Cinta adalah sungai yang mengalir
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Terkadang, kamu mencari aku, menggenggam tanganku. Kedatanganmu yang tiba-tiba masih membuat hatiku berdebar. Namun, aku telah belajar mengenakan topeng untukmu sekarang—tidak hangat maupun dingin, tidak asin maupun tawar. Aku tertawa tanpa beban, dan air mata murahan itu tidak lagi jatuh.
Hanya setelah waktu yang lama berlalu, hanya ketika tidak ada lagi tempat untuk mundur, kita menyadari bahwa apa yang pernah kita buang dengan tangan kita sendiri tidak akan pernah bisa ditemui lagi di hari-hari berikutnya.
Aku masih percaya pada cinta, tetapi aku tidak lagi percaya bahwa cinta bisa abadi.
Kamu tiba-tiba mengingatkanku bahwa waktu yang kita habiskan bersama bisa dihitung dalam tahun-tahun.
Setelah berjalan bersama di jalan ini, kamu pun menjadi jalan yang telah aku lewati.
Aku tahu melupakan itu mudah—cukup alihkan pandanganmu, hentikan pikiranmu, lepaskan kenanganmu, dan itu akan memudar seperti langit setelah kembang api.
Hanya ketika kau melihat segala sesuatu dengan jelas, kau menyadari bahwa kehilangan membawa kedamaian yang lebih besar daripada kepemilikan.
Tidak ada yang tak terlupakan. Waktu akan menghapusmu—pertama wajahmu, lalu suaramu, akhirnya kata-katamu. Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti.
Kita tersebar begitu saja dalam angin waktu. Menoleh ke belakang, kita tak melihat jejak momen-momen bersama, meski dulu kita begitu erat berpegangan.
Dengan akhir dan perjalanan yang telah usai, berlama-lama terasa serakah, bahkan terhadap diri sendiri.
Kata-kata yang terkubur dalam bukan disembunyikan dengan sengaja; hanya saja, tak semua rasa sakit bisa diteriakkan.
Aku tidak menjauhimu, dan aku juga tidak menjauhi diriku sendiri.
Untukmu, aku hanya menyerah, tidak pernah melupakan.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved