Apakah obesitas meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer?
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Demensia paling sering menyerang individu di atas enam puluh tahun, disebabkan oleh berbagai faktor. Untuk mengurangi dampak demensia di usia lanjut, penting untuk memahami faktor penyebabnya dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang ditargetkan untuk mencegahnya.
Hindari kenaikan berat badan berlebihan setelah usia 70 tahun
Demensia adalah kondisi yang disebabkan oleh degenerasi otak. Gejalanya meliputi kehilangan memori, gangguan penilaian, dan penurunan kemampuan bahasa secara bertahap. Meskipun banyak faktor yang berkontribusi, penyebab utama dapat dibagi menjadi tiga kategori: penyakit Alzheimer (selanjutnya disebut AD); pecahnya pembuluh darah akibat stroke yang menyebabkan pasokan darah otak tidak cukup dan fungsi otak menurun;dan faktor lain termasuk depresi, malnutrisi, toksisitas obat, dan penyalahgunaan alkohol. Menjaga berat badan yang sehat sangat penting untuk mencegah demensia. Para ahli menegaskan bahwa pengelolaan berat badan dapat mencegah demensia dan meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut. Bagi individu di atas 70 tahun, setiap kenaikan satu poin pada Indeks Massa Tubuh (BMI) meningkatkan risiko mengembangkan demensia sebesar 36%. BMI adalah standar penilaian berat badan yang dihitung berdasarkan tinggi dan berat badan.Seorang wanita dengan tinggi 1,65 meter dan berat 70 kilogram memiliki BMI 25. BMI di atas 25 menandakan status kelebihan berat badan, sementara nilai di atas 30 diklasifikasikan sebagai obesitas. Dalam studi ini, wanita yang didiagnosis dengan penyakit Alzheimer pada usia 70 tahun memiliki rata-rata BMI 29. Sebaliknya, wanita yang tetap sehat selama periode studi memiliki rata-rata BMI 25.Obesitas dapat meningkatkan tekanan darah dan menyempitkan pembuluh darah, yang berpotensi menghambat aliran darah ke otak dan berkontribusi pada penyakit Alzheimer. Alternatifnya, jaringan lemak mungkin mengeluarkan zat-zat beracun bagi neuron, sehingga memicu penyakit tersebut.
Banyak faktor yang berkontribusi pada timbulnya penyakit Alzheimer, beberapa di antaranya tidak dapat dikendalikan (seperti usia) dan lainnya dapat dimodifikasi (seperti berat badan).
Selain itu, terlibat dalam aktivitas yang menstimulasi intelektual seperti catur, bridge, bermain alat musik, atau kegiatan mental lainnya dapat secara signifikan mengurangi insiden penyakit Alzheimer.
Pencegahan Dini Demensia
Orang berusia 65 tahun ke atas merupakan kelompok berisiko tinggi untuk penyakit Alzheimer. Kemungkinan mengembangkan kondisi ini meningkat seiring bertambahnya usia. Di antara mereka yang berusia 65 hingga 74 tahun, 3% terkena, meningkat menjadi 50% untuk mereka yang berusia 85 tahun ke atas.Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan gejala berikut, perhatian segera diperlukan:
Karena obesitas merupakan faktor utama yang berkontribusi pada timbulnya demensia, populasi lanjut usia harus menghindari penambahan berat badan berlebihan setelah usia 60 tahun. Menjaga berat badan yang sehat sangat penting untuk mengurangi kemungkinan mengembangkan demensia. Hanya dengan menghindari demensia, kita dapat sepenuhnya menikmati masa tua.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved