Apa yang harus dikonsumsi penderita alergi di musim semi?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Setelah hibernasi panjang musim dingin, Maret tiba membawa pembaruan bagi segala sesuatu. Bersamaan dengan kelahiran kembali ini, bakteri kecil, partikel debu, bunga, rumput, dan tunas muda mulai bergerak dan terbangun.
Manusia selalu terpesona oleh kekayaan alam, sulit untuk menahan pesona bunga-bunga musim semi yang mekar dan rumput hijau yang subur. Namun, tubuh manusia sama rentannya terhadap alergen seperti debu dan serbuk sari yang dengan mudah memicu reaksi.
Saya memiliki seorang teman yang, setiap awal musim semi ketika orang lain keluar untuk menikmati bunga-bunga, menderita kulit merah dan bengkak, bersin, dan batuk. Sementara orang lain mengejar pemandangan, dia harus mundur sejauh mungkin.
Alergi bisa menjadi masalah serius atau hanya ketidaknyamanan ringan. Pada tingkat ringan, alergi mungkin hanya menyebabkan kemerahan, pembengkakan, atau gatal. Namun, pada tingkat parah, alergi bisa menjadi ancaman bagi nyawa.
Oleh karena itu, pengobatan umumnya mengadopsi pendekatan pencegahan daripada pengobatan untuk alergi. Jadi, selama musim alergi puncak ini, mari kita jelajahi makanan apa yang dapat membantu mengurangi kerentanan Anda:
Madu
Kaya akan mineral dan vitamin, madu mengandung jumlah kecil racun lebah dan serbuk sari, yang menurut imunolog Amerika dapat melawan kondisi alergi.Medis tradisional Tiongkok menyatakan bahwa madu memperkuat energi tengah, menguntungkan qi, membersihkan paru-paru, mendetoksifikasi, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Singkatnya, satu sendok madu setiap hari dapat membantu mencegah gejala seperti gatal, batuk, mata kering, dan sesak napas.
Kurma merah
Mengonsumsi makanan manis di musim semi dapat menyehatkan limpa dan lambung. Selain itu, kurma merah mengandung jumlah yang signifikan dari zat anti-alergi—siklik adenosin monofosfat (cAMP)—yang dapat mencegah reaksi alergi.Orang dengan gejala alergi dapat memperoleh manfaat dari konsumsi rutin kurma merah.
Jamur Enoki
Ahli gizi mencatat bahwa batang jamur enoki mengandung protein yang mampu menekan asma, rinitis, dan eksim. Oleh karena itu, selama musim alergi puncak di musim semi, mengonsumsi jamur enoki dalam diet dapat meredakan gejala alergi.
Ceri
Ceri kaya akan berbagai nutrisi. Mengonsumsinya pada musim semi dapat merangsang keringat, mengusir angin, menguatkan energi, dan memudahkan munculnya ruam. Namun, sebaiknya dikonsumsi dengan moderat.
Bayam
Musim semi adalah waktu optimal untuk mengonsumsi bayam. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, bayam dianggap memiliki sifat kering dan sejuk, sehingga bermanfaat untuk detoksifikasi dan meredakan kekeringan musim semi.
Selain makanan tersebut, individu yang rentan alergi disarankan untuk menghindari makanan pedas, goreng, iritan, dan berbau tajam selama musim semi untuk mencegah memperburuk frekuensi dan keparahan alergi.
Kitchen Helpers dengan tegas menyarankan: Masalah alergi tidak boleh dianggap remeh. Kami mendesak semua yang rentan alergi musim semi untuk mengambil tindakan pencegahan dengan serius, menghindari alergen, dan segera mencari pertolongan medis untuk kasus yang parah.
PRE
NEXT