Burung Hantu Malam: 20 Makanan Detoks dan Peningkat Kecantikan yang Ampuh
Encyclopedic
PRE
NEXT
Bagi mereka yang sering begadang, racun dapat menumpuk dalam tubuh, berpotensi menyebabkan kerusakan kulit, penuaan dini, dan dalam kasus parah, berbagai penyakit seperti hipertensi, stroke, sirosis, tumor, hepatitis, dan diabetes. Kondisi ini terkait dengan polusi dan toksisitas yang mempengaruhi organ dalam dan aliran darah. Makanan apa yang dapat kita masukkan ke dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu proses detoksifikasi tubuh?
1.Kelp:
Asam alginat dalam kelp membantu mengobati aterosklerosis, mencegah tubuh menyerap logam berat seperti timbal dan kadmium, serta mengeluarkan racun radioaktif. Karena kandungan airnya yang tinggi, asam alginat membentuk zat gel di usus, membantu pengeluaran racun sambil mencegah sembelit dan mengurangi risiko kanker usus.
2. Jamur:
Seperti jamur hitam, jamur putih, jamur, dan jamur shiitake. Jamur-jamur ini kaya akan selenium. Konsumsi rutin dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol, mencegah pengerasan pembuluh darah, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan kadar imunoglobulin, merangsang pembentukan darah di sumsum tulang, serta mempromosikan keteraturan pencernaan, pembersihan darah, detoksifikasi, dan peningkatan kognitif.
3. Bawang:
Bawang merangsang motilitas gastrointestinal dan meningkatkan kapasitas pencernaan. Kaya akan belerang, bawang paling bermanfaat ketika dikombinasikan dengan protein, terutama mendukung fungsi hati dan membantu detoksifikasi. Menyiapkan kaldu sayuran yang berpusat pada bawang, ditambah dengan sayuran tinggi serat seperti brokoli, wortel, dan seledri, membantu memecah toksin yang terakumulasi dan memfasilitasi gerakan usus.
4. Kacang hijau:
Kacang hijau menetralkan keracunan alkohol, racun jamur liar, keracunan arsenik, keracunan pestisida organofosfat, keracunan timbal, keracunan pigmen mineral, dan keracunan racun tikus. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, kacang hijau dianggap dapat menetralkan seratus racun, membantu tubuh mengeluarkan racun, dan meningkatkan fungsi metabolisme normal. Namun, kacang hijau tidak boleh direbus terlalu lama agar asam organik dan vitamin tidak hancur, yang dapat mengurangi khasiatnya.
5. Darah babi:
Ketika protein plasma dalam darah babi dipecah oleh asam lambung dan cairan pencernaan, mereka menghasilkan zat yang melumasi usus dan mendetoksifikasi tubuh. Zat-zat ini bereaksi secara kimia dengan partikel debu dan partikel logam berbahaya yang menempel pada dinding saluran pencernaan, memudahkan pengeluaran mereka dari tubuh.
6. Akar teratai:
Sifat diuretik akar teratai membantu pengeluaran limbah tubuh secara cepat, sehingga membersihkan darah. Akar teratai dapat dikonsumsi dalam keadaan dingin atau hangat. Jus akar teratai dapat dibuat dengan memblender akar dan menambahkan sedikit madu untuk rasa, lalu diminum langsung. Alternatifnya, akar teratai dapat dipanaskan perlahan dengan api kecil bersama sedikit gula dan dikonsumsi saat masih hangat.
7. Burdock:
Burdock meningkatkan sirkulasi darah dan metabolisme sambil mengatur fungsi usus. Serat dietnya mempertahankan kelembapan dan melunakkan tinja, membantu detoksifikasi dan meredakan sembelit. Dapat diseduh menjadi teh burdock untuk konsumsi rutin dalam jangka panjang.
8. Job's tears:
Job's tears meningkatkan sirkulasi darah dan metabolisme cairan, memiliki efek diuretik dan anti-edema yang membantu mengurangi obesitas akibat penumpukan cairan. Air rebusan Job's tears merupakan metode detoksifikasi yang excellent: rebus biji-bijian hingga empuk, tambahkan sedikit gula sesuai selera, dan nikmati ramuan alami pencerah kulit ini.
9. Ubi Cina:
Ubi Cina meningkatkan fungsi pencernaan, mengurangi timbunan lemak subkutan, mencegah obesitas, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Konsumsi mentah memberikan detoksifikasi optimal. Kupas dan potong dadu ubi putih dengan nanas, blender menjadi jus untuk dikonsumsi. Campuran ini membantu kesehatan lambung dan regulasi usus.
10. Asparagus:
Kaya akan nutrisi, asparagus mengandung asparagine dan kalium yang mempromosikan diuresis, mengeluarkan cairan berlebih dari tubuh untuk membantu detoksifikasi. Ujung asparagus hijau khususnya kaya akan vitamin A. Saat memasak, biarkan ujung asparagus sedikit terlihat di atas permukaan air untuk menjaga nutrisi dan rasa maksimal.
11. Cuka:
Cuka membantu proses metabolisme, mengeluarkan zat asam untuk meredakan kelelahan sambil mempromosikan diuresis dan keteraturan usus. Mengonsumsi cuka yang dilarutkan setelah sarapan dan makan malam setiap hari mendukung kesehatan secara keseluruhan.
12. Ubi Jalar:
Ubi jalar mengandung serat lembut yang mudah dicerna, merangsang peristaltik usus, dan memudahkan buang air besar.
13. Pisang:
Sifat laksatif pisang telah dikenal luas. Mengonsumsi satu atau dua pisang setiap hari membantu menghilangkan toksin, mengurangi lingkar pinggang, dan mempromosikan kesehatan dan kecantikan dari dalam ke luar.Satu buah pisang (berat bersih sekitar 100g) hanya mengandung 87 kalori – kurang dari setengah kalori porsi nasi biasa (150g, 220 kalori). Pisang membantu detoksifikasi sambil mendukung penurunan berat badan.
14. Pepaya:
Pepaya menawarkan manfaat kecantikan seperti mencerahkan kulit dan memperbesar payudara.Mengukus pepaya segar dalam sup atau dengan madu (makanan madu) adalah pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan ukuran payudara (makanan penambah payudara)! Pepaya mengandung enzim papain, yang tidak hanya memecah protein (makanan protein) dan karbohidrat tetapi juga melarutkan lemak. Dengan memecah lemak, hal ini membantu menghilangkan lemak tubuh berlebih.
: 15. Buah Kiwi:
Buah kiwi manis, berair, dan kaya akan vitamin C, pektin, dan asam buah, menjadikannya buah kecantikan dan pelangsing yang sangat populer. Dengan rasa asam manisnya, buah kiwi mencegah sembelit, membantu pencernaan, dan mempercantik kulit.
: 16. Alpukat:
Alpukat kaya akan asam lemak tak jenuh, yang meningkatkan elastisitas jaringan payudara. Kandungan vitamin A-nya merangsang sekresi hormon wanita, vitamin C mencegah deformasi payudara, dan vitamin E membantu perkembangan payudara.
: 17. Apel:
Apel, buah yang familiar, mengandung pektin yang melimpah yang membantu peristaltik usus dan pengeluaran toksin. Menariknya, apel juga mengurangi penyerapan kalori. Kandungan kalium yang tinggi mencegah pembengkakan kaki. Menjaga kebiasaan mengonsumsi apel setiap hari dapat memberikan kulit yang merah muda dan bercahaya.
: 18. Jeruk bali:
Jeruk bali memiliki kalori yang sangat rendah. Sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa mengonsumsi setengah jeruk bali bersama setiap makan utama memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa. Jika mengonsumsi setengah jeruk bali terasa sulit, minum jus jeruk bali memberikan hasil yang sama memuaskan.
: 19. Tomat:
Kaya akan serat makanan seperti pektin, tomat membantu menimbulkan rasa kenyang. Mereka membantu meredakan sembelit dan meningkatkan metabolisme, menjadikannya sangat bermanfaat untuk pengelolaan berat badan. Mereka juga menggantikan vitamin dan mineral esensial yang kurang dalam tubuh.
20. Jus Buah dan Sayuran Segar:
Mengonsumsi jus buah dan sayuran segar dapat menyeimbangkan pH darah, melarutkan toksin yang terakumulasi dalam sel untuk kemudian dieliminasi dari tubuh.
PRE
NEXT