium, dapat menyebabkan hiponatremia atau edema otak pada bayi.Ibu baru harus memastikan jus diberikan dalam jumlah moderat, menghindari jumlah berlebihan yang menggantikan makanan dan asupan air. Hal ini dapat mengurangi nafsu makan dan menyebabkan malnutrisi. Kedua, memanaskan jus secara berlebihan. Hal ini sering terjadi di musim dingin ketika ibu, khawatir jus terlalu dingin, memanaskannya sebelum disajikan.Proses ini menghancurkan vitamin, sehingga mengurangi nilai gizi jus. Suhu ruangan adalah yang optimal untuk menyajikan jus buah. Ketiga, tidak membilas mulut setelah mengonsumsi jus. Banyak ibu baru mengabaikan kebersihan mulut setelah bayi mereka minum jus, yang merugikan kesehatan mulut—terutama saat tumbuh gigi. Memberikan air putih setelah minum jus membantu membersihkan mulut.
Keempat, mengganti jus buah dengan buah dan sayuran segar. Beberapa bayi tidak suka makan sayuran, sementara menyiapkan buah segar bisa merepotkan bagi ibu baru. Akibatnya, mereka mungkin memberikan jus buah atau sayuran kepada anak, mengira bahwa minum lebih banyak akan memberikan nutrisi yang terdapat dalam buah dan sayuran segar. Hal ini tidak benar. Secara umum, jus yang dibeli di toko sering mengandung berbagai pengawet atau pewarna buatan dan tidak dapat dibandingkan dengan buah dan sayuran segar.Ibu baru mungkin membantah, "Bagaimana dengan jus segar yang diperas?" Namun, ketika ibu menyiapkan jus di rumah, mereka sering membuang sisa ampas. Ampas inilah yang membedakan jus dari buah dan sayuran segar utuh. Buah dan sayuran segar kaya akan serat makanan, yang membantu pergerakan usus dan mencegah sembelit pada bayi.
PRE
NEXT