Mencintai celana jeans ketat dapat memperburuk nyeri haid: 6 teknik ajaib untuk meredakan kram menstruasi
Encyclopedic
PRE
NEXT
Siapa wanita yang tidak menginginkan kaki ramping dan tubuh yang proporsional? Baik yang berlekuk maupun yang mungil, kebanyakan lemari pakaian berisi beberapa pasang legging. Wanita secara umum setuju bahwa mengenakan legging secara instan membuat mereka merasa lebih rapi.
Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun legging nyaman dan stylish, mereka tidak boleh dikenakan sepanjang tahun. Kompresi yang berkepanjangan pada bagian bawah tubuh oleh celana ketat atau legging dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan! Salah satunya adalah memperparah kram menstruasi dan ketidaknyamanan saat menstruasi.
Banyak wanita memilih mengenakan legging selama menstruasi untuk mengurangi risiko kebocoran. Namun, pakaian yang terlalu ketat dapat menekan perut bagian bawah, mengganggu sirkulasi darah, dan berpotensi memperparah kram menstruasi dan ketidaknyamanan.Selain itu, gesekan dari celana ketat terhadap area perineum yang sensitif dapat menyebabkan pembengkakan dan peradangan di area tersebut. Lingkungan yang ketat dan tertutup juga dapat memicu pertumbuhan bakteri, meningkatkan risiko infeksi.
Lalu, apa yang harus dilakukan oleh wanita yang mengalami kram menstruasi?
1. Hindari diuretik
Banyak wanita percaya bahwa diuretik dapat mengurangi pembengkakan dan ketidaknyamanan menstruasi. Faktanya, diuretik menghilangkan mineral penting bersama dengan cairan. Sebaliknya, kurangi konsumsi zat seperti garam dan alkohol yang menyebabkan retensi cairan.
2.Jaga kehangatan
Menjaga kehangatan mempercepat sirkulasi darah dan merelaksasi otot, terutama di area panggul yang kram dan bengkak. Minum banyak air hangat, tempelkan bantalan panas atau botol air panas ke perut selama beberapa menit, atau gunakan batang moxa untuk menghangatkan perut bagian bawah.
3. Mandi mineral
Tambahkan satu cangkir garam dan satu cangkir soda kue ke air mandi.Rendam diri dalam air hangat selama 20 menit untuk membantu merelaksasi otot dan meredakan kram menstruasi.
4. Berolahraga
Terutama pada hari-hari menjelang menstruasi, berjalan kaki atau melakukan olahraga ringan lainnya akan membuat Anda merasa lebih nyaman selama menstruasi.
5. Lakukan yoga
Yoga juga memiliki efek menenangkan. Misalnya, berlutut dengan lutut ditekuk dan duduk di atas tumit.Jaga dahi menyentuh lantai dengan lengan lurus di samping tubuh. Pertahankan posisi ini hingga terasa tidak nyaman.
6. Mengonsumsi obat pereda nyeri
Saat nyeri menstruasi mulai terasa, konsumsi obat pereda nyeri bersama susu atau makanan. Obat pereda nyeri yang efektif akan bekerja dalam 20-30 menit, memberikan relaksasi tanpa nyeri hingga 12 jam.
Apa yang sebaiknya dikonsumsi untuk dismenore?
Selama 3–5 hari sebelum menstruasi, penderita dismenore disarankan untuk mengonsumsi makanan ringan dan mudah dicerna. Konsumsi makanan yang mudah diserap dan hindari makan berlebihan, terutama makanan mentah atau dingin. Makanan tersebut dapat merangsang kontraksi rahim dan tuba falopi, memicu atau memperparah nyeri menstruasi.
Setelah menstruasi dimulai, semua makanan mentah, dingin, sulit dicerna, dan iritan harus dihindari secara ketat, termasuk cabai, bawang mentah, bawang putih mentah, lada, dan minuman beralkohol keras. Selama periode ini, pasien dapat mengonsumsi makanan asam secara moderat, seperti sayuran acar atau cuka, karena rasa asam dapat membantu meredakan nyeri.
Selain itu, baik sebelum maupun setelah menstruasi, penderita dismenore sebaiknya menjaga gerakan usus yang teratur.Konsumsi madu, pisang, seledri, ubi manis, dan makanan sejenis sebanyak mungkin, karena sembelit dapat memicu dismenore dan memperparah nyeri. Suplemen vitamin Banyak pasien mengalami penurunan nyeri menstruasi yang signifikan setelah mengonsumsi vitamin dan mineral yang cukup setiap hari. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi suplemen multivitamin dan mineral, sebaiknya dosis rendah dan mengandung kalsium, dibagi menjadi beberapa dosis sepanjang hari.
Mengonsumsi suplemen kalsium, kalium, dan magnesium juga dapat meredakan nyeri menstruasi.
Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi kalsium mengalami nyeri menstruasi yang lebih ringan dibandingkan yang tidak. Magnesium sangat penting karena membantu tubuh menyerap kalsium dengan efisien. Pertimbangkan untuk meningkatkan asupan kalsium dan magnesium sebelum dan selama menstruasi.
PRE
NEXT