Apa Saja Tradisi Tradisional Festival Musim Semi? Mengapa Kembang Api Dinyalakan Selama Festival Musim Semi?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Tradisi menggantung kaligrafi Festival Musim Semi bermula dari Dinasti Song, ketika rumah-rumah menghiasi pintu mereka dengan puisi-puisi beruntung ini. Umumnya dikenal sebagai "kaligrafi pintu" atau "stiker musim semi," mereka harus berwarna merah untuk memperkuat suasana perayaan, melambangkan harapan orang-orang untuk menyambut keberuntungan dan memulai kehidupan baru.
Huruf "Fu" Terbalik
Selama Festival Musim Semi, rumah-rumah menghiasi rumah mereka dengan huruf "Fu" (福), yang melambangkan harapan akan keberuntungan, berkah, dan kebahagiaan. Huruf ini secara tradisional ditampilkan terbalik, karena huruf terbalik "倒" (dào) terdengar seperti "tiba" (到), yang berarti "berkah telah tiba".
Makan Malam Tahun Baru
Makan malam Tahun Baru merupakan salah satu tradisi perayaan paling penting selama Festival Musim Semi. Juga dikenal sebagai Makan Malam Akhir Tahun, Makan Malam Reuni, atau Pesta Reuni Keluarga, tradisi ini merujuk pada pertemuan keluarga yang diadakan pada malam Tahun Baru Imlek. Tradisi ini berasal dari upacara persembahan akhir tahun kuno, di mana keluarga terlebih dahulu menghormati dewa dan leluhur sebelum berkumpul untuk makan bersama.Bagi orang Tionghoa, makan malam Tahun Baru Imlek adalah pesta reuni keluarga, hidangan paling mewah dan penting sepanjang tahun.Di beberapa rumah tangga, orang tua meletakkan uang tersebut di bawah bantal anak-anak mereka setelah mereka tertidur di malam hari. Tradisi ini mencerminkan kasih sayang dan doa tulus para orang tua untuk generasi muda. Menjaga Jaga Malam Tradisi lain yang penting pada Malam Tahun Baru adalah menjaga jaga malam, juga dikenal sebagai menjaga api Tahun Baru atau menerangi tahun. Praktik kuno ini merupakan salah satu tradisi rakyat tradisional Tiongkok.Pada malam Tahun Baru, tradisi ini terutama melibatkan menyalakan "api penjaga tahun" atau "api penjaga tahun baru," di mana setiap rumah tangga menjaga lampu dan lilin tetap menyala sepanjang malam. Keluarga berkumpul bersama untuk menyambut tahun baru. Menjaga lampu tetap menyala sepanjang malam disebut "menerangi kekosongan," yang diyakini dapat memastikan kekayaan rumah tangga berkembang di tahun yang akan datang.
Mengapa Kembang Api Dinyalakan Selama Festival Musim Semi
Menciptakan Suasana Meriah
Tradisi menyalakan kembang api selama perayaan Tahun Baru tetap bertahan. Hal ini karena suara ledakan kembang api memecah keheningan sekitar, menambahkan suasana meriah pada Festival Musim Semi dan memperkuat semangat perayaan.
Mengucapkan Selamat Tinggal pada Tahun Lama dan Menyambut Tahun Baru
Rumah tangga senang menyalakan kembang api selama Festival Musim Semi, karena tindakan ini melambangkan mengucapkan selamat tinggal pada tahun lama dan menyambut tahun baru. Hal ini juga mengungkapkan harapan orang-orang untuk kehidupan yang lebih baik di tahun yang akan datang.
Mengusir Binatang Nian
Legenda menceritakan tentang seekor binatang raksasa bernama Nian yang menakutkan di zaman kuno, merusak tanaman, menyakiti manusia, dan melakukan segala kejahatan yang dapat dibayangkan. Namun, kemudian ditemukan bahwa binatang Nian ini takut pada suara keras, warna merah, dan cahaya terang. Oleh karena itu, orang-orang memproduksi kembang api dalam jumlah besar untuk mengusir binatang tersebut.
PRE
NEXT