Mengapa Jerawat Terus Kembali? Sepuluh Kebiasaan Buruk yang Dijelaskan
Encyclopedic
PRE
NEXT
Selama bertahun-tahun, metode apa saja yang telah kita gunakan bersama untuk mengatasi jerawat? Kamu harus mengakui bahwa jerawat telah menjadi teman setia kita sepanjang masa muda yang singkat.Kamu telah mencoba segala cara untuk menghilangkannya, namun jerawat tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghilang. Kamu mengeluh tentang "kulit berminyak" yang diberikan oleh Ibu Alam, tapi apakah penyebab sebenarnya adalah kebiasaan buruk yang kamu lakukan sendiri?Apakah salah satu kebiasaan buruk yang tidak disadari ini tepat sasaran?
Penyebab utama pertama: Mencuci wajah berlebihan
Meskipun pembersihan adalah dasar untuk kulit sehat, dua kali sehari (pagi dan malam) umumnya sudah cukup—jangan berlebihan. Para ahli memperingatkan: "Kulit memiliki fungsi regulasi sendiri. Jika terasa kering, kulit akan mengompensasi dengan memproduksi lebih banyak minyak untuk mengembalikan keseimbangan, menciptakan siklus yang merugikan.""Ingatlah bahwa mencuci berlebihan merangsang produksi sebum yang berlebihan, menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri. Pilihlah pembersih yang diformulasikan khusus untuk kulit berjerawat, seperti yang mengandung 2% asam salisilat.
Penyebab kedua: kebiasaan menyentuh wajah dan menumpukan dagu
Menumpukan dagu di tangan saat menggunakan komputer, kebiasaan menyentuh wajah, atau menekan ponsel ke pipi saat menelepon adalah kebiasaan yang merugikan. Tangan mengandung bakteri, dan tanpa mencuci tangan secara teratur, tindakan ini memungkinkan kotoran berpindah tanpa terkendali ke wajah, memicu jerawat.Solusi termudah adalah menghindari menggosokkan benda yang mengandung bakteri ke wajah. Bersihkan ponsel dan casingnya secara teratur untuk meminimalkan pertumbuhan bakteri.
Penyebab ketiga: Tidak membersihkan keringat dari wajah
Keringat mempercepat pertumbuhan bakteri. Meskipun sebagian besar bakteri berkembang biak di lingkungan alkali, kulit sehat mempertahankan pH asam ringan yang menghambat pertumbuhan bakteri.Namun, karena keringat bersifat sedikit alkali, tidak segera mengelapnya memungkinkan bakteri memanfaatkan situasi dan berkembang biak dengan bebas. Selain itu, keringat menetralkan keasaman lapisan pelindung kulit, melemahkan pertahanannya terhadap bakteri eksternal. Oleh karena itu, membersihkan wajah segera setelah berkeringat sangat penting untuk menjaga kebersihan.
Penyebab keempat: penggantian handuk dan seprai yang jarang
Baik itu handuk wajah, seprai, selimut, atau sarung bantal, barang-barang ini bersentuhan langsung dengan kulit yang sensitif. Jika tidak diganti secara teratur, meskipun terlihat bersih, mereka menampung banyak faktor pemicu jerawat yang tidak terlihat oleh mata telanjang, seperti tungau debu dan serpihan kulit.Ahli kulit merekomendasikan mengganti sarung bantal setiap minggu dan menggunakan handuk bersih setiap hari. Gunakan kain khusus kosmetik untuk membersihkan wajah, dan ganti setiap hari untuk mencegah penumpukan bakteri. Penyebab kelima: Bahan kosmetik yang memicu jerawat Apakah Anda benar-benar memahami produk yang Anda gunakan setiap hari di wajah?Kosmetik dapat dengan mudah menyumbat pori-pori dan memicu jerawat karena komponen kimianya, menjadikannya penyebab potensial. Berikut adalah panduan untuk mengidentifikasi bahan-bahan yang berpotensi memicu jerawat. (Bintang menunjukkan tingkat keparahan, dengan lebih banyak bintang menandakan risiko lebih tinggi untuk memicu jerawat.) Jika bahan-bahan ini terdapat dalam produk, mereka yang memiliki kulit rentan jerawat sebaiknya menghindari produk tersebut.
Penyebab keenam: Diet bercita rasa kuat
Ketidakseimbangan diet berperan signifikan dalam perkembangan jerawat. Konsumsi berlebihan makanan berlemak, gula, dan iritan seperti makanan pedas, goreng, asap, atau panggang, serta kopi, dapat memicu timbulnya jerawat.Mereka yang gemar mengonsumsi daging sering mengalami jerawat akibat masalah pencernaan. Makanan berlemak dan kaya protein yang terlalu lama berada di usus akan mengalami pembusukan, melepaskan zat beracun seperti hidrogen sulfida dan senyawa indol. Zat-zat ini diserap melalui dinding usus ke dalam aliran darah, merangsang produksi sebum berlebihan di kelenjar wajah dan memicu jerawat.Gangguan pencernaan yang abnormal mengganggu fungsi endokrin, menjadikannya penyebab utama lain di balik jerawat. Diet yang didominasi daging tanpa cukup buah dan sayuran mudah menyebabkan gangguan pencernaan. Untuk mengatasinya, seseorang tidak hanya perlu meningkatkan asupan buah dan sayuran tetapi juga mengonsumsi lebih banyak produk susu seperti yogurt dan susu.
