Orang tua harus tahu: 5 jenis obat yang berbahaya bagi kesehatan anak
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Anak-anak berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan. Sistem saraf, sistem endokrin, dan banyak organ mereka masih belum matang. Fungsi detoksifikasi dan ekskresi hati dan ginjal, serta penghalang darah-otak, belum sepenuhnya berkembang. Oleh karena itu, obat-obatan harus diberikan di bawah pengawasan dokter.
1. Berhati-hatilah dengan aspirin
Aspirin atau obat yang mengandung aspirin memberikan bantuan antipiretik dan analgesik yang efektif untuk pilek dan demam pada anak-anak. Namun, anak di bawah 12 tahun harus menggunakannya dengan hati-hati, karena dapat memicu sindrom Reye.Kondisi ini awalnya ditandai dengan demam, kejang, dan muntah berulang, yang dapat berkembang menjadi koma dan kerusakan hati. Seringkali salah didiagnosis sebagai ensefalopati toksik atau ensefalitis virus. Obat yang paling sering digunakan yang mengandung aspirin adalah APC (Compound Aspirin), yang juga mengandung kafein dan memiliki efek stimulan.Memberikan APC untuk menurunkan demam pada bayi dan anak-anak kecil sama dengan "menambah bahan bakar ke api", berpotensi menyebabkan kolaps akibat keringat berlebihan. Oleh karena itu, penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati.
2. Hindari Vitamin A
Vitamin A terkait dengan pertumbuhan tulang, mempromosikan pematangan kartilago. Vitamin A memperlambat proses pematangan sel kartilago epifisis.Namun, asupan vitamin A yang berlebihan dapat mengganggu perkembangan tulang, menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel kartilago. Hal ini mengakibatkan tulang menebal tanpa bertambah panjang, sehingga menghambat pertumbuhan tinggi badan anak. Makanan yang kaya vitamin A meliputi belut, jeroan babi, sapi, dan unggas, kuning telur, bayam, sayuran berdaun hijau, paprika hijau, jeruk mandarin, dan wortel.Hindari mengonsumsi kapsul flu cepat
Bayi dan anak-anak memiliki sistem saraf yang belum berkembang sepenuhnya dan fungsi detoksifikasi hati yang belum matang. Mengonsumsi kapsul flu cepat saat flu atau demam dapat memicu kejang, yang berpotensi menyebabkan trombositopenia atau bahkan kerusakan hati.
4. Hindari penggunaan sembarangan suplemen tonik
Banyak suplemen tonik tradisional Tiongkok mengandung hormon atau zat sejenis hormon. Anak-anak yang mengonsumsi suplemen ini dapat mengalami pubertas dini, yang merugikan perkembangan fisik mereka.
5. Hindari penggunaan antibiotik secara sembarangan
Antibiotik dapat merusak hati, ginjal, saraf pendengaran, dan bahkan sistem darah anak-anak. Selain itu, konsekuensi serius dari penyalahgunaan antibiotik adalah perkembangan resistensi bakteri. Seiring waktu, hal ini dapat membuat pengobatan tidak efektif dan bahkan membahayakan nyawa.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved