Kekeringan musim semi dapat menyebabkan panas dalam – apa saja pertimbangan diet yang diperlukan?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Iklim kering musim semi dapat dengan mudah menyebabkan panas dalam tubuh, yang manifestasinya berupa sakit tenggorokan, kehilangan nafsu makan, dan tidur yang gelisah. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana menyesuaikan pola makan untuk mengatur kondisi tersebut. Berikut adalah rencana diet musim semi untuk melembapkan kekeringan dan mengurangi panas:
Perhatikan Sifat Makanan
Secara umum, hindari makanan berkalori tinggi dan makanan dingin.
Kurangi konsumsi daging domba dan prioritaskan daging rendah lemak, telur, produk susu, dan opsi tinggi protein lainnya;
Tingkatkan konsumsi daging bebek dan darah bebek, karena daging bebek bersifat mendinginkan dan tidak mengeringkan, sementara darah bebek bersifat netral, kaya nutrisi, dan menutrisi darah;
Seringlah mengonsumsi cuka, karena rasa asamnya masuk ke meridian hati, membantu mengatur fungsi hati, melancarkan stagnasi, detoksifikasi, dan menghambat bakteri.
Pastikan asupan vitamin yang cukup
Musim semi ditandai dengan peningkatan proliferasi dan aktivitas bakteri, virus, dan mikroorganisme lain, yang membuatnya lebih mudah menyerang tubuh dan menyebabkan penyakit. Penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin dan mineral yang cukup melalui diet dapat meningkatkan pertahanan antivirus.
Sayuran segar seperti bok choy, kubis Cina, paprika, dan tomat, serta buah-buahan sitrus seperti jeruk dan lemon, kaya akan vitamin C yang memiliki sifat antivirus;Sayuran kuning-hijau seperti wortel dan amaranth kaya akan vitamin A, yang melindungi dan memperkuat membran mukosa saluran pernapasan atas dan sel epitel organ pernapasan, sehingga mampu menahan berbagai faktor patogen. Makanan yang kaya akan vitamin E juga perlu dikonsumsi untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan daya tahan terhadap penyakit. Makanan tersebut meliputi biji wijen, kubis hijau, dan kembang kol.
Penyebab utama tenggorokan kering, sariawan, dan sudut mulut pecah-pecah adalah kurangnya konsumsi sayuran dan asupan vitamin B2 yang tidak memadai. Oleh karena itu, sebaiknya meningkatkan konsumsi sayuran.Buah tidak dapat menggantikan sayuran, karena buah terutama mengandung vitamin C daripada vitamin B2. Empat sayuran musim semi yang layak dikonsumsi Bayam adalah sayuran musim semi yang musiman. Ia menyehatkan yin, melembapkan kekeringan, menenangkan hati, dan menyehatkan darah. Ia sering efektif sebagai pengobatan tambahan untuk stagnasi qi hati yang disertai gangguan lambung. Pada musim yang rentan terhadap panas dalam, bayam memberikan efek melembapkan yang sangat baik.
Shepherd's purse (Capsella bursa-pastoris) kaya akan kalsium. Kaya akan nutrisi, sayuran ini mengandung tingkat tinggi vitamin C, karotenoid, dan mineral. Secara mencolok, kandungan kalsiumnya mendekati tiga kali lipat dari susu berdasarkan berat. Sayuran ini juga memiliki nilai obat, dengan pengobatan tradisional menggunakannya untuk membantu mengobati disentri, enteritis, dan tukak lambung.Shepherd's purse dapat digunakan sebagai isian, atau direbus sebentar untuk salad dingin, omelet, sup, atau bubur.Penelitian Jepang menunjukkan bahwa zat dalam selada dapat mengatasi rinitis yang disebabkan oleh alergi musim semi, meredakan ketidaknyamanan penderitanya. Selada dapat disajikan dingin, direbus, ditumis, atau diawetkan menjadi sauerkraut atau kimchi.Meskipun tersedia sepanjang tahun, daun bawang yang dipanen pada musim semi menawarkan kualitas terbaik. Kaya akan serat makanan, daun bawang membantu memperlancar pergerakan usus, secara efektif mencegah sembelit kronis dan kanker kolon, sehingga dijuluki "pembersih usus". Karena sifatnya yang hangat, mengonsumsi daun bawang pada musim semi dapat memperkuat energi yang dan meningkatkan kekebalan tubuh, terutama bermanfaat bagi mereka yang rentan mengalami tangan dan kaki dingin.Bawang prei menawarkan metode persiapan yang beragam—ditumis dengan telur atau daging babi rendah lemak merupakan pilihan yang baik. Namun, bawang prei tidak cocok untuk semua orang: mereka yang menderita sariawan, tenggorokan kering, sakit tenggorokan, atau panas berlebih pada hati sebaiknya mengonsumsinya dengan moderat.
PRE
NEXT