Kontraksi bukanlah hal yang perlu ditakuti – calon ibu harus tetap kuat
Encyclopedic
PRE
NEXT
Dengarkan pengalaman mereka yang pernah mengalaminya: berbagi pengalaman tentang kontraksi untuk mempersiapkan Anda
Yezimama: "Ketika saya masuk ke ruang bersalin, kontraksi saya sangat teratur, sekitar setiap 5-6 menit. Rasa sakitnya seperti punggung saya patah, disertai sensasi ingin buang air besar. Rasa sakit seperti itu, saya pikir, tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup."
Meizimama:Saya ingat kontraksi awal terasa seperti kontraksi dan relaksasi, hampir seperti kram, dengan sensasi berat tetapi tanpa rasa sakit yang jelas. Penderitaan yang sesungguhnya dimulai saat leher rahim saya membuka. Perut saya terasa keras seperti batu, dan saya kehilangan kendali sepenuhnya. Namun, melihat kembali sekarang, semuanya terasa bahagia."
Sebenarnya, kontraksi dapat muncul sebulan sebelum persalinan. Namun, hanya kontraksi yang menyakitkan yang menandakan dimulainya persalinan.
Kontraksi Musim Pertama: Kontraksi Palsu
Mulai sekitar minggu ke-28, ibu hamil mungkin sering merasakan perutnya mengencang dan mengeras secara bergelombang. Kontraksi ini tidak menyakitkan, terjadi dengan interval yang lama, dan tidak teratur. Ibu hamil, tetap tenang! Ini terjadi ketika bayi mulai turun dan rahim meregang sebagai respons. Persalinan sebenarnya masih beberapa waktu lagi—tidak perlu terburu-buru ke rumah sakit.Ibu hamil disarankan untuk tetap mengikuti pemeriksaan antenatal secara teratur. Jika detak jantung dan gerakan bayi tidak menunjukkan kelainan, mereka dapat menunggu dengan tenang.
Fase Kedua: Kontraksi Awal Persalinan
Saat persalinan mendekat namun belum dimulai, ibu hamil mungkin merasakan kontraksi yang terjadi pada interval yang semakin teratur, meskipun masih berjarak. Kontraksi ini dapat terjadi sekitar setiap 60 menit, setiap 40 menit, atau kadang-kadang setiap 20 menit, masing-masing berlangsung beberapa detik.
Ibu hamil mungkin mengalami ketidaknyamanan ringan pada perut, namun hal ini tidak seharusnya mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada tahap ini, penting untuk tetap tenang! Sensasi ini hanya menandakan rahim sedang mempersiapkan diri untuk persalinan. Atur kembali pikiran Anda, ulangi pengetahuan tentang persalinan.Ibu hamil mungkin merasakan ketidaknyamanan ringan di perut, tetapi hal ini tidak seharusnya mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pada tahap ini, penting untuk tetap tenang! Kontraksi ini hanyalah rahim yang mempersiapkan diri untuk persalinan. Atur pikiran Anda, ulangi pengetahuan tentang persalinan, kenali setiap tahap, dan pahami cara merespons—ini akan mencegah kepanikan selama persalinan. Jika kontraksi menjadi semakin kuat dan intervalnya semakin pendek, segera cari perawatan di rumah sakit.
Kontraksi Tahap Ketiga: Memulai Mekanisme Persalinan
Awalnya, kontraksi teratur terjadi setiap enam hingga tujuh menit, masing-masing berlangsung sekitar 30 detik. Seiring berjalannya persalinan, kontraksi semakin intens, lebih sering, dan berlangsung lebih lama, hingga leher rahim sepenuhnya terbuka. Ini menandai fase kontraksi paling intens sepanjang proses persalinan.
Tetap tenang! Ibu hamil sebaiknya menghindari kepanikan atau ketakutan berlebihan. Fokuskan pikiran pada bayi untuk mengalihkan perhatian dan menjaga ketenangan. Istirahatlah selama interval kontraksi dengan tidur, mengonsumsi makanan dan minuman, mendengarkan musik, atau bercakap-cakap.Selama kontraksi, ambil posisi berbaring miring jika memungkinkan dan bernapas menggunakan pernapasan perut untuk merilekskan perut. Jika kontraksi menjadi dua atau tiga menit sekali, atau jika Anda mengalami pecahnya air ketuban, pendarahan yang meningkat, atau rasa ingin buang air besar, segera hubungi dokter Anda.
Kontraksi Fase Keempat Persalinan
Pada fase ini, kepala bayi telah turun secara bertahap ke panggul dan, dengan kekuatan kontraksi, berputar dan meluncur menuju pembukaan saluran kelahiran.Kontraksi terjadi setiap 2 menit, masing-masing berlangsung hingga 50 detik. Rasa sakit mungkin begitu hebat sehingga Anda tidak merasakan jeda antara kontraksi, disertai dengan dorongan kuat untuk buang air besar.
Bagaimana ibu hamil dapat mengatasinya?
1. Kuasai teknik mendorong.Saat kontraksi dimulai, ambil napas dalam-dalam, tahan napas, dan dorong ke bawah dengan sekuat tenaga, seolah-olah sedang mengejan saat sembelit. Antara kontraksi, rileks sepenuhnya, bernapas dalam-dalam dengan suara "ha-ha". Hindari mengerahkan tenaga selama interval ini untuk menghemat energi untuk gelombang rasa sakit berikutnya.
2. Hindari berteriak, karena hal ini membuang energi tanpa membantu proses.
PRE
NEXT