Hiccup yang persisten? Jangan khawatir—hilangkan dalam 10 detik saja
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Hiccup terjadi ketika saraf di batang otak, tulang belakang leher, diafragma, atau saluran pencernaan terstimulasi, memicu kontraksi spasmodik diafragma. Hal ini terutama umum terjadi setelah terpapar udara dingin, makan berlebihan, makan terlalu cepat, atau mengonsumsi makanan kering dan keras. Hiccup sementara seperti ini tidak dianggap patologis dan biasanya hilang dengan sendirinya dalam hitungan menit. Konsultasi medis umumnya tidak diperlukan.
1. Metode Air dan Membungkuk
Minum beberapa teguk air hangat, telan perlahan, sambil membungkuk ke depan pada sudut 90 derajat sebanyak 10–15 kali. Karena perut terletak dekat dengan diafragma, hal ini akan menghangatkan diafragma dari dalam. Membungkuk juga memijat diafragma bersama organ dalam, meredakan kejang, dan menghentikan hiccups.
2. Metode Tarik Lidah
Saat sendawa persisten, letakkan kain kasa bersih di atas lidah dan tarik perlahan ke luar dengan jari. Hal ini sering menimbulkan sensasi gas naik dari perut, yang secara alami menghentikan sendawa.
3. Menggunakan Teknik Pernapasan Dalam
Misalnya, jika sendawa terjadi saat makan, hentikan makan dan ambil beberapa napas dalam; ini sering menghentikan sendawa dalam waktu singkat.
Saat sendawa sering terjadi, tekan titik akupunktur "Shaoshang" di kedua sisi dengan jari, baik sendiri maupun dengan bantuan.Titik Shaoshang terletak di sisi radial dasar kuku jempol, sekitar 0,6 cm dari tepi kuku, di persimpangan antara daging putih dan merah muda. Tekan dengan kuat untuk menimbulkan rasa nyeri yang jelas. Pasien dapat bergantian tangan saat melakukan tekanan sendiri.
4.Metode menahan napas
Tahan napas selama 30–45 detik, atau letakkan sumpit bersih di mulut dan rangsang bagian belakang sepertiga langit-langit keras secara lembut. Ini akan segera menghentikan sendawa. Rangsangan pada langit-langit dengan sumpit memicu refleks muntah, menyebabkan pasien menahan napas secara tiba-tiba. Hal ini meningkatkan konsentrasi karbon dioksida di saluran napas, sehingga mengganggu refleks saraf yang bertanggung jawab atas sendawa.Namun, metode ini harus digunakan dengan hati-hati oleh individu dengan fungsi kardiopulmoner yang buruk.
Titik tengah: Titik ini terletak sedikit di belakang persimpangan langit-langit keras dan lunak. Memijatnya selama satu menit umumnya memberikan kontrol yang efektif terhadap sendawa.
5. Metode Kaget
Menepuk punggung penderita sendawa secara tiba-tiba saat mereka tidak mengharapkannya juga dapat menghentikan sendawa. Hal ini karena respons kaget, sebagai stimulus emosional yang kuat, diteruskan melalui korteks ke pusat subkortikal, menghambat kejang diafragma. Namun, individu dengan hipertensi atau kondisi jantung harus berhati-hati.
6. Metode Pernapasan Kantong Kertas
Letakkan kantong plastik kecil di mulut dan hidung, lalu ambil 3–5 napas dalam-dalam. Menghirup karbon dioksida yang telah dihembuskan secara berulang-ulang meningkatkan konsentrasinya dalam darah, sehingga mengatur dan menekan sendawa.
7. Metode Gula Sublingual
Konsumsi satu sendok teh gula tanpa air. Ini mungkin menghentikan sendawa dalam hitungan menit. Gula di mulut dapat mengubah impuls saraf, sehingga mencegah kontraksi intermiten otot diafragma.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved