Diet musim semi sebaiknya lebih mengutamakan rasa manis daripada asam
Encyclopedic
PRE
NEXT
Diet musim semi sebaiknya mengutamakan rasa manis daripada asam. Dari perspektif pengobatan tradisional Tiongkok, pola makan musiman telah diutamakan oleh generasi praktisi kesehatan. Musim ini menandai kenaikan energi yang dan vitalitas yang berlimpah, namun juga saat patogen dan mikroorganisme berkembang biak dan bangkit kembali, sehingga penyakit mudah menyebar. Pola makan yang bijak dapat memperkuat kekebalan tubuh dan mencegah penyakit.
Diet musim semi sebaiknya mengutamakan rasa manis daripada asam
Dokter terkenal dari Dinasti Tang, Sun Simiao, mencatat dalam bukunya Prescriptions Worth a Thousand Pieces of Gold bahwa diet musim semi sebaiknya mengurangi rasa asam dan meningkatkan rasa manis untuk menutrisi limpa. Ini berarti mengonsumsi lebih sedikit makanan asam dan lebih banyak makanan manis untuk melengkapi energi limpa dan lambung tubuh.
Medis tradisional Tiongkok mengaitkan musim semi dengan hati di antara lima organ dalam. Kelebihan energi hati pada musim ini dapat berdampak buruk pada limpa dan lambung, mengganggu pencernaan normal dan penyerapan nutrisi. Makanan manis menutrisi limpa dan lambung, sedangkan rasa asam masuk ke hati. Sifat astringennya, jika dikonsumsi berlebihan, menghambat kenaikan energi yang pada musim semi dan aliran bebas energi hati. Hal ini semakin memperparah kelebihan energi hati yang sudah ada, menyebabkan kerusakan lebih besar pada limpa dan lambung.Inilah salah satu alasan mengapa gastritis kronis, tukak lambung, dan kondisi serupa sering kambuh pada musim semi. Tingkatkan konsumsi jujube dan ubi jalar Cina. Penelitian medis modern menunjukkan bahwa konsumsi teratur ubi jalar Cina atau jujube dapat meningkatkan kekebalan tubuh manusia.Memasak bubur dengan jujube, ubi jalar Cina, beras, dan millet tidak hanya membantu mencegah kambuhnya gastritis dan tukak lambung, tetapi juga mengurangi risiko terinfeksi penyakit menular seperti influenza, menjadikannya pilihan ideal di musim semi.
Selain jujube dan ubi jalar Cina, makanan manis lainnya meliputi: beras, millet, beras ketan, sorgum,biji Job, kacang kedelai, kacang lentil, kacang kedelai, kubis, bayam, wortel, talas, ubi jalar, kentang, labu, jamur hitam, jamur shiitake, longan, dan kastanye. Individu dapat memilih sesuai selera pribadi, meskipun disarankan untuk mengonsumsi makanan ini dalam jumlah yang lebih besar. Selain itu, sebaiknya mengurangi konsumsi makanan berjenis dingin seperti mentimun, labu musim dingin, dan kecambah kacang hijau, karena makanan ini dapat menghambat kenaikan energi yang dalam tubuh pada musim semi.Tingkatkan konsumsi makanan yang menghangatkan seperti bawang daun, jahe, bawang putih, bawang prei, dan bawang merah untuk mengusir dingin dan menyebarkan energi yin.
Selain itu, musim semi di sebagian besar wilayah utara China biasanya berangin dan kering, sering menyebabkan sakit tenggorokan, bau mulut, sembelit, dan gejala lain yang terkait dengan panas.Meningkatkan asupan makanan yang menyehatkan yin dan melembapkan seperti madu, pir, pisang, umbi lili, gula batu, tebu, dan lobak putih dapat memberikan sedikit kelegaan.
Orang dengan gastritis harus memperhatikan diet dengan seksama
Musim semi adalah musim di mana gastritis kronis, tukak lambung, batu empedu, hepatitis, dan kondisi serupa paling rentan kambuh. Oleh karena itu, individu dengan kondisi ini harus berhati-hati dalam memilih makanan.Disarankan untuk mengonsumsi bubur dari ubi jalar atau millet secara teratur, sementara makanan asam seperti hawthorn dan plum hitam harus dihindari sepenuhnya.
Diet musim semi sebaiknya mengutamakan rasa manis daripada asam. Bagi penderita batu empedu atau hepatitis, selain mengikuti prinsip mengurangi rasa asam, meningkatkan rasa manis, dan menyeimbangkan energi yin, juga penting untuk meminimalkan makanan berlemak untuk mencegah kambuhnya gangguan hati dan empedu.
PRE
NEXT