Jika Anda menderita ascites hepatik, terapkan secara aktif 5 langkah ini untuk mencegah kondisi memburuk!
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Dalam beberapa tahun terakhir, insiden asites hepatik telah meningkat secara signifikan. Banyak pasien merasa bingung setelah didiagnosis dan terjebak dalam keadaan cemas. Sebenarnya, langkah pertama setelah menderita asites hepatik adalah bekerja sama secara aktif dengan pengobatan medis. Perawatan keperawatan yang teliti juga sama pentingnya. Pendekatan ganda ini dapat mencegah kondisi memburuk dan sangat membantu dalam pengelolaannya.
Bagaimana cara mengelola asites hepatik?
1.Hindari merokok dan konsumsi alkohol
Zat berbahaya dalam rokok berdampak buruk pada pembuluh darah, menyebabkan pasokan darah yang tidak memadai ke berbagai organ, termasuk hati. Selama metabolisme alkohol, zat bernama formaldehida diproduksi, yang secara langsung merusak sel-sel hati. Karena hati pasien asites sudah terganggu, merokok dan minum alkohol secara terus-menerus akan memperburuk kondisi. Oleh karena itu, pasien dengan asites hepatik harus menghindari keduanya.
2. Hindari obat-obatan yang merusak hati
Sebagai organ metabolik vital, hati memproses sebagian besar zat yang masuk ke tubuh, termasuk obat-obatan. Pasien dengan asites hepatik harus berhati-hati dalam penggunaan obat, terutama menghindari obat-obatan yang merusak hati seperti tetracycline, chloramphenicol, dan erythromycin, untuk mencegah kerusakan hati sekunder.
3. Mencegah infeksi
Pasien dengan asites hepatik umumnya memiliki daya tahan dan kekebalan tubuh yang lemah, sehingga rentan terhadap infeksi seperti peritonitis. Infeksi ini dapat memperburuk kondisi dan bahkan mengganggu hasil pengobatan. Oleh karena itu, pasien harus menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi, seperti penderita flu, dan segera mencari pengobatan jika terdeteksi infeksi.
4. Suplemen selenium
>Suplementasi selenium sangat penting bagi pasien dengan asites hepatik. Selenium, unsur trace esensial, meningkatkan kekebalan tubuh dan melindungi hati. Ia membantu memperbaiki sel-sel hati yang rusak sambil menetralkan radikal bebas, sehingga mengurangi risiko berbagai penyakit. Pasien disarankan mengonsumsi makanan kaya selenium, seperti tiram, udang kering, daging domba rendah lemak, dan barley.
5. Diet rendah garam
Pasien dengan asites hepatik harus mengikuti diet rendah garam. Konsumsi garam berlebihan dapat menyebabkan retensi air dan natrium, yang memperburuk asites. Selain itu, pasien harus mengonsumsi vitamin dan protein secara tepat, seperti susu, telur, dan sayuran, untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
Peringatan Penting
Bahkan setelah sembuh dari asites hepatik, perawatan harian tidak boleh diabaikan, karena kemungkinan kambuh sangat tinggi. Jika kambuh terjadi, pemeriksaan dan pengobatan di rumah sakit secara segera sangat penting. Selain itu, perawatan yang teliti selama pengobatan sangat krusial, dengan fokus pada pengelolaan diet, pencegahan infeksi, dan dukungan psikologis untuk mencegah pasien menolak pengobatan karena emosi negatif.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved