Enam belas penyebab infertilitas pria dan lima poin kunci untuk pencegahan
Encyclopedic
PRE
NEXT
Kemandulan pada pria tidak hanya menyebabkan penderitaan bagi pria yang terkena, tetapi juga bagi keluarga mereka. Faktor apa saja yang berkontribusi terhadap kemandulan pada pria, dan bagaimana pria dapat mencegahnya?
1. Makan malam dengan lilin
Lilin, terutama yang beraroma, melepaskan partikel berbahaya seperti timbal dan merkuri, yang dapat mengganggu sintesis androgen dan produksi sperma di testis.
2. Makanan cepat saji
Makanan cepat saji sering mengandung banyak produk kedelai. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek estrogenik, yang berpotensi memicu masalah reproduksi pada pria.
4. Makan berlebihan
Peneliti di Atlanta, AS, menemukan bahwa makan berlebihan dapat merusak kualitas sperma pada pria.
5. Konsumsi kopi
Kopi merusak motilitas sperma, membuatnya kurang aktif. Para ilmuwan oleh karena itu menyarankan untuk mengonsumsi kopi secara moderat.Konsumsi seafood: Polusi industri di lautan menyebabkan seafood sering mengandung tingkat merkuri yang berlebihan, zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan reproduksi. 6. Merokok dan konsumsi alkohol Studi menunjukkan bahwa pria yang merokok secara teratur tiga kali lebih mungkin mengalami infertilitas dibandingkan non-perokok. Pecandu alkohol kronis dapat mengalami atrofi testis, yang menyebabkan penurunan kualitas sperma.
7. Kemasan makanan
Ilmuwan reproduksi Jerman menemukan bahwa penurunan jumlah sperma global mungkin terkait dengan zat kimia bernama phthalate.Bahan ini digunakan secara luas dalam ratusan produk, termasuk mainan, kemasan makanan, lantai vinil, wallpaper, pembersih, pelumas, cat kuku, semprotan rambut, sabun, sampo, lapisan kaleng makanan, dan botol susu serta air mineral yang dapat didaur ulang.
8. Bar Oksigen
Individu sehat, terutama pria usia reproduksi, dapat mengalami gangguan fungsi testis dan metabolisme sperma saat terpapar tingkat oksigen melebihi kebutuhan fisiologis.
9. Penggunaan Sauna
Pembentukan sperma memerlukan suhu konstan 34–35°C, sedangkan lingkungan sauna jauh melebihi rentang optimal ini.
10.Mengenakan celana ketat
Pakaian ketat seperti jeans dapat meningkatkan suhu testis dan menghambat sirkulasi darah di skrotum, mengganggu produksi dan viabilitas sperma.
11. Kosmetik
Beberapa pria secara santai menggunakan kosmetik wanita untuk perawatan kulit. Beberapa produk yang diformulasikan untuk wanita mengandung estrogen, dan penggunaan jangka panjang dapat merusak kesehatan reproduksi pria.
12. Penggunaan ponsel yang berlebihan
Meskipun kesimpulan ini belum mendapat kesepakatan universal, tidak dapat dipungkiri bahwa pria yang menggunakan ponsel secara intensif memiliki kapasitas reproduksi yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak menggunakan ponsel.
13. Laptop
Panas yang dihasilkan oleh laptop saat beroperasi dapat menghambat produksi sperma.
14. Mengemudi
Mengemudi secara terus-menerus selama lebih dari dua jam cukup untuk merusak kualitas sperma pria.
15. Polusi suara
Studi terbaru menyarankan bahwa bahan kimia lingkungan, termasuk polusi suara, dapat mengganggu fungsi endokrin dengan meniru hormon.
16. Polusi lalu lintas
Emisi kendaraan mengandung banyak zat berbahaya. Paparan jangka panjang tidak hanya mempengaruhi kesehatan reproduksi tetapi juga dapat meningkatkan insiden penyakit seperti tumor.
Metode untuk mencegah infertilitas
1) Hindari bersepeda, naik motor, naik becak, atau berkuda secara berlebihan.
Aktivitas ini sering menyebabkan tegangan kronis dan kongesti pada prostat dan kelenjar seks tambahan, mengganggu fungsinya, memperburuk peradangan kronis, dan memengaruhi kesuburan.
2) Hindari mandi air panas secara berlebihan.
Produksi sperma di testis memerlukan lingkungan yang 1–1,5°C lebih dingin dari suhu tubuh normal (37°C). Studi menunjukkan bahwa berendam dalam air bersuhu 43–44°C selama 20 menit setiap hari selama tiga hari berturut-turut dapat menurunkan kepadatan sperma di bawah 10 juta/ml pada individu yang sebelumnya normal, dengan efek yang bertahan hingga tiga minggu.Penelitian terbaru tentang "kontrasepsi termal" didasarkan pada prinsip ini. Oleh karena itu, mandi air panas yang sering atau lama tidak cocok untuk pasien infertil dengan jumlah atau motilitas sperma rendah. Secara alami, 1–2 mandi air panas singkat per minggu tidak menjadi masalah.
3) Hindari malnutrisi dan ketidakseimbangan gizi.
Produksi sperma memerlukan bahan baku, sehingga spermatogenesis erat kaitannya dengan status gizi.Hal ini tidak memerlukan konsumsi kura-kura atau belut. Namun, mengonsumsi daging tanpa lemak, telur, ikan, dan sayuran untuk memastikan asupan protein, vitamin, dan mineral yang cukup sangat penting. Mereka yang memiliki pola makan tidak seimbang rentan mengalami kekurangan gizi. 4) Hindari aktivitas seksual yang berlebihan atau terlalu sering. Aktivitas seksual yang moderat memberikan kenikmatan dan manfaat bagi kesehatan fisik dan kesejahteraan.Namun, kesenangan yang tidak terkendali tanpa moderasi dapat menyebabkan kongesti berkepanjangan pada organ reproduksi, meningkatkan risiko kondisi seperti prostatitis, pembesaran prostat, disfungsi ereksi, dan ejakulasi dini. 5) Hindari depresi mental dan kelelahan berlebihan. Depresi dan kelelahan dapat mengganggu fungsi seksual dan spermatogenesis.
PRE
NEXT