Bagaimana cara menyelamatkan wawancara yang gagal?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Selama wawancara, kegugupan—bahkan ketakutan—dapat menyebabkan kesalahan. Kesalahan sangat umum terjadi. Kesalahan ini, pada gilirannya, memperburuk kecemasan, menyebabkan kinerja selanjutnya menurun hingga seseorang bahkan bisa menjadi tidak jelas. Jadi, bagaimana cara menangani kesalahan selama wawancara? Pertama, pahami sifat kesalahan dalam wawancara. Pertanyaan yang paling menantang jarang memiliki jawaban pasti; mereka terutama menguji kemampuan Anda.Cukup sampaikan pandangan positif Anda dengan jelas dan jawab sesuai dengan alasan Anda sendiri, menunjukkan kualitas komprehensif dan kemampuan luar biasa Anda. Kesalahan sesekali tidak akan menyebabkan penolakan langsung oleh pewawancara, jadi tidak perlu panik. Kedua, segera nilai apakah kesalahan tersebut dapat diperbaiki.Jika Anda memberikan jawaban yang salah, tahanlah keinginan untuk terus mencari kesempatan memperbaikinya atau menjelaskan mengapa jawaban sebelumnya tidak memadai, dalam upaya membuktikan kompetensi Anda. Dengan pertanyaan yang berurutan, calon sering kali terfokus pada kelemahan jawaban sebelumnya saat mencoba menjawab pertanyaan baru, sehingga gagal menjawab pertanyaan baru secara efektif. Oleh karena itu, jika Anda menilai perbaikan tidak mungkin, jangan terpaku padanya. Sebaliknya, segera lanjutkan dan jawab pertanyaan berikutnya dengan tenang.Ketiga, bahkan ketika yakin dapat memperbaiki kesalahan, seseorang harus menggunakan metode yang tepat. Secara khusus, teknik-teknik berikut ini dapat digunakan untuk memperbaiki kesalahan selama wawancara: 1. Memperbaiki kesalahan secara langsung. Ketika menyadari kesalahan, hadapi dengan jujur daripada mengabaikannya demi menjaga penampilan. Pendekatan paling efektif adalah mengulang poin tersebut dengan benar.Baik itu kalimat yang canggung, ungkapan yang tidak jelas, atau slip lidah, memperbaikinya secara alami akan mendapatkan pemahaman dari pewawancara. 2. Mengubah kesalahan menjadi hal positif. Setelah menyadari kesalahan, jika calon dapat memberikan penjelasan yang masuk akal untuk kesalahannya, asalkan penjelasan tersebut valid, hal ini juga dapat menjadi bentuk pemulihan.Misalnya, saat membahas fenomena seperti lulusan universitas yang bekerja sebagai tukang daging atau pembantu rumah tangga, jika kandidat bermaksud fokus pada perubahan sikap terhadap pekerjaan, pasar kerja yang berubah, atau tekanan pekerjaan yang meningkat, tetapi malah memulai dengan menyatakan bahwa itu adalah pemborosan talenta, mereka tidak perlu panik. Mereka dapat menjadikan pemborosan talenta sebagai poin utama, sementara pandangan lain dianggap sebagai argumen pendukung. Pendekatan yang konsisten ini menghasilkan hasil yang memuaskan.III. Mengubah Kesalahan Menjadi Kebenaran. Saat menjawab pertanyaan, jika terjadi kesalahan, terkadang kesalahan tersebut dapat diperbaiki dengan menyesuaikan makna atau mengubah nada. Dengan pemikiran cepat dan penyesuaian yang tepat waktu, koreksi dapat dilakukan secara mulus. Misalnya, setelah menyebutkan serangkaian praktik korupsi, calon peserta bermaksud mengatakan, "Kami sama sekali tidak boleh membiarkan fenomena semacam ini berlanjut," tetapi malah mengatakan, "Kami memperbolehkan fenomena semacam ini ada."Mengakui kesalahan secara langsung dan mengulang pernyataan yang benar akan kontraproduktif. Dalam situasi seperti itu, memperbaiki kesalahan dengan membangun di atasnya adalah pendekatan optimal. Calon dapat melanjutkan secara mulus dari "Kami memperbolehkan fenomena semacam itu ada" dengan menambahkan, "sebagai kejahatan terhadap rakyat." Metode koreksi ini mengalir secara alami dan tampak sepenuhnya mulus.Memperbaiki kesalahan selama proses wawancara yang penuh tekanan bukanlah hal yang mudah, sehingga calon harus berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kesalahan. Untuk meminimalkan kesalahan, persiapan yang matang sangat penting. Akumulasi pengetahuan sehari-hari tidak dapat diabaikan, dan pelatihan intensif sebelum ujian sangat dianjurkan. Di bawah bimbingan ahli, calon dapat meningkatkan keterampilan mereka secara komprehensif, sehingga mengurangi kesalahan selama wawancara. Bahkan jika kesalahan terjadi, mereka dapat diperbaiki dengan cepat dan ditangani dengan tenang.
PRE
NEXT