Apa yang harus dilakukan jika ada keputihan berdarah?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Keputihan adalah fenomena fisiologis yang terjadi setelah pubertas akibat perubahan tubuh, yang secara langsung mempengaruhi kesehatan fisik dan mental wanita. Perubahan warna, konsistensi, atau volume keputihan memerlukan perhatian. Kehadiran bercak darah dalam keputihan memerlukan perhatian khusus. Apa yang harus dilakukan jika keputihan mengandung bercak darah? Mengidentifikasi penyebab dasarnya sangat penting untuk pengobatan yang tepat.
Keputihan yang mengandung darah dapat berasal dari dua kategori utama: fisiologis dan patologis.
Fisiologis: Pendarahan ovulasi dapat menyebabkan keputihan berdarah, khususnya pendarahan tengah siklus. Ini merujuk pada pendarahan ringan yang terjadi antara dua periode menstruasi normal, mungkin disertai dengan tingkat ketidaknyamanan perut bawah yang bervariasi. Fenomena ini juga dapat terjadi selama kehamilan. Kasus-kasus ini termasuk dalam penyebab fisiologis keputihan berdarah.
Patologis: Kondisi seperti polip serviks, vaginitis akut, erosi serviks, vaginitis senilis, kanker serviks, fibroid rahim submukosa, dan kanker endometrium dapat disertai dengan keputihan berdarah.
Selain itu, adanya bercak darah dalam cairan vagina kadang-kadang dapat terjadi akibat pemasangan alat kontrasepsi intrauterin.
Jika bercak darah muncul dalam cairan vagina, perhatian khusus harus diberikan. Pemeriksaan medis segera sangat penting untuk menyingkirkan penyakit mendasar, terutama jika bercak darah terjadi setelah hubungan seksual, karena hal ini dapat menandakan potensi tumor ganas pada organ reproduksi.Saat mendeteksi keputihan berdarah, jangan mengonsumsi obat secara sembarangan, karena hal ini dapat memperburuk kondisi. Jika keputihan bersifat fisiologis, obat-obatan dapat mengubahnya menjadi patologis. Oleh karena itu, pemeriksaan dan pengobatan di rumah sakit di bawah pengawasan medis sangat penting.
PRE
NEXT