Festival Double Ninth Musim Semi: Menjaga Keseimbangan Yin-Yang untuk Kesehatan Limpa dan Ginjal
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Seperti pepatah mengatakan, "Rencana tahun ini terletak di musim semi." Musim semi adalah musim ketika segala sesuatu tumbuh, sehingga menjaga kesehatan di musim semi sangat penting untuk membangun dasar yang kokoh bagi kesehatan sepanjang tahun. Selain menjaga rutinitas harian, seseorang harus fokus pada delapan "penyuburan": Yin, Yang, Qi, Otak, Limpa, Perut, Ginjal, dan Panas. Menguasai hal-hal ini akan memupuk kesehatan yang kuat dan umur panjang.
Menjaga Yang: Seiring dengan meningkatnya suhu dan berkembangnya energi Yang di musim semi, menjaga kesehatan harus memprioritaskan pemeliharaan Yang. Sesuai dengan kecenderungan alami tubuh dalam menghasilkan Yang, pilihlah makanan yang bersifat ringan atau menyegarkan. Makanan ringan cocok untuk individu sehat maupun yang memiliki konstitusi lemah, seperti gandum hitam, biji coix, susu kedelai, kacang hijau, apel, biji wijen, dan kacang walnut.Tonik pendingin melibatkan pemilihan makanan yang sedikit mendinginkan seperti pir, akar teratai, daun shepherd's purse, dan umbi lili.
Menutrisi Yin: Individu dengan kekurangan yin dan panas dalam mungkin mengalami gejala yang memburuk di musim semi akibat panas dalam yang tidak terkendali. Mereka disarankan mengonsumsi lebih banyak makanan yang menutrisi yin seperti bubur beras, bubur kacang merah, bubur biji teratai, dan sayuran hijau yang dihaluskan. Hindari makanan yang terlalu manis, berlemak, digoreng, berminyak, mentah, dingin, atau kasar.Beberapa kondisi defisiensi tertentu dapat memburuk pada musim semi; penggunaan yang tepat dari agen yang menyehatkan Yin seperti madu dapat meningkatkan efektivitas terapi. Menyehatkan Qi: Bronkitis kronis pada orang tua juga cenderung kambuh pada musim semi.Seiring dengan naiknya energi yang musim semi, energi yang tubuh juga ikut naik. Untuk mendukung hal ini, pilihan makanan harus mencakup konsumsi rutin bawang daun, ketumbar, kacang hitam fermentasi, kurma, dan astragalus. Selain itu, makanan yang dapat menghilangkan dahak, memperkuat limpa, menutrisi ginjal, dan mendukung paru-paru—seperti buah loquat, pir, biji teratai, umbi lili, kurma, kacang walnut, dan madu—dapat membantu meredakan gejala.
Menutrisi Otak: Pada musim semi, individu dengan kelebihan energi liver yang berlebihan mungkin mengalami sakit kepala dan pusing. Sun Ye menjelaskan bahwa hal ini sesuai dengan pengamatan dalam pengobatan tradisional Tiongkok bahwa "pada musim semi, penyakit sering muncul di kepala."Konsumsi 250–500g pisang atau jeruk setiap hari; alternatifnya, rebus 100g kulit pisang dalam air dan minum secara teratur sebagai pengganti teh. Selain itu, buat rebusan menggunakan 250g seledri dan 10 buah jujube merah, minum sebagai pengganti teh.
Menjaga Kesehatan Limpa: Sun Ye menyarankan, "Pada musim semi, sebaiknya mengurangi rasa asam dan meningkatkan rasa manis untuk menjaga kesehatan limpa." Hal ini karena musim semi adalah saat energi hati paling aktif, dan kelebihan energi hati dapat mempengaruhi limpa, menyebabkan kekurangan limpa-perut yang umum terjadi pada musim semi. Mengonsumsi makanan asam dapat memperburuk hiperaktivitas yang hati. Oleh karena itu, regulasi diet musim semi sebaiknya mengutamakan makanan pedas dan manis-hangat, menghindari makanan asam dan sepat. Tingkatkan konsumsi sayuran dan sayuran liar pegunungan.
Menutrisi Lambung: Asupan makanan sebaiknya menghindari kaldu babi, sup ayam, sup ikan, kaldu sapi, bayam, kacang-kacangan, jeroan hewan, dan bumbu pedas yang kaya akan zat seperti kreatin dan purin. Makanan-makanan ini sangat merangsang sekresi lambung, mudah menghasilkan gas yang menyebabkan kembung perut, dan meningkatkan beban pencernaan. Pilihlah makanan yang ringan dan mudah dicerna.
Menjaga kesehatan ginjal: Cuaca yang lembut di musim semi memberikan kesempatan ideal bagi mereka yang memiliki fungsi ginjal terganggu untuk merawat dan mengatur ginjal mereka. Ramuan penguat ginjal dan hidangan herbal tonik sangat efektif pada musim ini bagi mereka yang berada pada tahap awal kerusakan ginjal. Pasien disarankan untuk fokus pada penyesuaian gaya hidup musiman, dengan mengutamakan makanan ringan dan bercita rasa manis. Pilihan yang sesuai termasuk buah dan sayuran ringan seperti mangga, akar teratai, biji coix, mentimun, dan melon.
Pemeliharaan kehangatan: Awal musim semi masih dingin, dan pengeluaran panas dapat mengurangi daya tahan dan resistensi fisik. Secara bersamaan, tubuh membutuhkan energi untuk mempertahankan suhu inti melawan dingin. Oleh karena itu, diet awal musim semi harus memastikan asupan kalori yang cukup. Selain produk sereal, tambahkan makanan seperti beras ketan, kedelai, bubuk wijen, kacang tanah, kacang walnut, dan makanan sejenis untuk segera mengisi ulang energi.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved