Merasa mengantuk dan lelah mungkin menandakan diabetes
Encyclopedic
PRE
NEXT
Merasa mengantuk dan lelah adalah hal yang umum dalam kehidupan sehari-hari, namun kadang-kadang hal ini dapat disebabkan oleh kondisi medis yang serius. Diabetes, misalnya, dapat menyebabkan kelelahan yang persisten. Di bawah ini kami uraikan gejala terkait diabetes dan penyakit lain yang dapat memicu kelelahan.
Kelelahan dapat menjadi tanda diabetes
Kelelahan hanyalah gejala, sering digambarkan sebagai "kurang energi," "lemah," "mengantuk," "kelelahan," atau "keletihan." Penyebabnya beragam, dan klasifikasinya bervariasi, meskipun umumnya dibagi menjadi kelelahan fisiologis dan kelelahan patologis.Secara sederhana, kelelahan fisiologis tidak disebabkan oleh penyakit, sedangkan kelelahan patologis berasal dari kondisi medis yang mendasarinya.
Dalam kondisi normal, glukosa berfungsi sebagai sumber energi utama tubuh. Namun, pada penderita diabetes, akibat kekurangan insulin absolut atau relatif, glukosa tidak dapat dimanfaatkan secara efektif. Akibatnya, tubuh kekurangan energi yang cukup, menyebabkan rasa lelah.Selain itu, pada diabetes, penyerapan asam amino yang berkurang oleh hati dan jaringan otot menyebabkan penurunan sintesis protein dan percepatan katabolisme. Hal ini mengakibatkan keseimbangan nitrogen negatif, yang menyebabkan gejala seperti penurunan berat badan, kelelahan, dan penurunan kemampuan perbaikan jaringan serta resistensi.
Selain itu, kelelahan pada pasien diabetes dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut:
1. Penyakit serebrovaskular: Seperti infark serebral, yang umum terjadi terutama pada kasus infark kecil. Pemindaian resonansi magnetik (MRI) otak dapat membantu diagnosis.
2. Hiperglikemia atau hipoglikemia: Fluktuasi parah kadar glukosa darah, seringkali akibat kontrol yang buruk, dapat mengancam nyawa dan dikonfirmasi melalui pemantauan kadar glukosa darah.
3. Ketidakseimbangan cairan, elektrolit, dan asam-basa: Pasien diabetes rentan terhadap asidosis atau hipokalemia, keduanya menyebabkan kelelahan dan dapat didiagnosis melalui biokimia darah dan analisis gas darah.
4. Neuropati perifer diabetes: Komplikasi umum diabetes, yang tidak hanya menyebabkan kelelahan tetapi juga gangguan sensasi permukaan. Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan tanda-tanda positif tertentu. Tes diagnostik meliputi elektromiografi dan studi kecepatan konduksi saraf.
Apa kondisi lain yang dapat menyebabkan kelelahan?
1. Gangguan endokrin: Termasuk diabetes mellitus, hipotiroidisme, hiperaldosteronisme primer dan sekunder, insufisiensi adrenal primer dan sekunder, hiperparatiroidisme primer dan sekunder, dan feokromositoma.
2. Gangguan neurologis: termasuk infark serebral, pendarahan serebral, sindrom Guillain-Barré, miastenia gravis, dan lesi sumsum tulang belakang.
3. Gangguan kardiovaskular: termasuk hipertensi, penyakit jantung koroner, penyakit jantung rematik, penyakit jantung bawaan, kardiomiopati, dll., yang semuanya dapat disertai dengan kelelahan.
4. Gangguan gastrointestinal: seperti sirosis, penyakit Crohn, kolitis ulserativa, wasir, dll.
5. Gangguan hematologi: termasuk anemia dengan berbagai penyebab, leukemia, anemia aplastik, sindrom mielodisplastik, limfoma, dan agranulositosis.
6. Gangguan ginjal: mencakup berbagai bentuk glomerulonefritis, pielonefritis, dan uremia.
7. Penyakit menular: Termasuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit, dan virus, seperti infeksi paru-paru, tuberkulosis, berbagai jenis hepatitis, influenza, echinokokosis hepatik, dan neurocysticercosis.
8. Cedera dan perdarahan: Termasuk luka kulit, luka bakar, cedera organ abdomen, patah tulang, cedera kepala, dan kondisi pasca operasi.
9. Tumor: Kelelahan dapat muncul pada semua sistem organ dan jenis tumor.
Oleh karena itu, jika Anda mengalami kantuk mendadak atau kelelahan, jangan abaikan hal tersebut. Untuk kesehatan Anda, segera lakukan pemeriksaan medis untuk menentukan apakah ada kondisi mendasar yang ada, sehingga dapat menghindari konsekuensi serius akibat penundaan pengobatan.
PRE
NEXT