Apakah sebaiknya tidur lebih lama di musim semi?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Rencana tahunan dimulai di musim semi, prinsip yang sama berlaku untuk praktik kesehatan manusia. Musim semi menandai musim pembaruan, di mana rutinitas harian yang tepat dan penyesuaian diet terbukti vital untuk mempertahankan vitalitas, menjaga kesejahteraan, dan meredakan penyakit sepanjang tahun. Pada dasarnya, musim semi adalah musim kunci untuk pembinaan kesehatan. Apa yang harus diprioritaskan selama musim ini?
I. Pengurangan Durasi Tidur
Kitab Dalam menyarankan kita untuk "tidur larut dan bangun pagi" di musim semi, artinya tidur lebih larut dan bangun lebih pagi. Setelah musim dingin, jam siang bertambah panjang sementara malam semakin pendek. Menurut teori Kitab Dalam, kita harus menyesuaikan diri dengan ritme alami siang dan malam dengan mengurangi waktu tidur secara moderat dan meningkatkan waktu aktivitas.
Hal ini karena pembentukan dan penyimpanan energi yang tubuh sangat terkait dengan tidur. Saat terjaga, energi yang beredar di luar tubuh; saat tidur, energi tersebut beredar di dalam organ-organ. Untuk memungkinkan energi yang tubuh berkembang seperti alam, durasi tidur harus dikurangi. Tidur berlebihan dengan mudah menyebabkan energi yang stagnan di dalam tubuh, menghambat prinsip "menyuburkan yang pada musim semi dan musim panas".. Namun, dokter kuno juga menekankan bahwa meskipun musim semi mengharuskan "tidur larut dan bangun pagi", seseorang tidak boleh bangun sebelum ayam berkokok, artinya tidak lebih awal dari pukul 5 pagi; juga tidak boleh tidur melewati tengah malam (jam Zi), artinya tidak lebih dari pukul 11 malam, karena hal ini juga merugikan kesehatan.
II. Tingkatkan Aktivitas Fisik
Meskipun Kitab Dalam Kaisar Kuning tidak memberikan penekanan yang sama pada olahraga seperti budaya Barat, ia menganjurkan "berjalan cepat di halaman" selama musim semi.Praktik ini memiliki dua tujuan: pertama, mengembangkan energi yang tubuh melalui gerakan. Karena energi yang bersifat aktif, olahraga menghasilkan kehangatan yang, dan aktivitas fisik yang moderat menutrisi kekuatan vital ini, sejalan dengan esensi musim semi sebagai musim pergerakan dan pertumbuhan;Kedua, mengamati keindahan alam yang segar membantu mengatur qi hati, aspek penting dalam menjaga kesehatan musim semi. Kitab Dalam berpendapat bahwa suara, warna, dan aroma alam dapat masuk dan mempengaruhi lima organ dalam, masing-masing dengan jalur yang berbeda. Warna hijau secara khusus menyehatkan hati. Oleh karena itu, melihat pepohonan hijau dan berolahraga dapat menenangkan dan menyehatkan hati.
Tentu saja, bagian ini muncul dalam konteks historisnya. Rumah tangga bangsawan kuno umumnya memiliki halaman atau taman yang luas. Mengingat ketidaknyamanan perjalanan dan penggunaan pakaian longgar, perjalanan ke pedesaan atau jogging pagi menjadi tidak praktis. Oleh karena itu, berjalan-jalan di halaman menjadi bentuk olahraga yang paling feasible.Dalam traktat Dinasti Qing berjudul "Sepuluh Kesenangan Menjaga Kesehatan", pelukis Gao Tongxuan menyertakan "Kesenangan Berjalan-jalan", yang menggambarkan: "Bangun dan berjalan dengan tenang di halaman, atau berkeliling di tepi sungai yang dihiasi willow dan kebun bunga, menyegarkan jiwa dan membersihkan pikiran." Ini merangkum praktik kesehatan musim semi, menekankan pentingnya aktivitas luar ruangan yang moderat selama musim ini.Individu modern tidak perlu membatasi diri pada berjalan-jalan di halaman. Lari pagi, perjalanan ke pedesaan, terbang layang-layang pada akhir pekan, atau mendaki bukit semuanya merupakan bentuk olahraga yang sangat baik. Aktivitas-aktivitas ini secara efektif mempromosikan kenaikan energi yang dan aliran lancar qi hati, sehingga membantu mencegah penyakit umum musim semi—depresi.
PRE
NEXT