Musim Semi Menghangatkan dan Bunga Mekar: Waspadai Alergi Serbuk Sari
Encyclopedic
PRE
NEXT
Musim semi menandakan kebangkitan segala sesuatu. Bagi kebanyakan orang, keluar dari dinginnya musim dingin untuk menyambut kehangatan dan sinar matahari membawa kebahagiaan. Namun bagi mereka yang menderita alergi serbuk sari, musim semi tidak memberikan banyak kelegaan. Lalu, bagaimana cara melindungi diri dari serbuk sari yang terbang di udara selama musim berbunga ini?
Gejala alergi serbuk sari
1. Asma yang disebabkan oleh serbuk sari ditandai dengan batuk paroksismal, sesak napas, lendir putih berbusa, dan serangan asma mendadak. Gejala-gejala ini mereda setelah musim serbuk sari berakhir, sehingga penderitanya tidak dapat dibedakan dari orang lain.
2. Konjungtivitis alergi: Anak-anak mengalami mata gatal dan kelopak mata bengkak, dengan kasus parah disertai keluarnya lendir bening atau bernanah.
3. Dermatitis alergi: Ditandai dengan kemerahan kulit mendadak, pembengkakan, ruam, gatal, dan pengelupasan kulit.
4. Rinitis alergi, ditandai dengan rinitis disertai bersin mendadak dan persisten, disertai dengan sekresi hidung berlebihan dan kongesti hidung tanpa rasa sakit.
Siapa penyebab alergi serbuk sari?
Meskipun terdapat berbagai jenis serbuk sari di alam, hanya beberapa jenis tertentu yang dapat menyebabkan sensitisasi pada individu tertentu, memicu alergi serbuk sari.Metode penyebaran serbuk sari tumbuhan membagi serbuk sari menjadi "bunga yang diserbuki angin" dan "bunga yang diserbuki serangga". Serbuk sari yang diserbuki angin melimpah, berukuran kecil, dan ringan, memudahkan penyebaran melalui arus angin. Oleh karena itu, "bunga yang diserbuki angin" adalah penyebab utama alergi serbuk sari, termasuk serbuk sari elm, poplar, willow, cypress, toon, oak, mulberry, ash, dan walnut.Sebaliknya, bunga seperti persik, ceri, aprikot, rapeseed, dan tulip termasuk dalam kategori "disebarkan oleh serangga" – kita telah salah menyalahkan mereka selama bertahun-tahun.
Tips untuk Menghindari Alergi Serbuk Sari
01
Tentukan terlebih dahulu apakah Anda alergi terhadap serbuk sari dan jenis serbuk sari mana yang memicu reaksi Anda.
Sebelum keluar rumah, pastikan apakah tubuh Anda bereaksi terhadap alergi serbuk sari melalui tes medis atau pengalaman sebelumnya. Jika alergi, identifikasi jenis serbuk sari spesifik untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum beraktivitas di luar.
◆◆◆
02
Pilih waktu yang tepat untuk keluar rumah
Hindari keluar rumah pada hari berangin. Setelah hujan, ketika partikel udara berkurang, ini adalah waktu ideal untuk aktivitas di luar ruangan.
◆◆◆
03
Lindungi Diri Saat Berada di Luar Ruangan
Konsentrasi serbuk sari mencapai puncaknya sekitar tengah hari. Hindari mengunjungi area yang kaya bunga pada periode ini; sebaliknya, pilih pagi hari atau sore hari saat konsentrasi serbuk sari lebih rendah. Saat keluar, kenakan lengan panjang, masker serbuk sari (tersedia di situs web terpercaya), kacamata penahan serbuk sari, atau tutupi kepala dengan syal putih transparan.Untuk pekerjaan di luar ruangan atau kegiatan musim semi, bawalah obat anti-alergi. ◆◆◆ 04 Mencegah Serbuk Sari dan Zat Alergen Masuk ke Dalam Ruangan Setelah kembali dari luar ruangan, mandilah segera dan ganti pakaian serta alas kaki. Tutup jendela dan pintu, dan nyalakan pendingin udara atau penyaring udara. ◆◆◆◆◆◆
05
Mencegah serbuk sari dan alergen lain menempel pada pakaian Anda
Setelah mencuci, keringkan pakaian dan seprai di mesin pengering daripada menggantungnya di luar untuk dikeringkan.
◆◆◆
06
Seringlah menyedot debu permukaan dalam ruangan
Perhatikan kasur, bawah tempat tidur, selimut, bantal, sofa, karpet, tirai, mainan berbulu, dan semua area yang rentan menumpuk debu. Sedot debu area-area ini secara teratur.
Cara mengatasi alergi serbuk sari
1
Untuk gejala pada wajah
Untuk reaksi alergi, gunakan kompres dingin untuk meredakan gatal. Selanjutnya, lakukan tes alergi di fasilitas medis sebelum memulai pengobatan anti-gatal, anti-alergi, dan desensitisasi.Setelah terapi desensitisasi, paparan alergen tidak lagi memicu reaksi. Selama pengobatan, hindari penggunaan tabir surya, primer, foundation, atau produk serupa, karena dapat memperburuk sensitivitas kulit.Sel mast dengan mudah memicu reaksi alergi seperti iritasi mata, bersin, dan hidung berair.
3
Minum Teh Daun Nettle
Meskipun daun nettle dapat mengiritasi, teh daun nettle sepenuhnya aman. Rendam daun selama 10-15 menit sebelum diminum untuk meningkatkan efektivitas anti-alergi.
4
Irrigasi hidung dengan larutan garam
Mencuci hidung dengan larutan garam yang lembut membantu menghilangkan alergen, sehingga mengurangi atau meredakan gejala alergi.
5
Mengonsumsi yogurt
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi yogurt setiap hari dapat memberikan sedikit kelegaan dari gejala hay fever.
PRE
NEXT