Kapan tepatnya sebaiknya mengonsumsi buah—sebelum atau setelah makan?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Seiring mendekatnya Tahun Baru, musim pesta dan berlebihan makan pun tiba, tak terhindarkan membawa makanan berlemak. Kedatangan buah terasa seperti penolong yang datang.Satu saat kita mendengar bahwa makan buah sebelum makan membantu penurunan berat badan, berikutnya bahwa mengonsumsinya saat perut kosong merusak lambung, dan kemudian bahwa makan buah setelah makan membantu pencernaan!
Jujur saja, ini melelahkan!
Jadi, kapan tepatnya waktu terbaik untuk makan buah agar membantu pencernaan dan menghindari gangguan lambung?
Jawabannya cukup jelas: jika Anda tidak memiliki masalah lambung sebelumnya dan tidak khawatir tentang kadar gula darah, kapan makan buah menjadi tidak sehat?Apakah makan buah saat perut kosong merusak lambung? Kekhawatiran ini terutama berasal dari ketakutan bahwa tanin dan keasaman buah dapat mengiritasi lambung! Namun, kecuali Anda menderita asam lambung berlebihan atau mengonsumsi buah yang kaya tanin seperti persik saat perut kosong, sebenarnya tidak perlu khawatir tentang hal itu merusak lambung Anda! Apakah makan buah setelah makan menghambat pencernaan?
Rumor menyarankan bahwa makan buah setelah makan menjebak buah di perut bersama makanan sebelumnya, berpotensi menyebabkan kembung atau sembelit! Pada kenyataannya, kecuali Anda makan berlebihan dan kemudian mengonsumsi buah dalam jumlah besar, situasinya tidak serumit itu.Buah terdiri principalmente dari air dan gula, yang diserap lebih mudah daripada protein dan lemak!
Apakah makan buah di malam hari menumpuk racun?
Ada anggapan bahwa buah yang dimakan di malam hari tidak tercerna, berpotensi menumpuk racun dan membebani perut dan hati.
Pandangan ini sama sekali tidak berdasar. Kapasitas pencernaan berkaitan dengan motilitas usus, bukan waktu makan. Jika jadwal kerja siang hari menghalangi konsumsi buah, silakan menikmatinya di malam hari.
Rekomendasi: Tidak ada larangan ketat mengenai waktu makan buah. Prioritaskan apa yang sesuai dengan Anda dan tubuh Anda, sesuai dengan gaya hidup Anda.
Pagi: Mengingat kebanyakan orang mengabaikan sarapan, mengapa tidak menikmati jeruk atau apel saat sarapan atau di tengah pagi?
Antara waktu makan: Saat lapar atau mengantuk, pilih buah daripada alternatif berkalori tinggi seperti teh susu, biskuit, atau kue. Buah memuaskan lapar sambil mencegah makan berlebihan!
Meskipun bermanfaat, konsumsi buah yang berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Kita semua menyadari nilai gizi buah—kaya akan vitamin, mineral, serat makanan, dan antioksidan yang menyehatkan seperti polifenol dan flavonoid. Namun, seperti makanan lainnya, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan!
Banyak orang memiliki kesalahpahaman bahwa buah tidak dapat menyebabkan kenaikan berat badan,Akibatnya, banyak orang menurunkan kewaspadaan dan mengonsumsi buah secara berlebihan!
Pedoman Diet China merekomendasikan konsumsi 200-350 gram buah segar per hari. Berat ini merujuk pada bagian yang dapat dimakan, tanpa kulit dan biji!
Sederhananya, ini setara dengan sekitar satu apel ukuran sedang ditambah satu jeruk mandarin!Jika menyajikan buah yang dipotong, batasi porsi harian tidak lebih dari satu wadah ukuran kotak makan siang! Tentu saja, jika Anda sangat menyukai buah, Anda boleh mengonsumsi lebih banyak, tetapi seimbangkan dengan mengurangi asupan makanan pokok!
Buah apa yang terbaik?
Adapun buah mana yang terbaik? Hal ini tidak perlu menjadi perhatian utama. Buah-buahan yang berbeda menawarkan manfaat nutrisi dan rasa yang unik! Pilihlah sesuai selera pribadi Anda!
Rekomendasi:Pilih buah musiman, variasi pilihan berdasarkan selera pribadi, dan gantilah jenis buah yang dikonsumsi! Alasan buah di luar musim tidak direkomendasikan bukan karena masalah kesehatan, tetapi—mereka mahal!
Jika Anda tidak suka makan buah, apakah minum jus boleh?
Pendekatan ini tidak direkomendasikan, karena memeras buah menyebabkan kehilangan nutrisi dan antioksidan tertentu—bahkan juicer berkualitas tinggi pun tidak bisa menghindari masalah ini!Selain itu, jus tidak mengandung nutrisi yang terkonsentrasi seperti buah utuh, namun tetap mengandung semua gula dan kalorinya! Misalnya, satu gelas jus jeruk segar membutuhkan sekitar 3-4 buah jeruk. Biasanya, makan satu buah jeruk membuat Anda merasa kenyang, sedangkan minum satu gelas jus jeruk tidak memberikan rasa kenyang meskipun mengonsumsi volume yang sama!
Rekomendasi: Dalam arti tertentu, jus menurunkan hambatan untuk mengonsumsi buah. Jika dikonsumsi dengan benar, jus memang bisa menjadi cara yang valid untuk makan buah! Jika Anda menyukai jus, pilihlah campuran buah dan sayuran buatan sendiri: jaga porsi buah dalam batas harian, dan konsumsilah buah utuh bersama sayuran, termasuk seratnya! Adapun minuman buah yang dijual di pasaran, tidak direkomendasikan—kebanyakan hanya air gula dengan kandungan buah minimal, jadi sebaiknya dihindari!
PRE
NEXT