Penggemar makanan pedas, waspadalah terhadap prostatitis
Encyclopedic
PRE
NEXT
Bagi pria, prostatitis sama umum seperti flu biasa, mempengaruhi 35%–50% pria pada suatu titik dalam hidup mereka. Prostat adalah kelenjar tambahan berbentuk kerucut terbalik, terletak di antara kandung kemih dan otot dasar panggul, mengelilingi uretra.
Tiga kelompok yang paling rentan terhadap prostatitis
1. Mereka yang duduk dalam waktu lama
Banyak pengemudi dan pekerja kantoran jarang bergerak setelah duduk, kecuali untuk ke toilet.Hanya 30% yang bergerak saat merasa tidak nyaman, sementara hanya 10% yang berdiri setiap setengah jam. Gaya hidup sedentari ini menyebabkan kongesti panggul dan mengganggu sirkulasi darah di daerah genital. Ditambah dengan kebiasaan mengonsumsi makanan pedas, dehidrasi, dan penahanan urine yang sering, hal ini dapat menyebabkan prostatitis, sistitis, dan kondisi lain.
2. Mereka yang menyukai makanan pedas
Bahan-bahan stimulan seperti bawang daun, bawang putih mentah, cabai, dan lada dapat mengiritasi prostat dan uretra. Konsumsi makanan pedas dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah prostat, pembengkakan, atau penurunan resistensi, yang memicu proliferasi flora bakteri lokal. Hal ini dapat memicu prostatitis akut atau memperburuk gejala kronis.
3. Individu yang sering begadang
Malam tanpa tidur dapat merusak prostat secara serius, karena kurang tidur secara signifikan melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat prostat rentan terhadap invasi bakteri. Selain itu, kombinasi begadang dengan merokok, konsumsi alkohol, penggunaan internet yang berlebihan, dan gaya hidup sedentari memperparah dampak negatifnya.
Bagaimana pria dapat melindungi prostat mereka?
1. Terapkan gaya hidup sehat
Masalah prostat pada pria umumnya terbagi menjadi dua kategori: prostatitis kronis, umum terjadi pada pria muda dan dewasa, dan hiperplasia prostatik jinak (BPH), yang mempengaruhi lebih dari 90% pria lanjut usia. "Kedua kondisi ini sepenuhnya berbeda, namun memiliki satu kesamaan penting: menjaga gaya hidup sehat sangat penting untuk meredakan atau mencegah perkembangan penyakit.Ini termasuk menghindari duduk terlalu lama, membatasi konsumsi alkohol, menghindari makanan pedas, dan tidak menahan keinginan untuk buang air kecil. Konstipasi atau diare harus segera diobati. Kedokteran tradisional Tiongkok berpendapat bahwa konsumsi alkohol berlebihan dan makanan yang mengiritasi dapat menimbulkan kelembapan panas internal, yang menumpuk di organ reproduksi, menyebabkan kongesti dan peradangan prostat.
2. Berolahraga untuk meningkatkan kekebalan tubuh
Penelitian terkini menunjukkan korelasi antara fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan prostat. Kondisi seperti pilek atau paparan suhu dingin dapat memicu masalah prostat. Oleh karena itu, pria disarankan untuk berolahraga secara teratur untuk meningkatkan ketahanan fisik dan menghindari pilek atau kedinginan, yang penting untuk pencegahan penyakit prostat.
3. Mengonsumsi biji labu dan kacang walnut
Medis tradisional Tiongkok sangat menekankan pada suplemen makanan, dan perlindungan prostat tidak terkecuali. TCM berpendapat bahwa ginjal menyimpan esensi, mengendalikan fungsi reproduksi serta kandung kemih dan buang air kecil. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yang menyehatkan ginjal sangat bermanfaat bagi prostat.Biji labu dan kacang walnut tidak hanya baik untuk menguatkan ginjal; biji labu juga memiliki sifat diuretik, sementara kacang walnut membantu kelancaran pencernaan. Oleh karena itu, seiring bertambahnya usia, pria disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak biji labu dan kacang walnut untuk mengisi kembali energi ginjal yang kurang.
Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, banyak obat untuk kondisi prostat telah mengintegrasikan ekstrak serbuk sari. Para ahli menyarankan pria juga dapat memperoleh manfaat dari mengonsumsi serbuk sari, terutama serbuk sari rapeseed dan serbuk sari gandum telanjang. Karena madu mengandung esensi serbuk sari, pria tanpa diabetes mungkin menemukan bahwa konsumsi madu yang moderat menawarkan efek perlindungan bagi prostat.
PRE
NEXT