Individu yang peduli kecantikan harus merawat kulit mereka—hindari kesalahan fatal dalam membersihkan makeup
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Wanita yang peduli dengan mode memahami pentingnya membersihkan makeup, namun banyak yang tidak menyadari jebakan umum dalam rutinitas ini. Memang, terjebak dalam jebakan ini dapat merusak kulit secara signifikan. Di bawah ini, kami uraikan enam kesalahpahaman utama tentang membersihkan makeup – lihat apakah Anda pernah melakukannya.Menggunakan kapas atau tisu pembersih untuk membersihkan makeup
Sebagian besar kosmetik bersifat larut dalam minyak, terutama makeup tahan air. Oleh karena itu, menggunakan pembersih berbasis minyak untuk melarutkan minyak dapat membersihkan makeup secara menyeluruh tanpa merusak kulit. Namun, kapas atau tisu pembersih tidak mengandalkan minyak untuk melarutkan kotoran. Sebaliknya, mereka menggunakan pelarut organik yang kuat untuk membersihkan. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan pelarut ini menembus kulit, menyebabkan kekeringan, sensitivitas, kehilangan elastisitas, dan bahkan pembentukan kerutan.
Kesalahpahaman 2: Menggabungkan Penghapusan Makeup dan Pembersihan dalam Satu Langkah
Banyak pembersih wajah mengklaim dapat menghapus makeup ringan, menggoda beberapa wanita untuk melewatkan langkah dan hanya mencuci sekali, mengira itu sudah cukup. Pada kenyataannya, penghapusan makeup dan pembersihan adalah langkah perawatan kulit yang sepenuhnya terpisah dan tidak boleh digabungkan. Hal ini mirip dengan bagaimana produk sampo dan kondisioner 2-in-1 seringkali terbukti tidak efektif.
Kesalahpahaman Tiga: Melewatkan Pembersih Wajah Setelah Minyak Pembersih Makeup
Banyak yang mengira wajah mereka bersih setelah minyak pembersih makeup mengemulsikan menjadi emulsi putih. Ini salah. Setelah pembersihan makeup, ion logam berat, debu, dan kotoran lain tetap menempel di kulit. Kotoran ini memerlukan pembersihan dengan pembersih wajah yang tepat. Jika tidak, kotoran tersebut dapat menyumbat pori-pori dan berpotensi menyebabkan komedo tertutup seiring waktu.
Kesalahpahaman Keempat: Mencuci wajah secara berlebihan sama dengan pembersihan makeup yang efektif
Meningkatkan frekuensi mencuci wajah tidak bermanfaat. Meskipun dapat menghilangkan sisa makeup dan kotoran, hal ini juga menghilangkan minyak pelindung dan kelembapan kulit. Mencuci wajah berlebihan dapat membuat kulit terasa tidak nyaman.Jika Anda menggunakan makeup tebal atau maskara tahan air, jangan mengandalkan pembersih biasa saja untuk menghilangkannya. Pembersih standar tidak dapat melarutkan kosmetik berbasis minyak dan memiliki efektivitas pembersihan yang jauh lebih rendah.
Kesalahpahaman 5: Pembersih makeup biasa dapat menghilangkan makeup mata dan bibir
Area mata dan bibir yang sensitif memiliki kelenjar sebasea yang lebih sedikit dan memerlukan produk yang sangat lembut.Pembersih makeup untuk mata dan bibir tidak hanya membersihkan kotoran berminyak tetapi juga diformulasikan khusus untuk kulit sensitif – sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh pembersih makeup biasa. Kesalahpahaman 6: Menggunakan pembersih makeup tanpa memakai makeup Banyak iklan mengklaim bahwa karena polusi udara yang parah, pembersih makeup diperlukan bahkan tanpa memakai makeup.Tapi apakah ini benar-benar diperlukan? Polusi udara terutama terdiri dari kotoran yang larut dalam air seperti debu, partikel, dan sulfur dioksida, yang dapat dibersihkan secara efektif dengan pembersih wajah. Menggunakan pembersih makeup saat tidak memakai makeup adalah berlebihan dan dapat menyebabkan pembersihan berlebihan, menyebabkan sensitivitas dan kekeringan. Catatan: Jika Anda menggunakan tabir surya dengan SPF tinggi atau primer, pembersihan makeup tetap disarankan.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved