Langkah-langkah pencegahan untuk obesitas
Encyclopedic
PRE
NEXT
Bagi wanita, timbulnya obesitas tentu saja tidak tertahankan. Selain itu, individu obesitas juga menderita komplikasi kesehatan terkait. Namun, mengapa obesitas terjadi begitu sering? Langkah pencegahan harus diambil melalui pengelolaan diet untuk benar-benar mengurangi insidensinya dan mencapai berat badan sehat.
1. Asupan Kalori Total
Asupan kalori ini harus dikontrol antara 4200–8400 kJ (1000–2000 kcal) berdasarkan jenis kelamin dan tingkat aktivitas. Penurunan berat badan mingguan sebesar 0,5–1 kg disarankan, dan beralih ke asupan kalori pemeliharaan setelah berat badan mencapai atau mendekati tingkat normal. Pembatasan kalori yang cepat harus dihindari, karena dapat menyebabkan disfungsi fisiologis dan ketidaknyamanan fisik.Derajat pembatasan kalori umumnya ditentukan oleh tingkat keparahan obesitas. Individu dengan kelebihan berat badan biasanya diberikan 80–90% dari kebutuhan kalori harian mereka; mereka dengan obesitas sedang (kelebihan berat badan 30–40%) dapat menerima 70% dari kebutuhan kalori harian; dan mereka dengan obesitas berat (kelebihan berat badan 50% atau lebih) dapat diberikan 50% dari kebutuhan kalori harian.
2. Pengendalian Lemak
Dalam diet penurunan berat badan, lemak sebaiknya tidak melebihi 30% dari total kalori. Minyak goreng sebaiknya berupa minyak nabati yang kaya akan asam lemak tak jenuh. Asupan lemak hewani yang tinggi asam lemak jenuh—seperti daging berlemak dan lemak hewani—sebaiknya diminimalkan.
3. Pengurangan Karbohidrat
Karbohidrat dicerna dan diserap dengan cepat, merangsang sekresi insulin yang mempromosikan konversi gula menjadi lemak tersimpan. Mereka juga memberikan rasa kenyang yang buruk dan mudah memicu nafsu makan. Oleh karena itu, asupan karbohidrat harus dibatasi, terutama gula sederhana seperti sukrosa dan fruktosa, yang memiliki kemungkinan tinggi untuk diubah menjadi lemak dalam tubuh dan dapat meningkatkan kadar trigliserida darah. Ini harus dibatasi secara ketat.Secara umum, diet rendah karbohidrat direkomendasikan untuk penurunan berat badan, dengan asupan harian idealnya antara 100–200 gram, namun tidak kurang dari 50 gram untuk menghindari mobilisasi lemak berlebihan yang dapat menyebabkan ketoasidosis.
4. Kepatuhan terhadap diet rendah garam
Selama penurunan berat badan, asupan garam harian dapat dipertahankan pada 1–2 gram. Setelah berat badan stabil pada tingkat sehat, konsumsi garam dapat ditingkatkan menjadi 3–5 gram per hari. Pendekatan ini membantu mengurangi retensi air, mendukung penurunan berat badan, dan mencegah komplikasi terkait obesitas. Selain itu, individu obesitas sebaiknya menjaga pola makan yang sehat, termasuk makan porsi kecil dan lebih sering, serta menghindari makan malam yang berlebihan.
PRE
NEXT