Keputihan abnormal memerlukan kehati-hatian
Encyclopedic
PRE
NEXT
Vagina wanita adalah organ yang luar biasa, memiliki lingkungan unik yang biasanya lembap dan hangat, namun rentan terhadap pertumbuhan bakteri. Beberapa wanita mungkin mengalami pendarahan vagina di luar menstruasi, terkadang disertai dengan keputihan berdarah. Apa yang mungkin menjadi penyebabnya? Para ahli kini mengidentifikasi beberapa kondisi potensial.
1. Vaginitis Akut
Gejala utama meliputi keputihan berbau busuk, konsistensi cair atau bernanah, dan volume yang signifikan meningkat. Infeksi parah dapat menyebabkan bercak darah.Sepertiga polip serviks tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga mudah terlewatkan waktu pengobatan yang optimal. Namun, polip ini dapat dideteksi melalui pemeriksaan. Gejala utama meliputi cairan vagina berbau busuk, berwarna kuning dengan bercak darah, pendarahan ringan setelah hubungan seksual, dan dalam beberapa kasus, pendarahan yang sebanding dengan aliran menstruasi. Beberapa pasien mengalami cairan kuning, sementara sebagian kecil melaporkan cairan berbau busuk dengan bercak darah.Vaginitis senilis
Peningkatan signifikan pada keputihan, berwarna kuning pucat; pada kasus parah, keputihan menjadi bernanah dan bercampur darah.
4. Kanker serviks
Pendarahan ringan selama hubungan seksual, disertai peningkatan keputihan.
5. Endometriosis
Gejala utama meliputi pendarahan tidak teratur, periode menstruasi yang panjang pada wanita pra-menopause, dan pendarahan pasca-menopause pada wanita pasca-menopause.
Kelima kondisi ini mewakili penyebab potensial perdarahan vagina. Ahli kesehatan menyarankan wanita bahwa cairan vagina berfungsi sebagai indikator kesehatan vagina. Cairan vagina yang abnormal memerlukan perhatian khusus dan tidak boleh diabaikan, karena dapat menandakan gangguan ginekologi yang mendasar. Oleh karena itu, jangan meremehkan pentingnya cairan vagina yang abnormal.
PRE
NEXT