Makanan apa yang memicu jerawat?
Makanan umum yang memicu jerawat dan komedo secara umum termasuk dalam kategori berikut:
1. Makanan laut: Ikan kakap kuning, ikan ekor rambut, ikan pomfret, udang, kepiting, ikan mas.
2. Unggas: Ayam, terutama ayam jantan dan angsa.
3. Ternak: Daging kepala babi, daging kambing.
4. Sayuran: Tunas bambu, daun mustard, ketumbar, bawang daun.
5. Buah-buahan: Persik, plum, cokelat, dll.
6. Lainnya: Makanan goreng dan hidangan hotpot.
Karena beberapa makanan dapat memicu jerawat, makanan lain secara alami bertindak sebagai penawarnya. Makanan berikut memiliki sifat untuk membersihkan panas, detoksifikasi, mengurangi peradangan, dan memperlancar buang air besar, sehingga membantu mencegah jerawat dan komedo:
1. Kacang hijau: Membersihkan panas dan detoksifikasi.
2. Bunga lili: Membersihkan panas paru-paru dan melembapkan kulit.
3.Bijih coix: Mengobati jerawat dan kutil kulit.
4. Bijih cassia goreng: Merangsang pergerakan usus dan mendetoksifikasi.
Penyebab ketujuh: Kualitas tidur yang buruk
Bagi kulit berminyak dan rentan jerawat dengan konstitusi panas-lembab, tidur sangat penting. Begadang dengan mudah memicu panas-lembab internal, dengan lapisan lidah kuning tebal yang muncul setelah malam tanpa tidur menjadi tanda klasik kondisi ini.Tidur larut malam yang berkepanjangan dapat menghasilkan kelembapan panas bahkan pada mereka yang tidak memiliki kondisi sebelumnya, apalagi pada mereka yang sudah rentan. Peningkatan signifikan pada pola tidur dan menjaga rutinitas teratur secara nyata mengurangi kelebihan minyak kulit yang persisten. Oleh karena itu, tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa tidur berfungsi sebagai pengering kelembapan terbaik, agen pembersih panas paling kuat, dan ramuan kecantikan ultimate.
Faktor kedelapan: Stres
Sama seperti konstitusi stagnasi qi, mereka yang rentan terhadap jerawat akibat kelembapan dan panas akan menemukan bahwa perasaan tertekan, mudah marah, atau gelisah yang terus-menerus menyebabkan leher, bahu, kulit kepala, dan wajah secara tidak sadar menegang. Seiring waktu, ketegangan ini menjadi sulit diatasi, sangat mengganggu upaya perawatan kulit.
Untuk menjaga kulit sehat, prioritaskan relaksasi dan pelepasan. Setiap kali Anda mengalami otot leher dan bahu yang kaku dan nyeri, kulit kusam, pori-pori membesar, atau "kekusaman" wajah yang terlihat, mulailah dengan mandi air panas. Lanjutkan dengan gua sha sepanjang meridian kandung kemih di punggung dan terapi cuping. Penting untuk memastikan semua bekas gua sha dan cuping telah hilang sepenuhnya sebelum mengulangi perawatan – berlebihan tidak disarankan.
Penyebab kesembilan: Wax rambut dan foundation paling sering menyebabkan jerawat
Wax rambut dan foundation umumnya menjadi masalah karena kandungan minyaknya yang berlebihan, yang mudah merangsang produksi sebum dan menyumbat pori-pori.Porus yang membesar: Secara umum, produk penata rambut seperti wax dan pomade bersifat berminyak dan dapat mengganggu sekresi sebum normal. Krim foundation, sebagai produk kosmetik penutup, seringkali berminyak atau berbasis minyak, sehingga mudah menyumbat pori-pori dan menghambat pengeluaran sebum secara lancar.
Kosmetik ini dapat dianggap sebagai pemicu jerawat. Penggunaan rutin lilin rambut atau pomade selama lebih dari setahun dapat meningkatkan risiko jerawat hingga 70%, terutama pada jenis kulit berminyak, sehingga memerlukan pertimbangan yang cermat dalam rutinitas perawatan kulit.
Selain itu, penggunaan kosmetik yang mengandung bakteri berlebihan, produk yang mengandung hormon, formulasi yang sangat iritatif, atau produk yang tidak sesuai dengan jenis kulit dapat memicu jerawat, menyebabkan peradangan folikel, atau memperparah jerawat yang sudah ada.
Penyebab kesepuluh: Sering mengonsumsi makanan cepat saji atau mie instan sebagai camilan malam
Makanan olahan seperti makanan cepat saji dan mie instan sangat mungkin menyebabkan sembelit. Seiring waktu, hal ini juga dapat menjadi penyebab jerawat, komedo, dan jerawat dewasa.
Poin-poin di atas merangkum sepuluh kebiasaan umum yang berkontribusi pada jerawat yang kambuh. Kami harap ini memberikan pemahaman yang jelas tentang penyebab dasarnya. Semoga Anda sehat dan bahagia.
PRE
NEXT