Apa fungsi cuka? Membantu nafsu makan, pencernaan, dan penurunan berat badan
Encyclopedic
PRE
NEXT
Cuka banyak dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari sebagai minuman untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Manfaatnya beragam, dan beberapa ramuan tradisional terbukti sangat efektif. Apakah Anda tahu apa saja itu?
I. Cuka untuk Penurunan Berat Badan
Diet cuka pernah populer, dengan Jepang dan Taiwan mempromosikan kacang kedelai yang direndam dalam cuka. Diklaim bahwa mengonsumsi 10–20 kacang per hari dapat membantu penurunan berat badan. Alasan yang diajukan adalah cuka meningkatkan metabolisme dan mencegah penumpukan lemak. Namun, ahli gizi menampik hal ini, mencatat bahwa tidak ada penelitian yang meyakinkan untuk mendukung klaim tersebut.[5]
Beberapa ahli gizi menduga bahwa jika konsumsi cuka memang membantu penurunan berat badan, hal itu mungkin disebabkan oleh rasa kenyang dari minum cuka dalam jumlah besar, mengurangi nafsu makan terhadap makanan lain, atau mengganti camilan berkalori tinggi dengan kacang cuka, sehingga menurunkan asupan kalori secara keseluruhan.
Namun, metode penurunan berat badan ini tidak berkelanjutan. Kepatuhan jangka panjang berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi dan ketidakseimbangan, yang secara signifikan mengancam kesehatan. Weng Hui-ling memperingatkan bahwa sebaliknya, beberapa produk cuka—seperti minuman cuka buah—mengandung gula tambahan yang signifikan untuk meningkatkan rasa, sehingga memiliki kalori yang cukup tinggi. Konsumen disarankan untuk memeriksa daftar bahan untuk kandungan gula atau memeriksa label nutrisi untuk angka kalori dan karbohidrat. Oleh karena itu, efektivitas cuka untuk penurunan berat badan tetap dipertanyakan.
II. Cuka merangsang nafsu makan
Cuaca panas yang menyengat di musim panas seringkali mengurangi nafsu makan. Mengonsumsi hidangan dingin dan asam dapat membangkitkan kembali selera makan.Menggunakan cuka sebagai bumbu adalah salah satu cara sederhana. Misalnya, membuat saus vinaigrette dengan cuka dan minyak zaitun menawarkan alternatif rendah kalori dibandingkan saus Thousand Island. Mengaduk seafood dengan cuka, bawang putih cincang, dan serpihan cabai, atau mengasamkan mentimun, akar teratai, dan pare dalam cuka, dapat menjadi hidangan pembuka yang menyegarkan di musim panas.Ahli gizi merekomendasikan agar individu dengan penyakit kronis yang mengalami nafsu makan buruk, serta orang tua dengan persepsi rasa yang berkurang, mengonsumsi cuka secara moderat untuk mengatur nafsu makan dan meningkatkan kebiasaan makan. III. Cuka merangsang sekresi asam lambung dan membantu pencernaan Cuka secara umum dapat dikategorikan menjadi tiga jenis: cuka fermentasi, cuka sintetis, dan cuka putih.Cuka fermentasi dominan di China. Analisis ilmiah menunjukkan bahwa selain mengandung 5%-20% asam asetat, cuka ini juga mengandung asam amino dan berbagai asam organik seperti asam laktat, asam suksinat, asam oksalat, dan asam nikotinat, serta protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, dan mineral lain, vitamin B1, vitamin B2, gula, dan senyawa aromatik etil asetat.Cuka beras, yang diproduksi dari beras, memiliki konsentrasi tertinggi asam organik dan asam amino. Kedokteran modern mengakui efek terapeutik dan promotif kesehatan cuka dalam bidang-bidang berikut:
1. Meredakan kelelahan;
2. Menyeimbangkan pH darah untuk menjaga kestabilan internal relatif;
3. Membantu pencernaan dan mempermudah penyerapan nutrisi dari makanan;
4. Mencegah penuaan dengan menghambat dan mengurangi pembentukan peroksida selama proses penuaan;
5. Memiliki sifat antibakteri yang kuat mampu menghilangkan patogen usus seperti stafilokokus, E. coli, bakteri patogen, dan bakteri halofilik;
6. Meningkatkan fungsi hati dan mempercepat metabolisme;
7. Melebarkan pembuluh darah, membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah penyakit kardiovaskular;
8. Menguatkan fungsi ginjal, menunjukkan efek diuretik, dan mengurangi kadar glukosa dalam urine;
9. Mengubah lemak tubuh berlebih menjadi pengeluaran energi sambil mempromosikan metabolisme karbohidrat dan protein, sehingga mencegah obesitas;
10. Mengandung senyawa anti-kanker.
PRE
NEXT