Ayah dan Janin: Ikatan yang Jarang Diketahui
Encyclopedic
PRE
NEXT
Eksperimen menunjukkan bahwa janin menunjukkan preferensi khusus terhadap suara ayah mereka. Ketika terpapar nyanyian ayah atau sentuhan lembut, janin mungkin merespons dengan gerakan bergoyang ringan yang tampak bahagia.Setelah lahir, ketika bayi menangis, ibu sering kesulitan menenangkannya, sedangkan ayah dapat dengan cepat menenangkan atau mengayunkan mereka untuk tidur dengan menyanyikan lagu-lagu yang familiar dan menggunakan sentuhan yang familiar. Hal ini kemungkinan terkait dengan preferensi janin terhadap suara yang dalam dan beresonansi daripada suara yang tinggi dan tajam. Oleh karena itu, beberapa psikolog mengusulkan saran yang sangat bermanfaat: dorong ayah untuk berbicara kepada janin, sehingga menjadi landasan untuk membangun ikatan yang erat dan mendalam dengan bayi baru lahir.
Ketika ayah berbicara kepada janin, hal ini merupakan ekspresi nyata kasih sayang ayah. Melalui indra pendengaran dan perabaan, janin tidak hanya merasakan kehangatan ibu tetapi juga kasih sayang ayah, yang sangat bermanfaat bagi perkembangan emosionalnya. Sentuhan dan percakapan ayah dengan janin juga memberikan kenyamanan psikologis yang besar bagi ibu. Kebahagiaan domestik ini menciptakan atmosfer optimal untuk membesarkan dan mendidik anak-anak.Interaksi antara ayah dan janin umumnya berpusat pada percakapan.
Setelah lahir, anak ini sering kali membentuk ikatan yang sangat kuat dengan ayahnya. Secara bersamaan, kemampuan intelektual dan perkembangan fisiknya sering kali melebihi teman sebayanya. Dampak seorang ayah yang bermain dengan janinnya sangat jelas, meskipun mekanisme pasti di balik efek ini masih belum dipahami dengan baik. Ayah yang akan menjadi ayah sebaiknya memanfaatkan kesempatan selama kehamilan untuk membangun ikatan ayah-anak yang sejati sejak dini, karena hal ini sangat mendukung perkembangan sehat janin.
PRE
NEXT