Apa Saja Penyebab Obesitas?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Musim gugur telah tiba, membawa fluktuasi suhu yang signifikan antara pagi dan malam yang mengharuskan penyesuaian pakaian yang tepat. Kesalahan kecil dalam berpakaian dapat menyebabkan gejala pilek. Pilek umum terjadi di musim gugur; udara kering dan fluktuasi suhu melemahkan daya tahan tubuh, membuat seseorang rentan terhadap pilek. Tapi tahukah Anda, para pembaca, bahwa pilek juga dapat berkontribusi pada penambahan berat badan? Jadi, apa saja penyebab obesitas?
1. Pilek:Virus dapat meningkatkan lemak
Peneliti menemukan bahwa virus penyebab pilek dan sakit tenggorokan dapat menyebabkan obesitas dengan meningkatkan sel lemak dalam tubuh secara cepat.
2. Diet: Asupan kalori berlebihan
Diet tetap menjadi faktor krusial yang memengaruhi berat badan. Kebanyakan orang mengalami kenaikan berat badan karena mengonsumsi lebih banyak kalori dari makanan daripada yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu, mengurangi asupan makanan dan meningkatkan aktivitas fisik tetap menjadi pendekatan efektif untuk penurunan berat badan.
3. Genetika: Variasi genetik yang terkait dengan berat badan lebih tinggi
Ilmuwan Inggris telah mengidentifikasi variasi genetik yang mengatur tingkat lemak tubuh. Individu yang membawa variasi ini memiliki berat badan rata-rata 1,2 kilogram lebih tinggi daripada yang tidak memilikinya.
4. Lingkaran sosial: Obesitas dapat menular
Jika teman-teman seseorang kelebihan berat badan, kemungkinan mereka menjadi obesitas meningkat sebesar 57%.Alasan di balik hal ini terletak pada bagaimana memiliki teman atau kerabat yang kelebihan berat badan mengubah persepsi seseorang tentang berat badan yang dapat diterima, yang pada gilirannya memengaruhi kebiasaan makan dan gaya hidup.
5. Hormon: Mengendalikan Rasa Lapar
Penelitian menunjukkan adanya leptin, yang juga dikenal sebagai faktor anti-obesitas, yang merupakan hormon utama yang mengurangi rasa lapar dan mengatur preferensi makanan kita.Orang yang kekurangan leptin akan menginginkan semua jenis makanan dan mengonsumsi dalam jumlah besar, akhirnya menjadi obesitas parah. 6. Kurang Tidur: Risiko Obesitas Tertinggi Orang yang tidur kurang dari empat jam sehari memiliki risiko obesitas 73% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur cukup. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur juga memiliki tingkat faktor pemicu nafsu makan yang lebih tinggi.
7. Pendingin Udara: Gangguan Mekanisme Termoregulasi
Pendingin udara menjaga kita dalam lingkungan suhu konstan, menghilangkan kebutuhan tubuh untuk mengatur panas. Namun, dalam kondisi dingin, tubuh secara otomatis membakar lemak untuk tetap hangat; dalam cuaca panas, nafsu makan secara alami berkurang. Bagi individu yang menggunakan pendingin udara, mekanisme termoregulasi ini terganggu, membuat mereka lebih rentan terhadap obesitas.
Poin-poin di atas menggambarkan penyebab utama kenaikan berat badan. Wanita yang ingin menurunkan berat badan sebaiknya memperhatikan faktor-faktor ini. Dari perspektif pengobatan tradisional Tiongkok, kelembapan yang tertahan dalam tubuh juga dapat menyebabkan obesitas. Jika Anda sering merasa lelah, mengalami pencernaan yang buruk, namun tetap mengalami kenaikan berat badan, disarankan untuk berkonsultasi dan mendapatkan pengobatan dari praktisi TCM.
PRE
NEXT