Makanan yang Harus Dihindari Saat Sakit Pilek
Encyclopedic
PRE
NEXT
Telur adalah makanan kaya protein. Tepatnya karena kandungan proteinnya yang tinggi, banyak orang percaya bahwa mengonsumsi telur saat pilek menambah beban pada tubuh, sehingga muncul anggapan bahwa telur harus dihindari saat sakit. Banyak yang mempertanyakan apakah mengonsumsi telur saat pilek atau demam dapat meningkatkan suhu tubuh, yang berpotensi memperburuk kondisi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan mereka yang menganggap telur sebagai suplemen nutrisi optimal. Jadi, apakah boleh makan telur saat pilek? Berikut penjelasannya.
Apakah boleh makan telur saat sakit flu?
Apakah boleh makan telur saat sakit flu? Pendapat online umumnya menyarankan untuk tidak melakukannya. Hal ini berasal dari keyakinan bahwa kalori yang dikonsumsi oleh penderita flu secara langsung menentukan kemampuan mereka untuk melawan virus flu dan mempercepat pemulihan. Telur terutama terdiri dari ovalbumin, protein lengkap dengan bioavailabilitas 99,7%.Oleh karena itu, mengonsumsi telur menghasilkan kalori tambahan, meningkatkan suhu tubuh, dan berpotensi memperburuk gejala demam.
Kekhawatiran ini tidak berdasar. Ahli menjelaskan bahwa suhu tubuh secara alami naik sedikit setelah makan. Hal ini terjadi karena oksidasi dan pemecahan makanan tidak hanya melepaskan energi panas yang terkandung di dalamnya tetapi juga meningkatkan laju metabolisme basal tubuh, merangsang produksi panas tambahan yang minimal.Mengonsumsi satu hingga dua telur per hari saat demam seharusnya tidak menjadi masalah.
Para ahli mencatat bahwa selama pilek dan demam, tubuh menghabiskan energi yang cukup besar, menyebabkan penurunan daya tahan dan nafsu makan. Kekurangan nutrisi dapat terjadi, sehingga suplementasi yang tepat dengan makanan kaya protein seperti telur dapat bermanfaat untuk pemulihan.
Perlu dicatat bahwa kesesuaian telur tergantung pada kondisi individu. Karena pilek dan demam dapat menyebabkan ketidaknyamanan gastrointestinal, dan telur sendiri sulit dicerna, mereka yang memiliki masalah pencernaan sebelumnya disarankan untuk mengurangi atau menghindari konsumsi telur.
Telur goreng tidak disarankan setelah terkena pilek.
Meskipun makan telur saat demam umumnya aman, metode memasak harus menghindari penggorengan atau penggorengan dalam minyak.Puding telur kukus atau sup telur lebih disarankan; hindari telur goreng atau telur orak-arik, karena makanan goreng dapat menimbulkan panas di perut dan sulit dicerna.
Dibandingkan dengan makanan kukus atau rebus, makanan goreng umumnya lebih sulit dicerna; namun, asupan energi selama demam sangat penting bagi pasien, menentukan apakah mereka memiliki daya tahan yang cukup untuk melawan penyakit.
Dari perspektif fisiologis, hipotalamus di dasar otak secara otomatis mengatur suhu tubuh. Ketika termostat ini naik secara sementara, demam terjadi; namun, ia juga mengontrol energi panas yang diserap dari makanan. Oleh karena itu, total kalori yang diperoleh dari makanan tidak memperburuk demam.
Penderita pilek sering mengalami penurunan fungsi gastrointestinal. Kedokteran Tradisional Tiongkok mengklasifikasikan pilek sebagai penyakit eksogen, yang terutama ditandai dengan hidung tersumbat, pilek, bersin, batuk, sakit kepala, dan demam.
Mengenai anggapan bahwa seseorang harus mengurangi konsumsi telur atau menghindari makanan tinggi protein seperti ikan, daging tanpa lemak, dan tahu selama demam, hal ini harus ditentukan berdasarkan kondisi spesifik pasien, penyebab demam, dan jenis demam.Secara umum, fungsi pencernaan terganggu selama pilek, sehingga sulit untuk mencerna dan menyerap lemak. Kelebihan minyak di kerongkongan dan tenggorokan juga menghambat pengeluaran sekresi. Ketika fungsi pencernaan terganggu, makromolekul yang tidak tercerna dengan baik dari makanan tinggi protein seperti telur, daging tanpa lemak, dan ikan dapat menembus mukosa pencernaan yang rusak, berpotensi memicu kondisi alergi tertentu.
Oleh karena itu, telur tidak sepenuhnya dilarang saat pilek dan demam; justru metode memasak yang harus diutamakan. Ini berarti menghindari telur goreng atau telur orak-arik. Selain itu, sebaiknya mengonsumsi lebih banyak sayuran dan minum jus buah atau air putih yang cukup. Perawatan kesehatan di musim dingin lebih mengutamakan makanan cair atau setengah cair yang ringan dan mudah dicerna, sambil menghindari makanan pedas dan berlemak.
Apakah sebaiknya minum lebih banyak air saat sakit?
Pandangan bahwa peningkatan asupan air mempercepat pemulihan dari pilek adalah saran yang umum. Namun, para ahli memperingatkan bahwa saran ini tidak sepenuhnya akurat.
Secara umum, flu disebabkan oleh infeksi virus atau infeksi bakteri sekunder, dan peningkatan asupan air dapat membantu menghilangkan toksin dari tubuh secara tidak langsung. Namun, peneliti Australia, setelah menganalisis data selama setengah abad tentang penyerapan cairan pada pasien dengan infeksi pernapasan, menemukan bahwa dalam banyak kasus, mengonsumsi air putih dalam jumlah besar tidak hanya gagal mempercepat pemulihan tetapi juga mengganggu fungsi tubuh lainnya.
PRE
NEXT