Urutan Pengenalan Makanan Padat
Encyclopedic
PRE
NEXT
Mengenai kategori makanan: Perkenalkan makanan dalam urutan berikut: karbohidrat (sereal) → sayuran → buah → makanan berbasis hewan. Mulailah dengan makanan berbasis sereal, termasuk opsi yang diperkaya zat besi (misalnya, bubur beras bayi yang diperkaya zat besi). Lanjutkan dengan puree/jus sayuran, diikuti oleh puree/jus buah. Akhirnya, perkenalkan makanan berbasis hewan seperti custard telur, ikan, unggas, daging cincang, atau serat daging.
Urutan yang direkomendasikan untuk makanan berbasis hewan adalah: puree custard telur, puree ikan (dibersihkan tulang dan duri secara menyeluruh), telur utuh (misalnya, custard telur kukus), daging cincang. Catatan: Jangan mengganti sereal beras bayi yang diperkaya zat besi dengan custard telur untuk suplementasi zat besi. Selain itu, hindari memperkenalkan makanan pendamping berbasis daging sebelum bayi mencapai usia enam bulan.
Mengenai jumlah: Perkenalkan makanan secara bertahap, mulai dengan porsi kecil untuk mencicipi atau mencoba setelah menyusui. Tingkatkan porsi seiring bayi beradaptasi.
Mengenai tekstur: Perkenalkan makanan dalam urutan berikut—pertama cairan (misalnya bubur beras, kaldu sayuran, jus buah), kemudian puree (misalnya bubur beras kental, puree sayuran, daging cincang, puree ikan, kuning telur), diikuti oleh makanan setengah padat (misalnya nasi lembut, mie yang dimasak dengan baik, irisan roti kukus kecil).
Waktu: Perkenalkan makanan cair (misalnya susu formula, bubur beras, puree sayuran) mulai usia 4 bulan. Perkenalkan makanan setengah padat (misalnya puree buah, kuning telur yang dihancurkan, puree ikan) mulai usia 6 bulan. Antara usia 7 dan 9 bulan, beralih dari makanan setengah padat ke makanan padat lunak yang dapat dikunyah (misalnya bubur mie, bubur sayuran dengan sayuran cincang).Pada usia 12 bulan, sebagian besar bayi dapat beralih ke pola makan yang didominasi oleh makanan padat pendamping.
PRE
NEXT