Mengganti nutrisi yang hilang akibat begadang
 Encyclopedic 
 PRE       NEXT 
Bahaya begadang sudah diketahui luas, namun selama musim liburan, pesta semalaman seringkali tak terhindarkan. Mengingat hal ini, mari kita ganti kerugiannya dengan pola makan!
1. Makanan yang merangsang tidak selalu bermanfaat
Mereka yang begadang sering mengandalkan kopi atau teh untuk tetap terjaga. Ahli gizi Yang Yunxin mencatat bahwa meskipun kafein memberikan dorongan mental, penelitian dari Pusat Penelitian Kedokteran Tidur Rumah Sakit St. Luke di AS menunjukkan bahwa kafein mungkin tidak efektif dalam meningkatkan efisiensi kerja. Bahkan jika bermanfaat, efeknya hanya sementara.Meskipun kafein memberikan dorongan sementara, ia menguras cadangan vitamin B tubuh, yang penting untuk koordinasi saraf dan otot. Individu yang sudah kekurangan vitamin B lebih rentan terhadap kelelahan, berpotensi menciptakan siklus berbahaya di mana mereka menjadi tergantung pada konsumsi teh atau kopi berlebihan. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan dosis yang semakin besar, namun hasilnya semakin berkurang. Oleh karena itu, saat begadang tidak terhindarkan, mengonsumsi suplemen vitamin B terbukti jauh lebih efektif.
2. Makanan manis adalah hal yang harus dihindari saat begadang
Beberapa orang percaya bahwa mengonsumsi makanan manis dapat mengembalikan energi saat begadang, namun makanan manis sebenarnya sangat tidak dianjurkan.Hindari konsumsi berlebihan makanan manis setelah makan malam atau saat begadang. Meskipun makanan tinggi gula memberikan energi cepat dan stimulasi awal, mereka menguras vitamin B, menyebabkan efek kontraproduktif dan meningkatkan risiko kenaikan berat badan.
3. Makanan Kaya Vitamin B: Pilihan Optimal untuk Orang yang Suka Begadang
Secara keseluruhan, mencegah masalah kesehatan akibat begadang bergantung pada kebiasaan makan sehari-hari, yang memerlukan asupan seimbang dari keenam kelompok makanan.Namun, bagi mereka yang begadang, sangat penting untuk mengonsumsi makanan kaya vitamin B pada makan malam! Keluarga vitamin B meliputi asam folat, niasin, vitamin B6, vitamin B12, dan lainnya. Vitamin-vitamin ini tidak hanya berperan dalam metabolisme dan memberikan energi, tetapi juga melindungi sel-sel jaringan saraf. Mereka bermanfaat untuk menenangkan saraf dan meredakan kecemasan.
Sayuran berdaun hijau gelap dan kacang-kacangan kaya akan folat, yang membantu perbaikan sel dan mencegah infeksi serta anemia. Hati, ikan, biji-bijian utuh, produk kedelai, dan buah-buahan serta sayuran mengandung vitamin B6 atau niasin, yang menjaga kesehatan kulit dan memperlambat penuaan. Vitamin B12, yang terkait dengan memori dan konsentrasi, terdapat dalam daging merah, susu, dan keju.
Selain asupan makanan, suplemen vitamin juga dapat dipertimbangkan. Meskipun setiap vitamin B memiliki fungsi yang berbeda, mereka harus bekerja sama dan berkoordinasi di dalam tubuh. Mengonsumsi suplemen B6 atau B12 secara terpisah memberikan manfaat yang terbatas; kompleks vitamin B sebaiknya dikonsumsi secara bersama-sama.
 PRE       NEXT 

rvvrgroup.com©2017-2026 All Rights Reserved