Buah apa yang sebaiknya dikonsumsi saat menderita pilek dan demam?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Pilihan buah juga tergantung pada situasi. Di bawah ini, kami uraikan buah-buahan yang cocok dikonsumsi saat flu atau demam.
Tingkatkan konsumsi buah saat pilek dan demam
Banyak orang yang mengalami pilek atau demam menghindari buah, menganggapnya dingin dan mentah, yang berpotensi memperburuk gejala. Hal ini tidak benar. Pilek dan demam menguras vitamin dan mineral tubuh (membutuhkan suplemen lebih banyak dari biasanya), dan sayuran serta buah adalah sumber utama vitamin dan mineral yang larut dalam air. Oleh karena itu, peningkatan konsumsi buah membantu proses pemulihan.
Buah apa yang sebaiknya dikonsumsi saat menderita pilek atau demam? Pilihan buah dapat disesuaikan dengan kondisi spesifik Anda.lendir kuning kental, sakit tenggorokan, urine kuning gelap, dan sembelit, disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan yang bersifat mendinginkan seperti pir salju, pisang, semangka, loquat, dan kiwi. Buah-buahan ini dapat membantu menghilangkan panas dan mengurangi peradangan.
Untuk pilek angin-dingin yang disertai dengan menggigil parah, kaku pada bahu, punggung, dan leher, nyeri umum, atau bahkan gejala kekurangan yang seperti diare dan ekstremitas dingin, konsumsi buah-buahan dengan sifat hangat atau netral seperti anggur, apel, persik, dan aprikot.
Buah apa yang sebaiknya dikonsumsi saat menderita pilek atau demam? Berikut beberapa rekomendasi:
1. Semangka
Semangka bersifat dingin dan manis, memiliki sifat yang dapat menghilangkan panas, meredakan panas musim panas, menghilangkan dahaga, dan memperlancar buang air kecil. Buah ini termasuk yang paling sering dikonsumsi selama musim panas. Saat pilek memburuk, dengan gejala seperti demam tinggi, dahaga, sakit tenggorokan, dan urine berwarna kuning gelap, mengonsumsi semangka secara tepat dapat meredakan gejala terkait dan mempercepat pemulihan.
Setelah demam tinggi dan keringat berlebihan, tidak makan atau minum dapat dengan mudah menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Disarankan untuk terlebih dahulu mengonsumsi semangka atau jus semangka segar, yang dapat membantu menurunkan demam, mengganti cairan tubuh, dan meredakan pembengkakan melalui efek diuretik. Pada musim panas yang panas, ketika anak-anak demam, merebus kulit semangka menjadi bubur atau merebus labu musim dingin dengan biji coix dalam air dapat meredakan panas musim panas, menghasilkan cairan, dan meningkatkan diuresis.
2. Pir
Pir memiliki sifat dingin dan rasa manis, yang dapat merangsang produksi cairan tubuh sambil menghilangkan panas dan melarutkan dahak. Buah ini memberikan bantuan yang signifikan untuk pilek angin-panas, demam dengan mulut kering, dan batuk dengan dahak. Kaya akan gula dan berbagai vitamin, pir mudah diserap oleh tubuh, merangsang nafsu makan, dan memiliki efek perlindungan pada hati.
Untuk pilek angin-panas, ambil satu buah pir segar, cuci bersih, potong menjadi potongan dengan kulitnya, dan rebus dengan gula batu dalam air untuk diminum. Ini memberikan hasil terapeutik yang sangat baik. Meskipun pir secara alami memiliki sifat membersihkan panas yang dapat meredakan batuk dan melarutkan dahak, sifat dingin alaminya membuatnya tidak efektif untuk batuk yang awalnya disebabkan oleh angin-dingin. Bahkan, hal ini dapat memperburuk batuk tersebut.Namun, merebus pir mengubah sifatnya, menjadikannya lembut dan cocok sebagai obat batuk yang efektif.
3. Kacang air
Kacang air adalah makanan berjenis dingin dengan sifat membersihkan panas, mengurangi peradangan, meningkatkan buang air kecil, meredakan sembelit, mendinginkan darah, dan detoksifikasi. Mereka membersihkan panas dan menghasilkan cairan sambil memberikan dukungan nutrisi, menjadikannya sangat cocok untuk pasien pada tahap awal demam.Secara nutrisi, kacang air kaya akan karbohidrat namun relatif rendah kalori. Mereka mengandung fosfor yang melimpah dan senyawa antibakteri 'nupharin', yang tidak hanya mendukung perkembangan tulang dan gigi tetapi juga mempercepat metabolisme gula, lemak, dan protein dalam tubuh. Selain itu, mereka memiliki efek penghambatan terhadap bakteri seperti E. coli.
Meskipun renyah dan lezat saat mentah, sebaiknya dicuci bersih dan dimasak sebelum dikonsumsi. Kacang air yang direbus memiliki rasa manis yang lebih kuat dan tekstur yang lebih baik. Saat dikonsumsi saat demam, mengombinasikannya dengan jus dari pir, akar teratai, atau akar bambu dapat meningkatkan efektivitasnya. Namun, ini tetap merupakan pendekatan diet tambahan; demam tinggi yang persisten atau gejala yang memburuk memerlukan perhatian medis segera.
PRE
NEXT