Mencegah Kelainan Bawaan Janin dari Sumbernya
Encyclopedic
PRE
NEXT
Kelainan janin menimbulkan beban signifikan bagi keluarga dan masyarakat, sekaligus menimbulkan penderitaan mental dan fisik bagi ibu hamil. Mencegah kejadian semacam ini memerlukan penanganan akar masalah:
Pertama, pemeriksaan medis pra-nikah harus dilakukan dengan serius. Kondisi yang teridentifikasi melalui skrining—seperti hepatitis B dan infeksi menular seksual—dapat membahayakan kesehatan keturunan dan menyebabkan kelainan janin. Kehamilan hanya boleh dilanjutkan setelah pemulihan penuh.
Kedua, lakukan persiapan pra-konsepsi yang menyeluruh. Hindari kehamilan yang tidak direncanakan dengan memastikan konsepsi yang direncanakan dan dipersiapkan dengan baik. Lakukan tes yang diperlukan, seperti skrining virus rubella. Infeksi rubella dapat menyebabkan penyakit jantung bawaan dan ketulian pada janin, yang dapat dicegah melalui vaksinasi. Mengonsumsi tablet asam folat (misalnya Siliang) selama trimester pertama membantu mencegah defek tabung saraf.
Ketiga, hindari kehamilan selama musim semi dan musim dingin ketika aktivitas virus lebih tinggi. Tingkat kelainan janin jauh lebih tinggi pada kehamilan yang terjadi selama musim-musim tersebut dibandingkan dengan musim panas dan musim gugur.
Keempat, buat catatan kesehatan perinatal segera setelah kehamilan dan ikuti pemeriksaan rutin. Lakukan skrining sindrom Down antara minggu ke-14 hingga ke-20 dan pemeriksaan ultrasonografi sebelum minggu ke-28. Tes-tes awal ini dapat mendeteksi kelainan janin.
Kelima, cegah infeksi saluran genital. Infeksi ini terutama disebabkan oleh aktivitas seksual tanpa perlindungan. Oleh karena itu, praktikkan seks aman, cari pengobatan segera jika terinfeksi, dan konsultasikan dengan dokter segera jika Anda mengalami keputihan abnormal. Jangan menolak obat atau menghindari bantuan medis karena kehamilan.
PRE
NEXT