Lebih dari 90% mahasiswa menderita miopia. Bagaimana cara mencegah miopia pada mahasiswa?
Encyclopedic
PRE
NEXT
Miopia bukanlah masalah sepele; mengabaikan perawatan mata hanya akan memperburuk penglihatan Anda. Statistik menunjukkan bahwa lebih dari 90% mahasiswa menderita miopia, menyoroti kebutuhan mendesak bagi mahasiswa untuk melindungi penglihatan mereka dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Lebih dari 90% mahasiswa menderita miopia
6 Juni merupakan Hari Perawatan Mata Nasional. Menurut studi sebelumnya dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), China memiliki 600 juta penderita miopia, menjadikannya negara dengan tingkat miopia tertinggi di dunia.Pada tahun 2019, tingkat miopia secara keseluruhan di kalangan anak-anak dan remaja China mencapai 50,2%. Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2018, angka ini naik menjadi 53,6% secara nasional, mencapai 81% di kalangan siswa SMA, dan melebihi 90% di kalangan mahasiswa. Yang penting, miopia tidak dapat disembuhkan.
Statistik ini menunjukkan bahwa miopia tidak hanya mempengaruhi mahasiswa, tetapi juga jumlah yang signifikan di kalangan siswa SMA dan anak-anak yang lebih muda.Banyak kasus miopia terkait dengan kebiasaan gaya hidup yang buruk. Untuk mencegah miopia, penting untuk memahami penyebabnya, sehingga dapat melakukan perlindungan mata yang efektif:
1. Jarak pandang yang tidak memadai
Banyak orang terbiasa menonton televisi, menggunakan ponsel, atau membaca buku dengan jarak yang terlalu dekat dari layar atau teks. Kebiasaan ini secara signifikan meningkatkan risiko terkena miopia. Terutama saat menonton televisi, semakin dekat seseorang duduk dengan layar, semakin besar potensi kerusakan pada penglihatan.Menonton dalam jarak dekat secara berkepanjangan dapat dengan mudah menyebabkan miopia, dan melanjutkan kebiasaan ini setelah miopia berkembang akan semakin memperburuk penglihatan.
2. Kondisi pencahayaan yang tidak memadai
Beberapa siswa menyukai membaca di luar ruangan di bawah sinar matahari, merasa nyaman menggabungkan membaca dengan paparan sinar matahari. Namun, sinar matahari yang intens tidak cocok untuk membaca. Demikian pula, menggunakan ponsel di bawah sinar matahari yang terang tidak disarankan, karena cahaya layar terus-menerus mengiritasi mata.
Demikian pula, membaca atau menggunakan perangkat seluler dalam pencahayaan yang terlalu redup tidak disarankan. Dalam kondisi pencahayaan rendah, mata lebih mudah lelah. Kelelahan mata yang berkepanjangan secara bertahap menyebabkan penurunan ketajaman penglihatan.Hal ini menyebabkan kelelahan visual yang mengganggu fungsi penglihatan.
4. Kurang tidur
Banyak siswa sangat rajin, menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk belajar—bangun pagi dan tidur larut malam. Pola ini membuat mereka kekurangan tidur, menyebabkan kelelahan keesokan harinya.Tidak hanya otak yang tidak beristirahat dengan baik, tetapi mata juga menanggung beban berlebihan, yang berpotensi merusak penglihatan dan memperparah miopia.
1. Terus lakukan latihan mata
Sekolah biasanya memutar musik latihan mata setiap hari pada periode sore yang ditentukan. Siswa disarankan untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan latihan dengan seksama, menjaga konsistensi dan bentuk yang benar untuk meredakan kelelahan visual.Praktik ini terbukti sangat efektif dalam mencegah miopia, jadi siswa tidak boleh mengabaikan latihan ini demi bermain. 2. Atur penggunaan perangkat elektronik Perangkat elektronik seperti ponsel dan komputer telah menjadi kebutuhan sehari-hari. Banyak siswa kini memiliki ponsel dan mengandalkan komputer untuk pelajaran online dan tugas rumah. Akibatnya, paparan mereka terhadap perangkat tersebut sangat sering.
Disarankan agar siswa merencanakan waktu layar mereka dengan bijak. Misalnya, anak-anak tidak boleh menggunakan ponsel atau komputer lebih dari 20 menit sekaligus, atau melebihi satu jam sehari. Penggunaan layar yang berlebihan dapat menyebabkan ketegangan mata berlebihan dan memicu miopia.
Editor mencatat bahwa anak-anak di bawah dua tahun sebaiknya menghindari perangkat elektronik sama sekali untuk meminimalkan potensi bahaya.
PRE
NEXT