Jerman Mendorong Kerjasama Antara Taman Kanak-Kanak dan Panti Jompo
Encyclopedic
PRE
NEXT
Berbeda dengan di China, kakek-nenek di Jerman jarang membantu dalam pengasuhan anak, dengan banyak lansia memilih panti jompo untuk masa tua mereka. Akibatnya, Jerman termasuk di antara negara-negara Eropa dengan jumlah panti jompo terbanyak, namun taman kanak-kanak tetap langka. Baru-baru ini, berbagai wilayah di Jerman meluncurkan inisiatif "Satu Lansia, Satu Anak", mendorong pendirian taman kanak-kanak di dekat panti jompo.
Jerman mendorong pendirian taman kanak-kanak di dekat panti jompo (Volksgesundheit.de)
Di panti jompo "Care and Residence" di Hamburg, 215 penghuni berusia 70 hingga 90 tahun berbagi lingkungan dengan 80 anak berusia enam bulan hingga enam tahun."Anak-anak seperti baterai kehidupan, memberikan energi baru bagi lansia," kata Schween, direktur panti jompo tersebut, kepada Life Times. Kehidupan di panti jompo bisa monoton, dengan banyak lansia merasa hidup mereka kehilangan makna. Bermain dengan anak-anak dan melakukan apa yang mereka bisa untuk mereka membuat lansia merasa "berharga". Schween juga menjelaskan bahwa meskipun orang sering menganggap lansia lebih suka ketenangan, mereka sebenarnya menikmati suasana yang ramai.Berpartisipasi dalam aktivitas bersama anak-anak melatih anggota tubuh mereka, merangsang kelincahan mental, mengusir kesepian, dan menumbuhkan optimisme. Statistik menunjukkan bahwa penghuni panti jompo "antar generasi" ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kesejahteraan mental dan kesehatan fisik dibandingkan dengan mereka yang tinggal di panti jompo tradisional. Jennifer, kepala taman kanak-kanak tetangga, mengatakan bahwa anak-anak kini menganggap lansia sebagai keluarga, menciptakan hubungan yang sangat harmonis.Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang bersekolah di taman kanak-kanak yang berdekatan dengan panti jompo memiliki keterampilan bahasa yang lebih baik dan rasa hormat yang lebih besar terhadap orang tua dibandingkan teman sebayanya di tempat lain. Dalam lingkungan perawatan terintegrasi ini, penghuni dan anak-anak berbagi aktivitas bersama—seperti latihan kelompok, permainan, dan sesi memasak—sementara pertemuan sosial rutin mencakup bernyanyi bersama dan membaca cerita.Beberapa fasilitas yang dilengkapi dengan baik bahkan menyelenggarakan jalan-jalan di hutan, outing, atau kunjungan ke museum untuk kedua generasi.
Saat ini, hampir seratus taman kanak-kanak di seluruh Jerman telah didirikan di samping panti jompo. Bapak Schült, seorang pejabat dari Kementerian Federal Urusan Keluarga, Lansia, Perempuan, dan Pemuda, memberitahu wartawan bahwa Jerman saat ini menghadapi kekurangan 200.000 tempat di taman kanak-kanak. Ia percaya panti jompo akan menjadi solusi utama untuk masalah ini di masa depan.
PRE
NEXT