Apakah obesitas dapat menyebabkan infertilitas pada pria?
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Seiring meningkatnya standar hidup, pola makan dan gaya hidup telah membaik secara signifikan. Konsumsi makanan berlemak dan berkalori tinggi menjadi hal yang umum bagi banyak orang, berkontribusi pada meningkatnya prevalensi obesitas. Secara bersamaan, para ahli menyarankan bahwa obesitas mungkin menjadi faktor dalam infertilitas pria. Bagaimana tepatnya hal ini terjadi?Hari ini tim redaksi kami akan menjelaskan hal ini!
Penelitian medis modern menunjukkan obesitas berkontribusi pada infertilitas pria melalui dua mekanisme utama:
1. Obesitas dapat menyebabkan disfungsi seksual dalam berbagai tingkat;
2. Penumpukan lemak berlebihan pada individu obesitas menyebabkan penumpukan lemak berlebihan di skrotum. Penyebab spesifik infertilitas pria dijelaskan di bawah ini.
Bagaimana obesitas mempengaruhi infertilitas pria:
1) Isolasi termal: Lemak berfungsi sebagai isolasi, menghalangi proses pendinginan alami skrotum. Testis memerlukan suhu 1,5–2°C di bawah suhu tubuh; jika tidak, produksi sperma terganggu.
2) Kompresi: Lemak berlebih di skrotum menekan pembuluh darah tali sperma. Kompresi arteri menyebabkan iskemi testis, sementara kompresi vena menyebabkan kongesti testis. Kedua kondisi ini merugikan spermatogenesis dan merupakan penyebab infertilitas pria.
3) Melemahnya otot cremaster: Skrotum mengandung otot cremaster. Ketika otot ini berkontraksi, testis dapat bergerak naik turun, membantu aliran darah kembali dari vena spermatik. Lemak berlebih di dalam skrotum menghalangi fungsi normal otot cremaster. Seiring waktu, otot cremaster secara bertahap melemah dan menipis.
Oleh karena itu, disfungsi ereksi akibat obesitas, penurunan libido, dan efek spermisida secara kolektif merupakan penyebab infertilitas pada pria. Akibatnya, para ahli menekankan bahwa pengelolaan berat badan yang efektif untuk mencegah obesitas sangat penting dari perspektif kesehatan.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved