Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Alergi terhadap Bahan Kosmetik Injeksi?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Di kalangan pecinta kecantikan, prosedur kosmetik injeksi saat ini paling populer. Dengan menyuntikkan berbagai filler, seseorang dapat memperbaiki depresi wajah atau tubuh, cekungan wajah akibat penuaan, atau kerutan statis. Selain itu, perawatan ini memperindah fitur wajah dan memperhalus kontur wajah atau tubuh. Meskipun bahan injeksi umum umumnya memiliki biokompatibilitas yang baik dan prosedur injeksi umumnya aman, reaksi alergi terhadap bahan tersebut tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan pada beberapa individu yang mencari peningkatan estetika.Lalu, apa yang harus dilakukan jika alergi terhadap bahan kosmetik injeksi?
Bahan injeksi umum meliputi asam hialuronat, toksin botulinum, kolagen, dan lemak autologus. Kecuali lemak autologus, semua bahan lain memiliki kemungkinan tertentu untuk menyebabkan reaksi alergi. Oleh karena itu, individu yang mencari perawatan semacam ini harus menjalani tes alergi sebelum injeksi pertama.
Perlu dicatat bahwa hialuronidase, yang merupakan preparat protein, juga memiliki potensi menyebabkan reaksi alergi.Oleh karena itu, demi alasan keamanan, hyaluronidase juga memerlukan tes kulit sebelum digunakan.
Reaksi alergi terhadap bahan suntik umumnya bersifat lokal dan ringan. Gejala umum meliputi pembengkakan, kemerahan, atau ruam di sekitar area suntikan. Dalam kasus yang parah, reaksi dapat meliputi syok, tekanan darah rendah, kesulitan bernapas, pembengkakan laring, atau urtikaria yang menyebar.
Oleh karena itu, individu yang ingin menjalani prosedur kosmetik harus menjalani tes kulit sebelum menerima perawatan suntik. Jika terjadi reaksi alergi, prosedur tidak boleh dilanjutkan. Selain itu, pemantauan ketat diperlukan setelah perawatan; setiap tanda reaksi alergi harus dilaporkan kepada tenaga medis.
Oleh karena itu, individu yang ingin menjalani prosedur kosmetik injeksi harus menjalani uji kulit terlebih dahulu. Jika terjadi reaksi alergi, prosedur tidak boleh dilanjutkan. Selain itu, pemantauan yang cermat diperlukan setelah perawatan; setiap tanda reaksi alergi harus dilaporkan kepada praktisi segera untuk penanganan yang tepat.
PRE
NEXT